Dapatkan Uang, klik link ini http://projects.id/uangberkah

Rabu, 04 Juli 2018

CARA MEMBUAT LAGU DANGDUT VERSI PMD


CARA MEMBUAT LAGU DANGDUT VERSI PMD
(Oleh: SR.Pakpahan, SST)

                Dangdut merupakan salah satu jenis musik yang menganndung unsur-unsur musik hindustan, melayu, dan arab. Musik ini berakar awal dari musik qasidah, kemudian menjelma musik gambus, kemudian menjelma sebagai musik melayu deli, kemudian musik dangdut dipengaruhi oleh musik amerika latin, dan musik india. Dan terakhir lahirnya dangdut indonesia di tahun 1968.
                Musik dangdut terus mengalami evolusi mulai dari masuknya unsur musik india (penggunaan instrumen tabla), musik arab (penggunaan instrumen gambus), musik tradisional indonesia (penggunaan instrumen gendang), musik melayu deli (penggunaan instrumen gitar akustik, akordeon, rebana, gambus, seruling, dan gong), dan musik barat (penggunaan instrumen gitar listrik, organ elektrik, perkusi, terompet, saxophone, oboe, dan mandolin. sekarang ini musik dangdut masih tetap mengalami evolusi, menncari jati dirinya, bentuk kontemporernya yang sesungguhnya. Dalam usaha kesana musik dangdut sangat terbuka menerima pengaruh musik lain seperti dari keroncong, langgam, degung, gambus, pop, rock, bahkan house musik.
                Istilah dangdut merupakan anomatope dari suara permainan instrumen tabla (india) atau gendang (indonesia) yang membunyikan suara “dang- dung- dut”. Sebutan ini diringkas menjadi “dang-dut” saja (tapi komposisi nada-nada dalam musiknya tidak diringkas). Sebagai contoh permainan instrumen gitar berklep bass (gitar fretless bass) memuat komposisi nada-nada di suatu bar adalah 1 – 5 - 5, (do – sol – sol rendah) yang membunyikan suara “dang- dung- dut” (dang untuk nada 0,625 , dung untuk nada 1/8, dan dut untuk nada ¼) pada sukat 4/4.
Permainan musik dangdut modern pada semua kelompok instrumen menurut versi pmd
                Musik dangdut modern biasanya dimainkan oleh 4 kelompok instrumen, tetapi menurut versi PMD bahwa suatu lagu dangdut (vokal + instrumen) dimainkan oleh 5 tapi 6 kelompok instrumen, yaitu:
1.       Instrumen vokal
2.       Instrumen ritme
3.       Instrumen melodi
4.       Instrumen ketukan
5.       a.  Intrumen harmony
b. Instrumen akhir/penguat
Selain 5 tapi 6 kelompok instrumen musik dangdut diatas, masih bisa mendapat tambahan instrumen variasi yang disisipkan pada salah satu atau sebagian kecil kelompok instrumen di atas. Tentunya tidak bisa dilupakan adanya penggunaan “instrumen lead” juga. Berikut ini dijelaskan masing-masing kelompok instrumen tersebut.

1.       Instrumen vokal:
Instrumen vokal membunyikan nada-nada vokal lagu yang dinyanyikan oleh artis/penyanyi. Instrumennya sekelompok dengan suara “oohs choir”.

2.       Instrumen ritme
Dalam musik dangdut, instrumen penentu ritme biasanya dimainkan oleh pluked string (gitar fretless bass pada klep bass, dan gitar electric pada klepp trebel). Permaainan instrumen pluked string ini dilengkapi oleh instrumen violas.
Setiap instrumen ritme dalam suatu musik memiliki karakteristik instrumen yang menginvert dengan instrumen lain (inverting instrument). Bila di kelompok instrumen lain memainkan nada-nada yang komposisinya menurun antar bar, maka komposisi nada-nada di antar bar tersebut pada instrumen ritme (pluked string untuk dangdut) adalah menaik.
Sebagai contoh permainan instrumen gitar berklep bass (gitar fretless bass) memuat komposisi nada-nada di suatu bar adalah 1 – 5 - 5, (do – sol – sol rendah) di suatu bar, di posisi akhir suatu bar tersebut adalah nada menurun 5, (sol rendah),  (1 (do) untuk nada 0,625 , 5 (sol) untuk nada 1/8, dan 5, (sol rendah) untuk nada ¼), di bar berikutnya nadanya akan naik adalah 1 (do). Maka pada kelompok instrumen lain, komposisi nada-nadanya harus menaik di akhir suatu bar tersebut dan menurun di bar berikutnya. Kita susun saja nada-nada yang berpola tetap di semua bar yang membunyikan suara “dang- dung- dut” oleh instrumen gitar fretless bass, yang disusun sesuai dengan kunci akord dan progress nadanya. Gitar fretless bass dibantu oleh gitar trebel gitar elektrik bersamaan dengan violas, agar mantap bunyinya. Pandai-pandai kamulah membuat nada di gitar klep trebel dan di violas tersebut.

