Dapatkan Uang, klik link ini http://projects.id/uangberkah

Minggu, 17 September 2017

DRUM-SET INSTRUMEN MUSIK PERKUSI UNPITCH

Drum-set dan Bagian Bagiannya

Dari kasat mata atau pandangan orang awan, drum merupakan alat musik yang secara fisik mempunyai bagian-bagian yang terpisah, tetapi merupakan suatu kesatuan drum atau yang sering disebut drumset. Oleh karena itu sebelum kita belajar cara memainkan Drum (bagi pemula tentunya), kita perlu tahu bagian-bagian dari drum.
Definisi drum adalah kelompok alat musik perkusi yang terdiri dari kulit yang direntangkan dan dipukul dengan tangan atau sebuah batang. Selain kulit, drum juga digunakan dari bahan lain, misalnya plastik. Drum terdapat di seluruh dunia dan memiliki banyak jenis, misalnya kendang, timpani, Bodhrán, Ashiko, snare drum, bass drum, tom-tom, beduk, dan lain-lain.
Dalam musik pop, rock, dan jazz, drums biasanya mengacu kepada drum kit atau drum set, yaitu sekelompok drum yang biasanya terdiri dari snare drum, tom-tom, bass drum, cymbal, hi-hat, dan kadang ditambah berbagai alat musik drum listrik. Orang yang memainkan drum set disebut "drummer".
Dalam blog ini,saya akan membahas lebih lengkap mengenai bagian-bagian Drum modern (drum kit/drum set),sebagai instrumen musik drum yang paling sering digunakan dalam kegiatan bermusik,dibanding drum klasik (perkusi,gendang,dan sebagainya) dan drum elektrik.

  •  Snare
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh1lTdCJzewLqCtRqZ-2A87YCeiiRKspixR6S_sRSqedrpoU2yMhVmj8n2nj0_YBIc6QSnQX2BvNzpotkVTiPvZLF23QaWE7Uk26kA1HEP5LwKc5dSsku_aU0W3kbJBl3OI5icUlbmZpgo/s200/3007snare_1.jpg
Snare Drum
Snare itu unsur terpenting dalam drum, karena snare itu merupakan bagian penentu dalam menentukan  ketukan dalam bermain drum. Snare pun terdiri dari berbagai variasi ukuran  antara 10” hingga 15”. Pada snare terdapat bagian yang sangat penting yaitu  snare wire/stainer (penampakkannya seperti pir pegas) yang terdapat di bawah snare. Jika kita memukul sisi atas pada snare, maka stainer yang di rapatkan pada bawah snare akan berintraksi yang mengasilkan bunyi yang sangat nyaring.
Jenis-jenis Snare :

