Dapatkan Uang, klik link ini http://projects.id/uangberkah

Jumat, 28 Desember 2018

KONSEP MEMBERI UNTUK MEMPEROLEH HIDUP BERKELIMPAHAN (PENERAPAN DALAM BISNIS ORIFLAME)


KONSEP MEMBERI
UNTUK
MEMPEROLEH HIDUP BERKELIMPAHAN

(Oleh: SR.Pakpahan,SST)


Memberi Perpuluhan Uang Sorga Pebisnis Untuk Tuhan.

Konsep memberi perpuluhan dari penghasilan/pendapatan untuk Tuhan sangat berbeda dengan konsep memberi perpuluhan uang Sorga untuk Tuhan. Bila dari penghasilan/pendapatan usaha dengan keuntungan ada Rp 2.000.000 maka banyaknya perpuluhan yang harus diberi untuk Tuhan adalah sebesar 10% x Rp 2.000.000 = Rp 200.000. Tetapi dengan konsep uang Sorga pada bisnis/usaha, bila dari penghasilan/pendapatan usaha sebagai uang Sorga ada Rp 2.000.000 maka banyaknya perpuluhan yang harus diberi untuk Tuhan adalah menjadi > Rp 200.000 (lebih besar dari Rp 200.000)  seiring bulan demi bulan. 
Hidup yang bermurah hati, memberi apa yang kita punya untuk sesama atau untuk Tuhan bukan berarti harta kita akan berkurang, tetapi justru dengan memberi maka kita pun akan diberi sehingga kita memperoleh hidup berkelimpahan, hal demikian inilah berkaitan dengan apa yang dinamakan “financial spiritual”.
Maleakhi 3: 10-12
 3:10 Bawalah seluruh persembahan persepuluhan itu ke dalam rumah perbendaharaan,  supaya ada persediaan makanan di rumah-Ku dan ujilah Aku, firman TUHAN semesta alam, apakah Aku tidak membukakan bagimu tingkap-tingkap langit dan mencurahkan berkat  kepadamu  sampai berkelimpahan. 
3:11 Aku akan menghardik bagimu belalang pelahap, supaya jangan dihabisinya  hasil tanahmu dan supaya jangan pohon anggur di padang tidak berbuah  bagimu, firman TUHAN semesta alam. 
3:12 Maka segala bangsa akan menyebut kamu berbahagia,  sebab kamu ini akan menjadi negeri  kesukaan, firman TUHAN semesta alam.

Dengan bermurah hati “memberi” bagi orang lain atau memberi perpuluhan untuk Tuhan, kita tidak akan menjadi miskin atau merugi dalam financial. Orang miskin/yang tidak mampu membutuhkan bantuan uluran tangan dari kita yang mampu dalam hal keuangan.
Ulangan 15:11 Sebab orang-orang miskin  tidak hentinya akan ada di dalam negeri itu; itulah sebabnya aku memberi perintah kepadamu, demikian: Haruslah engkau membuka tangan lebar-lebar bagi saudaramu, yang tertindas dan yang miskin di negerimu.

Mrk 14:7 Karena orang-orang miskin selalu ada padamu, dan kamu dapat menolong mereka, bilamana kamu menghendakinya, tetapi Aku tidak akan selalu bersama-sama kamu.

Dan kita yang mampu dalam hal keuangan yang memiliki usaha atau bisnis, janganlah hidup bermalas-malasan, sebab tangan yang malas mendatangkan kemiskinan, tapi tangan yang rajin mendatangkan kekayaan. Kita jangan mau jadi orang miskin, dan Tuhan pun tidak mau melihat umat-Nya ada dalam kemiskinan, bila seorang miskin maka ia pun hanya akan dapat memberi sedikit untuk Tuhan, apalagi memberi untuk orang lain, sebab Firman Tuhan berkata:
Ayb 30:25 Bukankah aku menangis karena orang yang mengalami hari kesukaran? Bukankah susah hatiku karena orang miskin?
Ams 22:7 Orang kaya menguasai orang miskin, yang berhutang menjadi budak dari yang menghutangi.
Ams 14:20 Juga oleh temannya orang miskin itu dibenci, tetapi sahabat orang kaya itu banyak.
Ams 19:4 Kekayaan menambah banyak sahabat, tetapi orang miskin ditinggalkan sahabatnya.
Ams 10:15 Kota yang kuat bagi orang kaya ialah hartanya, tetapi yang menjadi kebinasaan bagi orang melarat ialah kemiskinannya.
Ams 13:8 Kekayaan adalah tebusan nyawa seseorang, tetapi orang miskin tidak akan mendengar ancaman.
Ams 19:7 Orang miskin dibenci oleh semua saudaranya, apalagi sahabat-sahabatnya, mereka menjauhi dia. Ia mengejar mereka, memanggil mereka tetapi mereka tidak ada lagi.
Ams 18:23 Orang miskin berbicara dengan memohon-mohon, tetapi orang kaya menjawab dengan kasar.
Pkh 9:16 Kataku: “Hikmat lebih baik dari pada keperkasaan, tetapi hikmat orang miskin dihina dan perkataannya tidak didengar orang.

