Dapatkan Uang, klik link ini http://projects.id/uangberkah

Selasa, 04 Oktober 2022

GEREJA (TUBUH KRISTUS) LEBIH BESAR DARI BUMI

 

BAIT SUCI/GEREJA (TUBUH KRISTUS) LEBIH BESAR DARI BUMI

Seri Tubuh Kristus (Bagian 2)

(Oleh: Anggota Tubuh Kristus, SR.Pakpahan,SST)


 

Pada daging/tubuh terikat perjanjian antara Tuhan di Sorga dengan manusia di bumi, sudah sewajarnya daging/tubuh itu boleh menderita karena demi nama Yesus, dan kita masing-masing menggenapkan apa yang kurang dalam penderitaan Kristus pada daging/tubuh kita untuk kepentingan pembangunan anggota-anggota tubuh Kristus lainnya. Jika kita menderita, hal itu menjadi penghiburan dan keselamatan bagi orang lain sehingga mereka beroleh kekuatan untuk dengan sabar menderita kesengsaraan yang sama seperti yang kita derita juga. Dengan jalan demikian kita yang telah menderita penderitaan badani, itu berarti kita telah berhenti berbuat dosa, dan lebih baik kita menderita karena berbuat baik yang dikehendaki Allah daripada kita menderita karena berbuat jahat.

Kolose 1: 24 Sekarang aku bersuka cita bahwa aku boleh menderita karena kamu, dan menggenapkan dalam dagingku apa yang kurang pada penderitaan Kristus, untuk tubuhNya, yaitu jemaat.

Semua penderitaan dan kesengsaraan yang manusia alami di bumi oleh karena berbuat kesalahan dan dosa itu telah ditanggungkan pada kematian tubuh Kristus di atas kayu salib, dengan jalan korban persembahan sempurna kematian Yesus di kayu salib, maka semua manusia akan memperoleh penebusan dosa dan memperoleh keselamatan hidup dari dunia yang semakin tak karuan. Ada terjadi 8 pertukaran besar di atas kayu salib, yaitu:

1.      Kita yang terkena hukuman, telah digantikan menjadi tertebus oleh Yesus (2 Kor 5: 21).

2.      Penyakit yang kita alami telah digantikan dengan Kesembuhan oleh Yesus (Yes 53: 4, Mat 8: 17), segala kelemahan fisik kita sudah ditanggung oleh Yesus di kayu salib.

3.      Kita yang berbuat salah telah menjadi dibenarkan oleh Yesus (2 Kor 5: 21), kita yang berbuat haram telah dihalalkan oleh Yesus di kayu salib.

4.      Kita yang mengalami maut telah digantikan menjadi hidup oleh Yesus (Rom 6: 23, Yoh 10: 10)

5.      Kita yang miskin telah diperkaya oleh Yesus (2 Kor 8: 9), ada iman dan ada pengharapan di dalam Yesus Kristus.

6.      Kita yang dipermalukan telah digantikan dimuliakan oleh Yesus (Ibr 12: 2)

7.      Kita yang mengalami penolakan telah digantikan penerimaan oleh Yesus (Mat 27: 46), kita yang tidak punya hak, tapi karena Kristus kita menjadi punya hak masuk ke dalam Kerajaan Sorga, kita yang tidak layak menjadi layak kita bagian dari Keluarga Allah.

8.      Kita yang terkutuk telah digantikan dengan memperoleh berkat oleh Yesus (Galatia 3: 13-14).

 

Semua pertukaran besar di atas kayu salib itu dalam penderitaan Kristus pada daging/tubuhNya, itupun masih kurang, oleh karena itu kita masing-masing menggenapkan apa yang kurang dalam penderitaan Kristus pada daging/tubuh kita ini untuk kepentingan pembangunan anggota-anggota tubuh Kristus lainnya. Hanya ada 1 hal kekurangan penderitaan Kristus itu yang harus digenapkan pada daging/tubuh kita ini sehingga genaplah keseluruhan penderitaan tubuh Kristus itu yaitu dalam kita ambil bagian dalam kodrat Ilahi di daerah/tempat kehidupan negasi, di wilayah musuh kita menderita tapi kita bukanlah sebagai musuh Allah, tapi sebagai Ulu balang Allah di wilayah musuh.