-         biasa, berukuran 5 ½” – 6 ½ ” dengan nada yang sedang
-         tebal ,berukuran 7”-8” dengan nada yang deep alias manteb
-         tipis piccolo, berukuran 3 ½ “ –4” terbuat dari kayu
-         tipis soprano diameternya lebih kecil dari piccolo (Piccolo 14”, Soprano 12”-13”).
Sekarang muncul snare drum-snare drum yang berukuran kecil seperti small tom ( 12”, 10”, bahkan 8”).
  • Bass Drum
Pada awalnya digunakan bass drum yang di pakai dalam marching band ( ukuran 26”, 28”, ). Pada dewasa ini di gunakan bass drum berukuran 24”( musik rock), 22” , 20”, 18”, bahkan ada yang 14”.
Bass drum adalah bagian dari drum yang merupakan bagain yang sangat vital dari drum, selain snare seperti yang telah saya jelaskan di atas. Karena bass drum mempunyai fungsi yang hampir sama dengan snare drum, yaitu sebagai penentu ketukan dalam kita bermain . Bass drum biasanya dimainkan oleh kaki kanan kita (standar) atau bisa juga dimainkan oleh kedua kaki (double pedal) itu tergantung kebutuhan. Dalam memainkian bass drum kita dibantu oleh alat yaitu pedal. Tentang pedal, akan saya jelaskan di bawah. 
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiEg13UGNF3rnK-QBProuTuz4P3BLbTNYhSPcbaZ-huvGpginv62BBeOXTkeJarHNVOTPRg30gLLZennAlJVlQYu2lg8pDcnpp90N7dHfzbjlh1zMtzqWnqIwqgOGz_xB17R471UVWVjUs/s200/2007-bass1.jpg
Bass Drum
  •  Tom-Tom
Tom-tom pada drum merupakan kelengkapan pada drum set, dimana drummer dapat lebih leluasa mem-variasikan pukulan.Tom-tom baru muncul pada decade 30-an; pada awalnya tidak bisa di tuning. (tuning itu sendiri merupakan cara kita membuat variasi dalam bermain drum dalam frequency standard yang tidak diubah sama sekali, itu menurut saya)Tom-tom terdiri dari bermacam-macam ukuran dan bahan yang berbeda. Biasanya tom-tom terbuat dari kayu maple atau birch (sudah tahu kan?). Dalam drum set standar, tom-tom di bagi menjadi 3 bagian :
-         Small tom-tom 1
-         Small tom-tom 2
-         Large tom-tom atau floor tom
Tom-tom Drum mempunyai ukuran yang ber-variasi : 6”, 8”, 10”, 12”, 13”, 14”, 15”, 16”, 18”, 20”. 
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjNVp3xu-klM1ggZq2P0BevrVpSuHAxJrdOI0gGVmS2V_UwJt5vbonfk4onsXSycPwV9PXeoQLTpimRA6EwWZ9si5lC879rdvmeJGuVTMDaygn2XAbKBbeUCrgtSGVtfU_q7_FvXY7sBnM/s200/FLOOR%252BTOM%252BSTAGG%252B16%252B16%252BBLACK.JPG
Floor Tom

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiqiBH1WxRvnh65HvpNHmqbJRqkADoq51Fls0t_ChPtP0Vkpdk3UHnEhS0GUuiUFPwUt10O8FkDmlPGazKNgU2nhp_hv3EkrbfUZd-oqLtOnqK0Fbstw0XM43Kn_HAHwG5X-9BUQeZDbxc/s200/3322244995_55e04f476a.jpg
Small Tom - tom
  • Cymbal :
 1.      Hi-Hat Cymbal
            Hi-hat merupakan 2 lempengan cymbal yang di gabungkan menjadi satu bagian. Biasanya kedua bagian itu mempunyai ukuran yang sama, dan saya belum pernah melihat hi-hat yang kedua piringannya berbeda ukuran. Fungsi dari hi-hat sangat penting sekali, sebab hi-hat mempunyai fungsi mengatur tempo/waktu dalam permainnan. hi-hat mempunyai ukuran  10”, 13” 14”, dan 15”. 
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg0yqpjjNM2zqgYPlz_Dq6m8toDRRHoapWU5wXiOzw_hwjqVJlDV-01NE7wChPOWX8qvrtmSnAkuYQBkEqeD1yTPO5hNHsF5FKfSTuWFqnggpSzHnFdnWSmFtS9TsMo4oeD_S7tJUXNm8k/s200/hh905.jpg
Hi -hat Cymbal
 2.      Ride Cymbal
            Ride cymbal mempunyai fungsi yang sama dengan hi-hat, yaitu sebagai iringan atau rhythm. Dalam satu drum set , biasanya ride cymbal hanya satu  sedangkan jenis cymbal lainnya ada banyak .  ride cymbal mempunyai ukuran 18”-26”. Biasanya terletak di sebalah kanan drummer. tapi, dewasa ini, Drumset yang dipakai oleh band metal menggunakan 2 Ride cymbal, yaitu di sebelah kanan dan kiri drummernya. 
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiHWiiiXm_kYGjEw9Dh_wrWfHQabBfwgM9O9I5EbUXn1Qbta6jD317XCYasN35ry9b4GX6oPRlFAbSsRcmuyEXMsBI1h3j5kXWpKEC457yVZ3Lu-xjXssOKDJUDkrECyfzjVGkPFxTzRIc/s200/ride.jpg
Ride Cymbal