Dan kita yang mempunyai pekerjaan atau usaha/bisnis yang bisa menghasilkan pendapatan uang atau harta patut kita bersenang hati oleh hal itu, dan pendapatan uang/harta itu kita jadikan sebagai uang/harta Sorga.
Pkh 5:19 Setiap orang yang dikaruniai Allah kekayaan dan harta benda dan kuasa untuk menikmatinya, untuk menerima bahagiannya, dan untuk bersukacita dalam jerih payahnya--juga itupun karunia Allah.

Tetapi ingatlah bila kita telah beroleh banyak harta kekayaan janganlah menjadi pelit memberi untuk Tuhan apalagi memberi untuk sesama, dan jangan terburu nafsu hendak menjadi kaya, sebab orang yang tergesa gesa hendak menjadi kaya adalah seperti air kran yang mengalir deras ke sebuah pinggan, akhirnya banyak air yang tumpah, tapi orang yang mengumpulkan harta sedikit demi sedikit adalah seperti tuak aren yang setetes demi setetes masuk ke wadahnya, akhirnya wadah itu terisi penuh dan tidak ada yang tumpah, dan ada tertulis:
Ams 13:11 Harta yang cepat diperoleh akan berkurang, tetapi siapa mengumpulkan sedikit demi sedikit, menjadi kaya.
Ams 28:22 Orang yang kikir tergesa-gesa mengejar harta, dan tidak mengetahui bahwa ia akan mengalami kekurangan. 
Ams 23:4 Jangan bersusah payah untuk menjadi kaya, tinggalkan niatmu ini.
Ams 28:11 Orangkaya menganggap dirinya bijak, tetapi orang miskin yang berpengertian mengenal dia.
Why 3:17 Karena engkau berkata: Aku kaya dan aku telah memperkayakan diriku dan aku tidak kekurangan apa-apa, dan karena engkau tidak tahu, bahwa engkau melarat, dan malang, miskin, buta dan telanjang, 
Ayb 20:10 Anak-anaknya  harus mencari belas kasihan orang miskin, dan tangannya sendiri harus mengembalikan kekayaannya.
Ams 13:7 Ada orang yang berlagak kaya, tetapi tidak mempunyai apa-apa, ada pula yang berpura-pura miskin, tetapi hartanya banyak.
Yak 1:10 dan orang kaya karena kedudukannya yang rendah sebab ia akan lenyap seperti bunga  rumput.
Yak 1:11 Karena matahari terbit dengan panasnya  yang terik dan melayukan rumput itu, sehingga gugurlah bunganya dan hilanglah semaraknya. Demikian jugalah halnya dengan orang kaya; di tengah-tengah segala usahanya ia akan lenyap.
Mrk 10:25 Lebih mudah seekor unta melewati lobang jarum dari pada seorang kaya masuk ke dalam Kerajaan Allah. 
Mat 19:24 Sekali lagi Aku berkata kepadamu, lebih mudah seekor unta masuk melalui lobang jarum dari pada seorang kaya masuk ke dalam Kerajaan Allah.
Luk 6:24 Tetapi celakalah kamu, hai kamu yang kaya , karena dalam kekayaanmu kamu telah memperoleh penghiburanmu.
Ams 11:28 Siapa mempercayakan diri kepada kekayaannya akan jatuh;  tetapi orang benar akan tumbuh seperti daun muda.
Ams 22:1 Nama baik lebih berharga dari pada kekayaan besar, dikasihi orang lebih baik dari pada perak dan emas. 

Matematika Ekonomi Tentang Uang Sorga, dan Kaitannya Dengan Hitungan Perpuluhan.