3.       Instrumen melodi
Instrumen melodi biasanya memainkan nada-nada vokal yang sudah di “split” (dipecah) menjadi nada-nada bass dan trebel, seperti pemakaian instrumeen piano untuk melodi yang nada-nada bass dari nada-nada vokal dimainkan di piano klep bassnya, sedangkan nada-nada trebel dimainkan di piano klep trebelnya, dan nada-nada lain di klep bass dan trebel piano tersebut memainkan nada-nada yang sesuai dengan progress nadanya. Biasanya di klep bass memiliki nada-nada yang frekwensi/oktafnya sama tinggi dengan frekwensi/oktaf nada klep trebel.
Bila suatu komposisi nada di suatu lirik adalah nada-nada bass yang dimainkan oleh klep bass piano, maka nada-nada klep trebelnya harus “lagging” (terbelakang) 1/8 nada dari nada bassnya di progres 1, bila di progres 2 maka nada-nada trebel yang lagging ini harus di turunkan 1 laras, bila di progres 3 maka nada-nada trebel yang lagging ini harus di turunkan 2 laras.
Bila suatu komposisi nada di suatu lirik adalah nada-nada trebel yang dimainkan oleh klep trebel piano, maka nada-nada klep bassnya harus “leading” (terdepan) 1/8 nada dari nada trebelnya dan harus diturunkan 2 laras di progres 1, bila di progres 2 maka nada-nada bass yang leading dan turun 2 laras  ini harus di turunkan lagi 1 laras, bila di progres 3 maka nada-nada bass yang leading dan turun 2 laras  ini harus di turunkan lagi 2 laras.(ingat bahwa sang “commander” pemberi aba-aba sebagai “leader” dalam kelompok instrumen musik adalah kelompok instrumen penentu melodi), Apapun atau siapapun sebagai “leader” harus berkarakter menginvert.

4.       Instrumen ketukan
Instrumen ketukan pada musik dangdut biasanya dimaiinkan oleh drumset atau gendang dangdut. Ada 20 macam pola nada gendang dangdut seperti dilagu dangdut yang bernada dasar Mayor E=1, ada:
-          Tung pendek di nada E7
-          Blak di F7
-          Dang modulation di F#7
-          Dung di G7
-          Dut di C7
-          Dueet serot di C#7
-          Ketung di D7
-          Pak di D#7
-          Pek di G#6
-          Plak koplo di A6
-          Tang di A#6
-          Tannngggggg di B6
-          Thak di E6
-          Tambourine di F6
-          Tok di F#6
-          Tong eekk di G6
-          Tung di E7
-          Tung (edit) di F7
-          Tung koplo ok di F#7
-          Tung koplo oke di G7
Untuk membunyikan suara gendang dangdut di FL Studio, maka semua sampel nada gendang tersebut harus di “drag” satu persatu ke pad plugin FPC yang di bank B.
Komposisi nada-nada yang dimainkan gendang dangdut (sebagai instrumen ketukan) disuatu bar memiliki pola nada menaik di posisi akhir suatu bar tersebut dan menurun di bar berikutnya, karena pola nada-nada pada instrumen ritme yang telah dijelaskan sebelumnya adalah menurun di posisi akhir suatu bar tersebut dan menaik di bar berikutnya.
Bandingkan contoh pola nada-nada gendang berikut dengan pola nada-nada pluked string / gitar fretless bass (instrumen ritme):
Bass drum di nada F
Low floor tom di A
Hig floor tom di A
Tambourine di D tinggi
Low mid tom di E tinggi
High mid tom di F tinggi
High tom di F tinggi
Nada nada yang dimainkan instrumen drumset disuatu bar yang membunyikan suara “dang- dung-dut” adalah aebagai berikut: “dang” ada di nada E tinggi (low mid tom), “dung” di A (low floor tom), “dut” nya ada di F tinggi (high mid tom).
Bayangkan 1 bar dibagi 8 posisi (masing-masing posisi untuk nada 1/8),
Di posisi 1 ada nada D tinggi (tambourine) dan nada E tinggi (low mid tom),
Di posisi 2 ada nada D tinggi (tambourine),
Di posisi 3 ada nada D tinggi (tambourine) dan nada F tinggi (high mid tom),
Di posisi 4 ada nada F tinggi (high mid tom) dan F tinggi (high tom)
Di posisi 5 ada nada D tinggi (tambourine),
Di posisi 6 ada nada A (low floor tom)
Di posisi 7 ada nada A (hig floor tom) dan nada F tinggi (high mid tom),
Di posissi 8 ada nada F tinggi (high mid tom) dan F tinggi (high tom),
Dapat terbayang kan bila nada-nada tersebut digambarkan disuatu bar sangkar paranada.
Nah nada-nada drumset tersebut di konversikan ke nada-nada gendang dangdut yang terdapat di piano roll FL Studio setelah memasukkan semua sampel nada gendangnya yang terpilih di pad bank B plugin FPC. Kemudian untuk memperindah alunan bunyi gendangnya, kita tinggal menambah atau menyisipkan nada-nada variasi lain yang mengiringi nada-nada yang berbunyi “dang- dung- dut” tersebut.
Untuk memperindah alunan suara gendang dangdut ini, sebaiknya ia ditemani oleh instrumen tabla (instrumen perkusi non pitch), pintar-pintar kamu ya bikin pola nada di tabla ini, kalau bisa nadanya dapat membunyikan suara “dang- dung- dut” juga.