3.      Crash cymbal
            Crash cymbal berfungsi sebagai variasi dalam permainan. Biasanya kita memukul crash cymbal pada waktu-waktu tertentu misal pada saat fill-in. Crash cymbal mempunyai ukuran 15”,16”, 17”, 18”, 19”, 20” dan 22”. Crash cymbal berukuran lebih tipis dari pada ride cymbal. Jenisnya antara lain dark crash, power crash, light crash, medium crash, thin crash, ride crash, flat crash, dll. 
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiK-bg6QtR5Uh3WzNflNwc11Vi95C5EurqHcgVAz6kQWbg3G11yNrrfZIdqYadcSmkiw-UT5R9AeGZl5Y8j6Po4-OeT3RlKjZoUWlZjnQz0CkIM-A_qJYOmUNYSuSPiy5opHG44tpSi5so/s200/crash+cymbals.jpg
Crash Cymbal

 4.      Splash cymbal
            Splash cymbal mempunyai fungsi yang sama dengan crash cymbal. Tetapi Splash cymbal mempunyai ukuran yang lebih kecil , dan ukuran  splash cymbal 6”, 8”, 10”, dan 12”. biasanya terletak di atas small tom tom. 
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjW_aaASx1aGT6Aqm4MfVFlAWro3JmiUOQwRsklngj-UZFrwQr-JxGVB7_VGESFw0MNObVtgUs-QPNQpMjhjX4zbWaN0EOIir_imJ-b_i9FeIPTjN6T9cbOGG8L95BBzdst2gunUmUhOo8/s200/splash.jpg
Splash cymbal
 5.      China cymbal (Chinnese Cymbal)
 China cymbal mempunyai fungsi yang sama dengan crash cymbal, tetapi china cymbal mempunyai bentuk yang berbeda . China cymbal mempunyai bentuk seperti cymbal yang di balikan. China cymbal mempunyai ukuran yang bervariatif yaitu antara 8” sampai 20”. China cymbal di ciptakan karena pengaruh dari musik China. 
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjhMggc_LPHPt1YhOfTRqfCa74C0I2X0o09DM3WLYQIWzYleZVfo7ny9hDOnnTh9HGdue9dSnK5epAqETdqyXxu8_FU4pI_oV2tjZ-l1jVEPBDReDFjiCmUP4yRwZh4IlGBPqncSDvitNE/s200/pintech-visulite-china.jpg
Chinnese Cymbal

 6.      Bell cymbal
            Bentuk dan ukurannya seperti splash cymbal, hanya ukurannya jauh lebih tebal. 
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhYSC7SGXj3MeFayvqCHc_OaWyidAy1BUGo8kMAh7Lp9HFfv5CtqX3Nswz9jzYxPuAy5mCjTOjxhnjxM2xzgmso_ZdjHRiOLS8BzychVTQl-6bTvfkOo5rP88m0WhQbGExm9WsZhGpmBSM/s200/sabian-alu-bell.jpg
Bell Cymbal