Banyak teori matematika dan ekonomi yang dipakai oleh para pengusaha dalam menjalankan bisnisnya dan mereka memperoleh penghasilan lebih dari cukup, tetapi mereka selalu merasa masih berkekurangan materi dan tidak bahagia, hal ini disebabkan oleh salah satu faktor karena mereka tidak menerapkan prinsip “financial spiritual” dalam menjalankan usaha/bisnisnya.
Dalam sebuah usaha/perusahaan, “financial spiritual” menekankan perlunya pembentukan modal usaha di selama range waktu siklus usaha, bukanlah diawal waktu/masa mula berdirinya usaha/perusahaan tersebut, hal modal ini dinamakan “capital future”.
Prinsip ekonomi yang berbunyi: Dengan pengorbanan yang sedikit untuk memperoleh keuntungan yang sebesar- besarnya, tidak selamanya membawa usaha/perusahaan dalam kelancaran bisnis. Tergesa gesa mencari keuntungan yang sangat besar, sering menjadi penyebab berkurangnya konsumen/para pelanggan produk sehingga mereka lari mencari orang/penjual lain yang mau memberi harga lebih murah. Tetapi prinsip “financial spiritual” menekankan perlunya berbelas kasih dengan memberi produk dalam performa harga jual yang pantas dalam tawaran harga yang semakin murah.
1Tim 6:18 Peringatkanlah agar mereka itu berbuat baik, menjadi kaya dalam kebajikan, suka memberi dan membagi.
Mzm 112:5 Mujur orang yang menaruh belas kasihan dan yang memberi pinjaman, yang melakukan urusannya dengan sewajarnya.
Ams 19:17 Siapa menaruh belas kasihan kepada orang yang lemah, memiutangi TUHAN , yang akan membalas perbuatannya itu.
Ams 28:27 Siapa memberi kepada orang miskin  tak akan berkekurangan,  tetapi orang yang menutup matanya akan sangat dikutuki.
Ams 11:24 Ada yang menyebar harta, tetapi bertambah kaya , ada yang menghemat secara luar biasa, namun selalu berkekurangan.
Mat 19:21 Kata Yesus kepadanya: "Jikalau engkau hendak sempurna,  pergilah, juallah segala milikmu  dan berikanlah itu kepada orang-orang miskin,  maka engkau akan beroleh harta di sorga,  kemudian datanglah ke mari dan ikutlah Aku."
1 Tim 6:17 Peringatkanlah kepada orang-orang kaya  di dunia ini agar mereka jangan tinggi hati dan jangan berharap pada sesuatu yang tak tentu seperti kekayaan,  melainkan pada Allah  yang dalam kekayaan-Nya memberikan kepada kita segala sesuatu untuk dinikmati.

Prinsip “financial spiritual” juga menekankan perlunya pengusaha/pebisnis dalam menjalankan kegiatan usaha/perusahaan-nya dibuat bersiklus (circular business) dimana “bulan terakhir di suatu siklus adalah menjadi bulan awal di siklus berikutnya”. Dan juga “financial spiritual” menekankan para pengusaha/pebisnis harus jujur, jangan mau cepat kaya, dan jangan sampai melupakan Tuhan, sebab Tuhan-lah yang akan menolong kemajuan usaha/bisnis tersebut.
Ams 10:22 Berkat Tuhanlah yang menjadikan kaya, susah payah tidak akan menambahinya.
Yer 17:11 Seperti ayam hutan yang mengerami yang tidak ditelurkannya, demikianlah orang yang menggaruk kekayaan secara tidak halal, pada pertengahan usianya ia akan kehilangan semuanya, dan pada kesudahan usianya ia terkenal sebagai seorang bebal.
Ams 28:20 Orang yang dapat dipercaya mendapat banyak berkat , tetapi orang yang ingin cepat menjadi kaya, tidak akan luput dari hukuman.
Luk 12:21  Demikianlah jadinya dengan orang yang mengumpulkan harta bagi dirinya sendiri, jikalau ia tidak kaya di hadapan Allah. "
Pkh 6:2  Orang yang dikaruniai Allah kekayaan, harta benda dan kemuliaan sehingga ia tak kekurangan suatupun yang diingininya, tetapi orang itu tidak dikaruniai kuasa oleh Allah untuk menikmatinya,  melainkan orang lain yang menikmatinya! Inilah kesia-siaan dan penderitaan yang pahit.

Dalam menjalankan kegiatan bisnis/usaha/perusahaan, tidak mungkin tidak akan menemui hambatan atau masalah keuangan penyebab tidak tercapainya sukses. Sekarang, mari kita selidiki perkara permasalahan/badai keuangan ini dan kita selesaikan menurut konsep ‘financial spiritual’ dan menurut firman Tuhan, agar kita berada dalam jalur yang benar, aman dan memberi kesuksesan dalam mengelola keuangan kita.
Ayb 29:16 aku menjadi bapa bagi orang miskin, dan perkara orang yang tidak kukenal, kuselidiki.

 
  
Kita ambil contoh seorang pebisnis/konsultan Oriflame yang berjual-beli produk kosmetik/perawatan diri. Pertama-tama ia harus jujur, adil, tagwa, rajin dan arif, tahu diri berapa besar kemampuan sumber daya-nya, berapa modal awal usahanya. Konsep ‘financial spiritual’ tentang “capital future” memberi keringanan modal yang lebih murah dari nilai semestinya. Bila menurut ekonomi konvensional bahwa dalam 5 bulan harus ada modal uang sebesar Rp 3.750.000 disaat awal berusaha, tetapi dengan memakai konsep ‘financial spiritual’ cukup hanya bermodal Rp 3.000.000 saja yang harus disediakan dalam rentang waktu 5 bulan, tetapi bukan saat diawal usaha. Modal usaha segitu didapat dari hitungan Belanja Produk (BP) disetiap bulan bahwa 1 BP = belanja sebesar Rp 7.500, dan karena setiap bulannya harus Tutup Poin (TuPo) sebanyak 100 BP maka modal uang yang harus dikeluarkan untuk belanja produk adalah sebesar Rp 7.500 x 100 = Rp 750.000 yang dilakukan di bulan pertama.
Selama 4 bulan melakukan belanja/mengorder produk adalah akan menjadi 4 x rp 750.000 = rp 3.000.000, uang modal Rp 3.000.000 ini kita namakan dengan istilah “Uang Sorga Pebisnis”, bukan uang pribadi atau uang usaha/perusahaan atau uang lainnya, uang ini tidak boleh dikutak katik alias di-kong kali kong, tapi uang ini harus kita gandakan terus menerus dalam berbisnis. Anggaplah uang Sorga Pebisnis ini merupakan sebuah "talenta" seperti yang disabdakan oleh Yesus Kristus:

Matius 25: 14-23  Perumpamaan tentang talenta
25:14 "Sebab hal Kerajaan Sorga sama seperti seorang yang mau bepergian ke luar negeri, yang memanggil hamba-hambanya dan mempercayakan hartanya kepada mereka. 25:15 Yang seorang diberikannya lima talenta, yang seorang lagi dua dan yang seorang lain lagi satu, masing-masing menurut kesanggupannya, lalu ia berangkat.25:16 Segera pergilah hamba yang menerima lima talenta itu. Ia menjalankan uang itu lalu beroleh laba lima talenta. 25:17 Hamba yang menerima dua talenta itupun berbuat demikian juga dan berlaba dua talenta. 25:18 Tetapi hamba yang menerima satu talenta itu pergi dan menggali lobang di dalam tanah lalu menyembunyikan uang tuannya.25:19 Lama sesudah itu pulanglah tuan hamba-hamba itu lalu mengadakan perhitungan dengan mereka. 25:20 Hamba yang menerima lima talenta itu datang dan ia membawa laba lima talenta, katanya: Tuan, lima talenta tuan percayakan kepadaku; lihat, aku telah beroleh laba lima talenta. 25:21 Maka kata tuannya itu kepadanya: Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia; engkau telah setia dalam perkara  kecil, aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar. Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan tuanmu. 25:22 Lalu datanglah hamba yang menerima dua talenta itu, katanya: Tuan, dua talenta tuan percayakan kepadaku; lihat, aku telah beroleh laba dua talenta. 25:23 Maka kata tuannya itu kepadanya: Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia, engkau telah setia memikul tanggung jawab dalam perkara  yang kecil, aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar. Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan tuanmu. 25:24Kini datanglah juga hamba yang menerima satu talenta itu dan berkata: Tuan, aku tahu bahwa tuan adalah manusia yang kejam yang menuai di tempat di mana tuan tidak menabur dan yang memungut dari tempat di mana tuan tidak menanam. 25:25 Karena itu aku takut dan pergi menyembunyikan talenta tuan itu di dalam tanah: Ini, terimalah kepunyaan tuan! 25:26 Maka jawab tuannya itu: Hai kamu, hamba yang jahat dan malas, jadi kamu sudah tahu, bahwa aku menuai di tempat di mana aku tidak menabur dan memungut dari tempat di mana aku tidak menanam? 25:27 Karena itu sudahlah seharusnya uangku itu kauberikan kepada orang yang menjalankan uang, supaya sekembaliku aku menerimanya serta dengan bunganya. 25:28 Sebab itu ambillah talenta itu dari padanya dan berikanlah kepada orang yang mempunyai sepuluh talenta itu. 25:29 Karena setiap orang yang mempunyai, kepadanya akan diberi, sehingga ia berkelimpahan. Tetapi siapa yang tidak mempunyai, apapun juga yang ada padanya akan diambil dari padanya. 25:30 Dan campakkanlah hamba yang tidak berguna itu ke dalam kegelapan yang paling gelap. Di sanalah akan terdapat ratap dan kertak gigi."

Dalam menjalankan bisnis/usaha oriflame ini, prinsip ‘financial spiritual’ mengupayakan pelaku bisnisnya mengumpulkan uang/harta di Sorga, bukan di bumi ini, sebab mengumpulkan harta kekayaan di bumi ini akan binasa dimakan ngengat dan karat. Pekerjaan dan pelayanan seorang pebisnis adalah demi untuk Tuhan.
.
Matius 6: 19-24  Hal mengumpulkan harta
6:19 "Janganlah kamu mengumpulkan harta di bumi;  di bumi ngengat dan karat merusakkannya dan pencuri membongkar serta mencurinya. 6:20 Tetapi kumpulkanlah bagimu harta di sorga;  di sorga ngengat dan karat tidak merusakkannya dan pencuri tidak membongkar serta mencurinya.  6:21 Karena di mana hartamu berada, di situ juga hatimu berada.  6:22 Mata adalah pelita tubuh. Jika matamu baik, teranglah seluruh tubuhmu; 6:23 jika matamu jahat, gelaplah seluruh tubuhmu. Jadi jika terang yang ada padamu gelap, betapa gelapnya kegelapan itu.6:24 Tak seorangpun dapat mengabdi kepada dua tuan. Karena jika demikian, ia akan membenci yang seorang dan mengasihi yang lain, atau ia akan setia kepada yang seorang dan tidak mengindahkan yang lain. Kamu tidak dapat mengabdi kepada Allah dan kepada Mamon.