 

Bila kita berdiam diri saja tidak mau menggenapkan apa yang kurang dalam penderitaan Kristus itu, maka pasti ada yang hilang dari diri kita yaitu kita akan kehilangan penghiburan, kehilangan kata-kata indah, kehilangan kata-kata persetujuan, kehilangan kekuatan, tidak berbelas kasih, dan bila kita menderita maka penderitaan itu tidak akan menjadi lebih ringan.

Dunia yang semakin kejam, orang-orang lalim yang di dalamnya, dan tangan orang-orang fasik yang mencelakakan telah menjadi lawan kita anggota tubuh Kristus. Mereka yang hidup dalam kedagingan, sementara kita hidup dalam Roh dalam ajaran Firman Tuhan. Mereka yang menangkap, menuduh, dan menghakimi, mereka yang menerkam seperti singa, mereka yang menggertakan giginya dan pandangan matanya yang berapi-api, mereka yang mengangakan mulutnya, mereka yang menampar pipi dengan cercaan adalah musuh kebaikan, sementara kita mendoakan mereka para musuh.

Mat 5: 44 tetapi aku berkata kepadamu; Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu.

Mereka yang nyata menjadi musuh Allah karena mereka membuat kejahatan, hidup dalam kedagingan dalam kegelapan dunia, sudah kewajiban kita mendoakan dan melayani bagaimana agar mereka berbalik dari jalan kefasikan dan kejahatan mereka dapat kembali mereka ke jalan yang benar di jalan terang Tuhan. Inilah tugas pelayanan gereja atau anggot tubuh Kristus untuk melaksanakan Amanah Agung Yesus Kristus Tuhan yang tertulis di kitab Matius 28: 19 Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus. 

Jika mereka sudah dibaptis dan percaya dan mengaku bahwa Yesus Kristus adalah Tuhan dan juru selamat pribadi mereka masing-masing, maka mereka telah mengalami hidup yang baru (bukan hidup baru) dan ambil bagian dalam pelayanan baik dalam Pelayanan Tuhan, Pelayanan Keluarga, maupun Pelayanan Pekerjaan Tuhan dengan bersatu bersama anggota-anggota tubuh Kristus lainnya sebagai satu jemaat dalam bait suci (gereja)Nya menjadi satu Keluarga Rohani dalam Keluarga Allah.

Hidup baru beda dengan hidup yang baru, hidup baru artinya dua kata yang memiliki satu makna (kata majemuk), misalkan orang yang belum menikah menjadi menikah, atau orang yang pindah dari satu tempat ke tempat yang lain. Sedangkan hidup yang baru memiliki makna bahwa hidup kita yang tadinya dikendalikan oleh diri sendiri yang mana kekuatan, kebebasan, kemampuan diri sendiri itu yang akan semakin tidak berdaya telah digantikan/dipertukarkan dengan kekuatan kuasa Yesus kristus Tuhan yang akan segera menggantikannya sesuai kadar keimanan seseorang dalam kesatuan jemaat (ekklessia).

Pada intinya hidup yang baru  adalah kehidupan lama kita telah dikuburkan bersama-sama dengan Yesus oleh baptisan dalam kematianNya, supaya sama seperti Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati oleh kemuliaan Bapa, demikian juga kita akan hidup dalam hidup yang baru. Saat seseorang dilahirkan kembali (lahir baru) terjadi perubahan statusnya di hadapan Tuhan, manusia lamanya sudah dikuburkan, ia menjadi manusia baru, sudah menjadi anak-anak Tuhan, ia memiliki identitas Rohani yang baru yaitu (1) Ia menjadi ciptaan baru, (2) Ia menyandang status sebagai anak Allah, (3) Ia menjadi tempat kediaman Roh Kudus, (4) Ia mewarisi kehidupan kekal, (5) Ia memiliki otoritas Rohani (diberi Kuasa) untuk memerintah bersama Yesus Kristus Tuhan, dan (6) Ia memiliki Kasih setia dan Rahmat Tuhan.