  •  Hardware drum 
Pada strukutur drum keseluruhan , kita tidak boleh melupakan keberadaan hardware drum. Dimana hardware drum terdiri dari berbagai bagian yaitu :
-         Hi-hat stand
            Hi-hat stand berfungsi sebagai tempat meletakan hi-hat cymbal. Biasanya pada hi-hat pedal terdapat pedal yang berfungsi sebagai kontrol dari hi-hat cymbal yang terdiri dari 2 buah cymbal ini. 
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEijILzF4JkqKL3cTERtwDBwrHncTJn49hon1msDrVtW5qb1nL7UtwopL9ByWQHMnEXF3tIuf4QMI1V3MJKUFttvM55xiF0mfSyEBvMRTviaecuWzaOj3vtrCq8ErA1u3sMrl98KazIH2tU/s200/hihat+stand.jpg
Hi-hat Stand
 -         Snare Stand
            Snare stand berfungsi sebagai tempat meletakan snare, snare stand biasanya mempunyai sifat yang mudah di pindah-pindah, agar dalam bermain drum kita dapat dengan leluasa memindah-mindahkan posisi snare sesuka kita. 
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgP9wNiDr33lLYN6lg1Q9B1nQIfWJO2BN5-wjynA0THWZGCDLS27GhMwD7VjagtWujmzYhyzGQzC2gSUhQJl95AXtnz1kC3gGxITNUqdvnXLKLbxgUw9RNga9qCk3JKQ_kypi3f8mxCCyc/s200/s1000.jpg
Snare Stand
  -         Cymbal stand
            Cymbal stand berguna untuk tempat menggantungkan cymbal , sifat cymbal stand juga mudah di pindah-pindahkan, agar kita dapat dengan leluasa memindah-mindahkannya. 
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjwsfYXDW6SpiGvwaZMueI1hmkk4mJ47ipQFltA3r8yiilMr9Y8r0WIKgFaXCzuTjfO_c8UCeO7epMzJP2xw1zD8egEr-sFIn4Ao2p2BaYWi9uIZojgWBpNH9sd4lfAGkFp4b9IqC4h28I/s200/YamahaCS965CymbalStand.jpg
Cymbal Stand
  -         Tom Holder
Tom holder berguna untuk tempat meletakan tom-tom. Dasar tom holder biasanya tertempel pada bagian atas bass drum. 
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjUqS4PqAWit-GkVxfBn6WEDddnI7f8bOlpj_lIOnooNsnx4QXtyq7w0GRhge_LdWg5pdoh9AUQ6o-cmJF7RlnnG0-1ZapySiWM3fNCEP8ie0anW1-vPkngbTcvBkeLHacHaBHuo2sitjc/s200/IMG_0470+EDIT.jpg
Tom Holder
  -         Pedal
Pedal drum berfungsi sebagai pemukul pada bass drum. Pedal di gerakan dengan kaki kanan dengan cara menginjak –injak pedal seiring dengan irama lagu. Pedal drum terbagai dalam 2 jenis, yaitu single pedal dan double pedal. Pedal drum di ciptakan oleh Ludwig sekitar tahun belasan.

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi1zV7dsL_OxhfMOa8__R_wGo3aLU6UZEU6UGsjAGEOvC0T7IutoSnbRaszdid9T4qpqbcxmMk0yF1EZG7PiCCMnn1Mm_EhkQoOM48rtxYX9whzp6byZBLXmdH2n7CSqbFDBJXdBNn1F4M/s200/53388_l.jpg
Single Pedal

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhiFyNs9mgmJLC-dI7acbGbiN1jG0fzfSTgbWAaBN5TAdWQpll8JGxMKfaF3QnVW3O4ASfhoE-iz-HavyEzMjBX_q2tixJlQxSIjTUt3dfjzQFO6MDLMnJSLF-6DvqURIneAQjuJ-bKScU/s200/tmpac25a.jpg
Double Pedal
-         Trones
            Trones berfungsi sebagai tempat duduk drummer. Trones mempunyai bentuk jok yang bulat dan mudah di putar-putar agar si pemain mudah mengatur posisi dalam bermain. Sekarang muncul trones dengan bentuk seperti sadel vespa, bahkan di lengkapi dengan sandaran .
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgXCxnUJUqR4gnjjeUq8v5LMEqc8UDpKeU7-UTqqyli3ygNAn5Ub3NOZ9WFbthJVpvR_4X6TmwoGJYxRpmbVxrjRw5FBrmVjiWOQOc9UzmZJkDgPL_25-f4fRnWbImHndup4D2LsCqnLzw/s200/1677429608OS.jpg
Trones

-         Muffler
            Di jepitkan pada rim, untuk meredam sustain. Bagian yang lunak (gabus, busa) menempel/ menekan head.

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhG8E2vE945eZU_kGw1phTm2XLcfk4cQ4ceZi3wO3lB5P_c4Be-mYf5vwKEd-82O0cusL1kQPZ1ygURMRmRsWXoz6MmEn8lc_f_2D5q6XgPvACP8Xzwubu-BOIKvoBYFPXbyoyS7GqjPhY/s200/227520.jpg
Muffler
-         Adaptor
            Untuk merangkaikan  cymbal holder, tom-tom holder, dan lain-lain, pada cymbal stand, hi-hat stand, dan lain-lain. 
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi2PWf06iW_tcl-0t5i_RjHsmX6rerP3TpblDXJjjjVAci0n2Cj0zOmSoORvj1M6QSTz2r95ghF7f9inr5weI67Iio5bQ6Jt42J_IDVsygby47kGh9UGTDzWeLA7Hq13JA3UISZcNyTCaw/s200/drum_kpsnareadaptor.jpg
Adaptor


 -         Cowbell & woodblock
Cowbell  lazim digunakan dalam drumset. Selain cowbell,  tambourine juga banyak dipasang pada drumset. Beberapa drummer ada yang memasang cowbell di bawah drum dan diminkan dengan menggunakan pedal.