Dan inilah hitung-hitungan uang Sorga Pebisnis tersebut:

Bulan Ke-1 :
Belanja Produk 100 BP = Rp 750.000.
Dengan memakai modal/uang Sorga Pebisnis untuk belanja produk Rp 750.000 inilah merupakan ibarat benih pertama yang ditabur di ladang Tuhan, menabur di lahan yang subur dengan memakai benih yang berkualitas dan unggul.

 Kejadian 26:12 Maka menaburlah Ishak di tanah itu dan dalam tahun itu juga ia mendapat hasil seratus kali lipat;  sebab ia diberkati  TUHAN. 
Kita lihat nanti dibagian akhir tulisan ini kelanjutan nats ini yaitu Kejadian 26:13.

Dalam menjual produk, performa harga jual yang diterapkan adalah memberi tawaran harga yang semakin murah bagi konsumen, alur penjualan produk dapat digambarkan seperti berikut di bawah ini:


Menjual produk disetiap bulan dengan keuntungan tertinggi yang diperbolehkan adalah 23% dan keuntungan terendah adalah 7,67%, sehingga rata-rata keuntungan adalah [(23% + 7,67%) / 2] = 15,33% disetiap bulan, ini dilakukan karena berbelas kasih “memberi” performa harga jual yang dapat diterima oleh konsumen dengan harga murah sesuai prinsip financial spiritual.
Jika produk laris terjual semua, maka akan dapat uang penjualan sebesar Rp 864.975 per bulan.
Hitungannya sbb:
Total penjualan produk disetiap bulan = Rp 750.000 + (15,33% x Rp 750.000) = Rp 750.000 + Rp 114.975 = Rp 864.975.
Belanja produk di bulan pertama, lalu menjualnya hingga ke bulan kedua.

Bulan Ke-2 :
Jualan produk, katakanlah laku hanya sekitar 52%, sehingga dapat uang penjualan sebesar Rp 450.000.
Sisa produk yang belum terjual adalah bernilai Rp (864.975 - 450.000) = Rp 414.975.
Dari hasil uang penjualan Rp 450.000 ini akan diberi perpuluhan untuk Tuhan sebesar 10% x Rp 450.000 = Rp 45.000
Nah, dibulan ke-2 sudah terkumpul uang Sorga Pebisnis dari hasil usaha/penjualan sebagai Pundi-pundi Sorga yaitu sebesar Rp 450.000 - Rp 45.000 = Rp 405.000, uang Sorga Pebisnis ini tidak boleh di kutak-katik selama 1 siklus usaha (beberapa bulan). uang Sorga ini hanya  boleh kita gandakan kembali agar terus menerus menjadi lebih banyak lagi.
Dan masih dibulan ke-2 kembali melakukan Belanja Produk 100 BP = Rp 750.000.
Belanja produk di bulan kedua, lalu menjualnya hingga ke bulan ketiga.

Bulan Ke-3 :
Jualan produk, katakanlah laku hanya sekitar 52%, sehingga dapat uang penjualan sebesar Rp 450.000.
Sisa produk yang belum terjual adalah bernilai Rp (864.975 - 450.000) = Rp 414.975. + sisa produk bulan ke-1.
Dibulan ke-3 sudah terkumpul uang Sorga Pebisnis dari hasil usaha/penjualan sebagai Pundi-pundi Sorga yaitu sebesar Rp 450.000 + Rp 405.000 = Rp 855.000,
dari uang Sorga Pebisnis ini diberi perpuluhan untuk Tuhan sebesar 10% x Rp 855.000 = Rp 85.500.
Nah, dibulan ke-3 sudah terkumpul uang Sorga Pebisnis dari hasil usaha/penjualan sebagai Pundi-pundi Sorga yaitu sebesar Rp 855.000 - Rp 85.500 = Rp 769.500, uang Sorga Pebisnis ini tidak boleh di kutak-katik selama 1 siklus usaha. uang Sorga Pebisnis ini hanya  boleh kita gandakan kembali agar menjadi lebih banyak lagi.
Dan masih dibulan ke-3 kembali melakukan Belanja Produk 100 BP = Rp 750.000.
Belanja produk di bulan ketiga, lalu menjualnya hingga ke bulan keempat.