Bait suci (gereja) merupakan tubuh Kristus, kata gereja berasal dari kata “Ekklessia” yang artinya perkumpulan  atau orang-orang yang dipanggil keluar”. Akar kata “gereja” bukan berhubungan dengan gedung, namun dengan orang-orang (anggota-anggota tubuh Kristus). Di dunia ini ada banyak macam gereja yang masing-masing disebut sebagai gereja lokal, namun ada satu gereja universal/sedunia yang terdiri dari orang-orang yang telah percaya pada Yesus Kristus adalah Tuhan dan juru selamat pribadi mereka masing-masing. Arti gereja secara umum adalah sebuah rumah ibadah (bait suci) umat Kristen, dimana di tempat tersebut umat melakukan ibadah (worship) kepada Tuhan yang disembahnya, dan Yesus Kristus Tuhan adalah kepala dari gereja.

Gereja yang adalah tubuh Kristus itu ukuran nya lebih besar dari ukuran bumi ini. Bumi adalah kecil bila dibanding dengan gereja yang besar, tapi ini harus kita imani dulu, baru nanti dikesudahan akhir zaman ini dapat terbukti secara kasat mata dapat terlihat, hal ini dapat dibuktikan dengan bukti-bukti yang otentik sesuai Firman Tuhan yang tertulis dalam Alkitab, yaitu:

1.      Matius 27: 51 Dan lihatlah, tabir Bait Suci terbelah dua dari atas sampai ke bawah dan terjadilah gempa bumi, dan bukit-bukit batu terbelah.

Pada saat kematian Yesus dikayu salib, seluruh daerah itu diliputi kegelapan karena matahari tidak bersinar, dan tabir bait suci yang terbelah dua ini pembelahan secara vertikal dari atas ke bawah (dalam konteks Rohani).

Fenomena pembelahan itu kelak akan digenapi pada saat kedatangan Yesus Kristus Tuhan yang ke-2 kalinya ke bumi (dalam konteks daging/tubuh) yaitu dimana bumi akan terbelah dua secara horizontal oleh kaki Yesus yang berjejak di bumi.

 

Wahyu 20: 11 lalu aku melihat suatu takhta putih yang besar dan Dia, yang duduk di atasnya. Dari hadapan-nya lenyaplah bumi dan langit, dan tidak ditemukan lagi tempatnya.

Wahyu 21: 1 lalu aku melihat langit yang baru dan bumi yang baru, sebab langit yang pertama dan bumi yang pertama telah berlalu, dan lautpun tidak ada lagi.

 

Panjangnya pembelahan secara vertikal itu lebih panjang bila dibanding dengan panjang pembelahan yang horizontal, oleh karena Misi Penyelamatan Allah melalui diri Yesus Kristus Tuhan yang mati di atas kayu salib, pada tanda salib garis vertikal (secara rohani) adalah lebih panjang dari garis horizontal (secara duniawi/daging) yang memberi arti untuk hidup perbuatan rohani kita harus lebih banyak dari perbuatan sekuler/duniawi kita, bila diperbandingkan secara proporsional maka ada dalam 8 bagian rohani dibanding 6 bagian duniawi. Sehingga dengan demikian tabir bait suci yang terbelah dua bila dalam 9 satuan, lalu bumi yang akan terbelah dua kelak saat kedatangan Yesus yang ke-2 kali ada dalam 7 satuan, maka jelaslah bait suci/gereja (tubuh Kristus) itu lebih besar bila dibanding dengan bumi.

Bukti lainnya Bahwa Bait Suci (Gereja) lebih besar dari bumi, adalah berikut ini:

 

Bersambung ....