5.       a. Instrumen harmony
Instrumen harmony bisa dari instrumen effect synthesizer atau 2 buah seruling bermain di klep bass dan trebel, atau instrumen lain deh menurut kesukaan selera anda.
Instrumen penentu keharmonisan biasanya memiliki pola berlawanan dengan pola nada-nada instrumen ritme (gitar fretless bass untuk dangdut). Sebenarnya sih tidak berlawanan kita sebut ya, tapi pada mereka ada keharmonisan, sebab apa? Mari kita lihat, yang tadinya pola nada di gitar fretless bass di suatu bar adalah 1 – 5 - 5, (do – sol – sol rendah) (dang untuk nada 0,625 , dung untuk nada 1/8, dan dut untuk nada ¼) pada sukat 4/4. Sehingga pola untuk instrumen harmony klep bass adalah kebalikannya yaitu 5, - 5 – 1 (sol rendah – sol – do), tapi pola demikian belum sah membunyikan suara “dang- dung- dut” ya (mungkin bunyinya “dut- dung- dang” yang salah ya, masih ada tahapan yang harus dilalui yaitu menyesuaikan (adjustment) frekwensi nadanya sesuai menurut kunci akord dan atau nada-nada instrumen melodi yang ditemuinya. Bila sudah sesuai frekwensinya nada-nada tersebut dan berpola tetap di semua bar, maka instrumen harmony klep bass ini dinyatakan sah membunyikan suara “dang- dung- dut”. Sedangkan pola nada instrumen harmony trebel tergantung pada kepintaran anda, pandai-pandailah membuat pola nadanya. Cara menyesuaikan (meng-adjustment) nada-nada tersebut adalah dengan menyamakan nada pertamanya dengan nada pertama sebelumnya, sehingga nada-nada ritmenya menjadi 1 – 1’ – 4 (do – do tinggi – fa), nada 1 (do) untuk nada 1/4, nada 1’ (do tinggi) untuk nada 1/8, dan nada 4 (fa) untuk nada 0,625,
                Jadi seluruhnya ada 3 kelompok instrumen yang membunyikan suara “dang- dung- dut”, hebat bukan ? iya deh hebat, hebat.

b. Instrumen akhir/PENGUAT.
Instrumen akhir selalu ada di posisi teratas, maka ia selalu berklep trebel (jangan pernah berklep bass ya di instrumen akhir). Nada-nada instrumen penguat ini memuat seluruh nada-nada vokal yang dimainkan di klep trebel 8va (ya tinggal copy paste saja, lalu dirubah klep trebelnya menjadi 8va). Instrumen akhir ini biasanya harus dari alat musik tiup seperti saxophone, terompet, dan sebagainya.

Instrumen variasi.
Instrumen variasi adalah instrumen tambahan pada musik untuk lebihmemperindah irama musik dan untuk menutupi “holes” lobang-lobang nada yang masih ada terasa celah-celah kosong. Rasanya cukup 2 track saja instrumen variasi ini yang berklep bass dan trebel. Kalau komposisi nadanya ya pintar-pintar kitalah membuatnya.

INSTRUMEN “LEAD”
Instrumen lead biasanya digunakan untuk interlude (permainan musik oleh instrumen saja tanpa vokal), dan untuk membantu mempermudah si penyanyi untuk mengingat nada-nada pada lirik awal di suatu/beberapa kalimat. Dalam hal membantu si penyanyi, komposisi nada instrumen “lead” di ambil dari satu kata lirik awal tersebut, ya tinggal copy paste saja dari instrumen melodi. Banyaknya track instrumen “lead” bisa dari 2 instrumen yang terdiri dari 2 track berklep bass, 2 track berklep trebel , atau dari 3 instrumen yanng terdiri dari 3 trak berklep bass, dan 2 atau 3 track berklep trebel. Dalam hal interlude, ya pandai-pandailah membuat “rolling instrumen” mengganti-ganti instrumen yang aktif berbunyi, baik dari instrumen “lead”, instrumen variasi, instrumen akhir, maupun instrumen lain yang terpilih, asalkan nada-nada instrumen vokal jangan dibunyikan ya.

                Dari uraian di atas jelaslah bahwa musik dangdut masih sedang berevolusi mencari jati dirinya yang sebenarnya, dengan alasan sebagai bukti:
Pola komposisi nada berbunyi “dang- dung- dut” harus dibentuk juga pada instrumen penentu  keharmonisan, yang nada-nadanya adalah kebalikan dari instrumen ritme punya yang sudah di “adjustment” kembali.


CALON PENERIMA HADIAH NOBEL