Bulan Ke-4 :
Jualan produk lagi, katakanlah laku hanya sekitar 52%, sehingga dapat uang penjualan sebesar Rp 450.000.
Sisa produk yang belum terjual adalah bernilai Rp (864.975 - 450.000) = Rp 414.975. + sisa produk bulan ke-2 + sisa produk bulan ke-1.
Dibulan ke-4 sudah terkumpul Uang Sorga Pebisnis dari hasil usaha/penjualan sebagai Pundi-pundi Sorga yaitu sebesar Rp 450.000 + Rp 769.500 = Rp 1.219.500,
dari uang Sorga Pebisnis ini diberi perpuluhan untuk Tuhan sebesar 10% x Rp 1.219.500 = Rp 121.950.
Nah, dibulan ke-4 sudah terkumpul uang Sorga Pebisnis dari hasil usaha/penjualan sebagai Pundi-pundi Sorga yaitu sebesar Rp 1.219.500 – Rp 121.950 = Rp 1.097.550, uang Sorga Pebisnis ini tidak boleh di kutak-katik selama 1 siklus usaha. uang Sorga ini hanya  boleh kita gandakan kembali agar menjadi lebih banyak lagi.
Dan masih dibulan ke-4 kembali melakukan Belanja Produk 100 BP = Rp 750.000.
Belanja produk di bulan keempat, lalu menjualnya hingga ke bulan kelima.

Bulan Ke-5 :
Jualan produk, katakanlah laku hanya sekitar 52%, sehingga dapat uang penjualan sebesar Rp 450.000.
Sisa produk yang belum terjual adalah bernilai Rp (864.975 - 450.000) = Rp 414.975. + sisa produk bulan ke-3 + sisa produk bulan ke-2 + sisa produk bulan ke-1.
Dibulan ke-5 sudah terkumpul uang Sorga Pebisnis dari hasil usaha/penjualan sebagai Pundi-pundi Sorga yaitu sebesar Rp 450.000 + Rp 1.097.550 = Rp 1.547.550, dari uang Sorga Pebisnis ini diberi perpuluhan untuk Tuhan sebesar 10% x Rp 1.547.550 = Rp 154.755.
Nah, dibulan ke-5 sudah terkumpul uang Sorga Pebisnis dari hasil usaha/penjualan sebagai Pundi-pundi Sorga yaitu sebesar Rp 1.547.550 - Rp 154.755= Rp 1.392.795, uang Sorga ini tidak boleh di kutak-katik selama 1 siklus usaha. uang Sorga ini hanya  boleh kita gandakan kembali agar menjadi lebih banyak lagi.
Pundi-pundi uang Sorga Pebisnis sebesar Rp 1.392.795 ini, baru bisa kita gandakan dengan melakukan kembali Belanja Produk 100 BP = Rp 750.000 di bulan ke-6 (dibulan ke-1 siklus berikutnya yang ke-2) bila menerapkan ada dalam 5 bulan Siklus Uang Modal (SUM).  Jadi dengan demikian kegiatan usaha/bisnis berlangsung terus menerus dari siklus 1 ke siklus ke-2 ke siklus berikut berikutnya di sepanjang tahun disetiap nama bulannya.
Jadi setiap satu siklus usaha/bisnis ada diterapkan dalam 5 bulan, siklus ke-1 ada di bulan ke-1  s/d  bulan ke-5, siklus ke-2 ada di bulan ke-5  s/d  bulan ke-9, siklus ke-3 ada di bulan ke-9  s/d  bulan ke-1 tahun berikutnya, demikian terus menerus siklus berganti siklus usaha tetap berjalan terus.
Di siklus ke-1 saja selama 5 bulan, uang modal Rp 3.000.000 harus sudah terkumpul dan habis terpakai belanja produk di 4 bulan (4 kali belanja) = 4 x Rp 750.000 = Rp 3.000.000.
Rata-rata keuntungan penjualan setiap bulan adalah 15,33% (keuntungan tertinggi adalah 23%, dan keuntungan terendah adalah 7,67%, sehingga rata-rata keuntungan adalah [(23% + 7,67%) / 2] = 15,33% disetiap bulan).
Total keseluruhan perpuluhan untuk Tuhan dari uang Sorga ini selama 4 bulan (di 5 bulan siklus ke-1) adalah = Rp 45.000 + Rp 85.500 + Rp 121.950 + Rp 154.755 = Rp 407.205 yang jauh nilainya lebih besar jika dihitung perpuluhan dari keuntungan usaha menurut hitungan perpuluhan biasa, sebagai berikut:
Total perpuluhan hitungan biasa selama 4 bulan = 10% x [4 x {(Rp 750.000 x 15,33%) + Rp 750.000}]  atau = 10% x {(Rp 3.000.000 x 15,33%) + Rp 3.000.000} = 10% x Rp 3.459.900 = Rp 345.990.

Lebih rinci hitungan Uang Sorga Pebisnis yang didapat adalah berikut ini:
Total penjualan produk disetiap bulan jika semua laku = Rp 750.000 + (15,33% x Rp 750.000) = Rp 750.000 + Rp 114.975 = Rp 864.975.
Tapi di setiap bulan, produk hanya habis terjual 52% = Rp 450.000.
Total produk yang terjual 52% itu, selama 4 bulan = 4 x Rp 450.000 = Rp 1.800.000.
Di setiap bulan, ada sisa produk yang belum terjual sebesar Rp 864.975 – Rp 450.000 = Rp 414.975.
Total sisa produk yang belum terjual selama 4 bulan = 4 x Rp 414.975 = Rp 1.659.900.
Total Pundi-pundi uang Sorga Pebisnis sebesar Rp 1.392.795.
Total uang Sorga + nilai rupiah sisa produk selama 4 bulan = Rp 1.392.795 + Rp Rp 1.659.900 = Rp 3.052.695
Bila nilai Rp 3.052.695 ini ditambahkan dengan total perpuluhan uang Sorga Pebisnis untuk Tuhan selama 4 bulan yang Rp 407.205 akan didapat Total keseluruhan uang Sorga Pebisnis bersama keuntungan yang didapat yaitu Rp 3.052.695 + Rp 407.205 = Rp 3.459.900.
Nilai Rp 3.459.900 ini sama dengan nilai keseluhan pendapatan jika semua barang habis terjual dalam 4 bulan dari pemakaian modal Rp 3.000.000 selama 5 bulan (1 siklus) tersebut, yaitu = Modal + keuntungan = {Rp 3.000.000 + (15,33% x Rp 3.000.000)} = Rp 3.000.000 + Rp 459.900 = Rp 3.459.900.

Akhirnya, si pengusaha/pebisnis dengan kerja kerasnya dan dengan mengandalkan Tuhan, ia telah memperoleh kesuksesaan dalam financial, kebahagiaan hidup menyukakan hati Tuhan.

Kesuksesan Penerapaan Uang Sorga Pebisnis:
Ada beberapa poin penting yang didapat dalam menerapkan Uang Sorga Pebisnis ini, yaitu:
1.  1. Telah memberi untuk Tuhan berupa perpuluhan yang lebih dari semestinya, tetapi tidak terlalu lebih. Yang seharusnya perpuluhan Rp 345.990, tapi telah dapat memberi lebih yaitu sebesar Rp 407.205.
2. 2. Si pebisnis masih bisa belanja produk di bulan ke-5 atau di bulan ke-1 siklus berikutnya dengan memakai uang Pundi-pundi Sorga yang terkumpul Rp 1.392.795.
3.  3. Sisa produk yang belum terjual, masih memungkinkan bisa dijual lagi:
-          Sisa produk bulan ke-2 bisa terjual di bulan ke-3
-          Sisa produk bulan ke-2 dan ke-3 bisa terjual di bulan ke-4
-          Sisa produk bulan ke-2, ke-3 dan ke-4 bisa terjual di bulan ke-5
-      Sisa produk bulan ke-2, ke-3, ke-4 dan bulan ke-5 (bulan ke-1 siklus berikutnya) bisa terjual di bulan ke-6 (bulan ke-2 siklus berikutnya).
4. 4. Usaha/Bisnis mengalami “next to the level business” di siklus-siklus berikutnya di sepanjang tahun:
-          Dari siklus 1 (bulan ke-1 s/d bulan ke-5) ke siklus 2 (bulan ke-5 s/d bulan ke-9).
-          Dari siklus 2 (bulan ke-5 s/d bulan ke-9) ke siklus 3 (bulan ke-9 s/d bulan ke-1 tahun berikutnya).
-          Dan seterusnya hingga siklus ke-n yang tak terbatas.
5.  5. Si pebisnis/konsultan akan memperoleh banyak keuntungaan, apalagi bila ia mampu berbelanja 150 BP (sekitar 150 x Rp 7.500 = Rp 1.125.000) setiap bulannya, maka ia akan memperoleh hadiah bulanan berupa diskon -50% untuk 1 produk (hadiah bulanan ini jika dijual akan menjadi uang Sorga lagi), biasanya member membeli produk BC yang harga mahal agar besar dapat potongan harganya (jika produk BC ini dijual akan menjadi uang Sorga Pebisnis lagi), ia juga akan memperoleh deposit rupiah akibat dari banyaknya member lain dari satu jaringan bisnis yang sama yang aktif berbelanja di bulan kemarin (deposit rupiah ini  bisa dipakai untuk uang belanja produk di bulan sedang berjalan), bila level konsultan meningkat akan memungkinkan ia memperoleh komisi dan atau reward dari perusahaan atau dapat banyak hadiah besar lainnya, bahkan bisa ikut jalan-jalan keliling dunia, conference ke luar negeri.

Kesimpulan:

Dari uraian diatas dapat kita tarik kesimpulan, sebagai berikut:
1.      Prinsip ‘Financial spiritual’ menekankan perlunya pemakaian modal “capital future”, cukup menyediakan modal hanya Rp 3.000.000 saja dalam rentang waktu 5 bulan, (modal disediakan bukan di awal bulan, tapi modal ada selama masa 5 bulan), jadi di setiap bulan disediakan modal sebesar Rp 750.000, bukanlah Rp 937.500.
Total modal selama 5 bulan yang seharusnya adalah 5 x Rp 750.000 = Rp 3.750.000 (karena 1 BP = 7.500, dan 100 BP = 750.000), tapi selama 5 bulan cukup modal hanya Rp 3.000.000 saja, bila menerapkan 5 bulan Siklus Uang Modal (SUM).
2.     Si pebisnis telah memperoleh keuntungan modal sebesar Rp 750.000. Dan dalam menjalankan usaha, si pebisnis telah menerapkan berbelas kasih dengan “memberi” performa harga jual sehingga akan memperoleh keuntungan penjualan rata-rata sebesar 15,33% per bulannya.
Keuntungan penjualan rata-rata dalam 5 bulan = (n-1) x 15,33% = (5-1) x 15,33% = 4 x 15,33% = 61,32%.
Bisnis dibuat bersiklus (circular business), bahwa “bulan terakhir bisnis di suatu siklus menjadi bulan awal bisnis di siklus berikutnya”, sehingga dalam 1 tahun ada 3 siklus bisnis bila menerapkan ada Siklus Uang Modal (SUM), dalam 5 bulan yaitu:
-          Siklus I : bulaan ke-1  s/d  bulan ke-5
-          Siklus II : bulaan ke-5  s/d  bulan ke-9
-          Siklus III : bulaan ke-9  s/d  bulan ke-1 tahun berikutnya.
3.     Uang Sorga Pebisnis tidak akan pernah habis, selalu lebih baik (bertambah banyak lagi) dari sebelumnya, seiring berjalannya hari yang dilalui, bulan berganti bulan, tahun berganti tahun, namun Uang Sorga Pebisnis akan berkembang terus.
4.     Bisnis yang menerapkan prinsip ‘financial spiritual’, bisnisnya takkan pernah collaps atau bangkrut. Bisnis jalan terus dalam keberuntungannya, sehingga uang/harta kekayaan akan terkumpul sedikit demi sedikit dan akhirnya akan membukit tambah banyak menjadi semakin kaya sebagai kumpulan harta di Sorga.

Kej 26:13 Dan orang itu menjadi kaya, bahkan kian lama kian kaya, sehingga ia menjadi sangat kaya. 

(Nats di atas merupakan kelanjutan dari nats Kejadian 26:12 di pembahasan sebelumnya).

Dan akhirnya, siapa pun yang ikut menjadi pengusaha/pebisnis oriflame dengan memakai konsep Pundi-pundi uang Sorga Pebisnis dalam financial spiritual ini, ia akan akan menjadi orang kaya dan berbahagia yang menyukakan hati Tuhan.

Ul 15:4 Maka tidak akan ada orang miskin di antaramu, sebab sungguh TUHAN akan memberkati engkau di negeri yang diberikan TUHAN, Allahmu, kepadamu untuk menjadi milik pusaka.

Untuk mendukung materi tulisan ini, pembaca dapat melihat tulisan dari penulis tentang Siklus Uang Modal (SUM) dan Siklus Harga Produk (SHP) di website yang sama, di https://pmdsesawiak.blogspot.com/2018/12/siklus-uang-modal-sum-dan-siklus-harga.html, dan juga https://pmdsesawiak.blogspot.com/2018/12/orderan-produk-bisnis-oriflame.html

NATS FIRMAN TUHAN TENTANG RESEP ANTI MISKIN

Kejadian 26: 12-13
26:12 Maka menaburlah Ishak di tanah itu dan dalam tahun itu juga ia mendapat hasil seratus kali lipat;  sebab ia diberkati  TUHAN. 
26:13 Dan orang itu menjadi kaya, bahkan kian lama kian kaya, sehingga ia menjadi sangat kaya.
Maleakhi 3: 10-12
 3:10 Bawalah seluruh persembahan persepuluhan itu ke dalam rumah perbendaharaan,  supaya ada persediaan makanan di rumah-Ku dan ujilah Aku, firman TUHAN semesta alam, apakah Aku tidak membukakan bagimu tingkap-tingkap i  langit dan mencurahkan j  berkat  kepadamu  sampai berkelimpahan. 
3:11 Aku akan menghardik bagimu belalang pelahap, supaya jangan dihabisinya  hasil tanahmu dan supaya jangan pohon anggur di padang tidak berbuah  bagimu, firman TUHAN semesta alam. 
3:12 Maka segala bangsa akan menyebut kamu berbahagia,  sebab kamu ini akan menjadi negeri  kesukaan, firman TUHAN semesta alam.
2:25 Aku akan memulihkan kepadamu tahun-tahun yang hasilnya dimakan habis oleh belalang  pindahan, belalang pelompat, belalang pelahap dan belalang pengerip, tentara-Ku  yang besar yang Kukirim ke antara kamu.

Janji ini tergantung pada kerendahan hati dan kesetiaan umat Allah kepada-Nya. Jikalau mereka menjadi sombong dan kembali kepada jalan-jalan dosa, berkat-berkat Allah akan ditahan dan hukuman-Nya akan menyusul.

2:26 Maka kamu akan makan banyak-banyak dan menjadi kenyang,  dan kamu akan memuji-muji  nama TUHAN, Allahmu, yang telah memperlakukan kamu dengan ajaib;  dan umat-Ku tidak akan menjadi malu  lagi  untuk selama-lamanya.