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjKXmYhhZdbz5Ru6ALp2jd6zZoyoowAnGiPsOM5R9VBNwyFAMxAGxjMrGzldJtFmOol82A3VcbA9rIN0FHNyrkdDR8i1eD8Ol_1ott-6_McQKxW2c0REq98xb-77P5xCSAfio9DcmLwtKA/s200/30827_11197_popup.jpg
Cowbell/woodblock
-        Drumhead
Drumhead mempunyai ukuran, type, fungsi dan ketebalan yang berbeda. Drumhead terdiri atas 3 bagian; Pertama Batter head, yaitu drumhead yang dirancang khusus untuk dipukul. Kedua, Resonant hanya ditaruh pada bagian bawah tom-tom dan bagian depan bass drum. Head ini tidak untuk dipukul, head ini berguna untuk memberi 'hidup' pada tom-tom dan bass drum. Dan terakhir adalah snare side, khusus hanya untuk ditaruh dibagian bawah snare untuk mendapatkan suara snare wirenya. Snare side merupakan head yang paling tipis. Ingat, tidak untuk dipukul.

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiwAVSlFA-R1cDVV33m4ay_xkPsfPQz7DyTWAymXrwLIV9ggxohLCZ97MGAEIYW2JmbSqnTtcovvmjUrT9S7SKb2XWgB2RVqhs0fqZLob99W9e9wwrlMk9tbj6r9sR8yHvBpGv4EqtKNDk/s200/372908.jpg
Drumhead


JARIMATIKA HITUNGAN PERKALIAN ANGKA 1-55

MATEMATIKA PMD (PEDANG MATA DUA)
HITUNGAN PERKALIAN ANGKA 1-55
Oleh: SR.Pakpahan,SST

Pada dasarnya hitungan PMD tentang matematika perkalian adalah hitungan perkalian dengan menggunakan jari-jari tangan pada kedua tangan kiri dan tangan kanan, disebelah kiri ada 5 jari dan disebelah kanan ada 5 jari juga:
1. Angka pada jari kelingking diberi angka 6
2. Angka pada jari manis diberi angka 7
3. Angka pada jari tengah diberi angka 8
4. Angka pada jari telunjuk diberi angka 9
5. Angka pada ibu jari (jempol) diberi angka 10

Saat hitungan perkalian dilakukan, posisi jari kelingking ada dibawah dan posisi jempol ada di atas. Seperti contoh dibawah ini diberikan hitungan 7x8 =?

Pada jari manis tangan kiri sebagai angka 7, dan jari tengah tangan kanan adalah angka 8 yang mengartikan sebagai 7x8, dan penyelesaiannya adalah:
1. Jari-jari pada pertemuan angka 7 dan 8 dan dibawahnya sebagai jari-jari bawah (B), banyaknya jari tangan kiri (ada 2 buah jari) dan jari tangan kanan (ada 3 buah jari) yang mendapat penjumlahan, sehingga 2+3=5

2. Jari jari diatas pertemuan angka 7 dan 8 sebagai jari-jari Atas (A), banyaknya jari tangan kiri (ada 3 buah jari) dan jari tangan kanan (ada 2 buah jari) yang mendapat perkalian, sehingga 3x2=6
3. Hasil angka yang diperoleh dari dua proses tersebut yaitu angka 5 dan 6 mendapat penyatuan, sehingga didapat hasil 56 sebagai hasil perkalian dari 7x8.


4. Hasil akhir perkalian diperoleh: 7x8 =56

Apa yang dikatakan Firman Tuhan tentang pembelajaran ini, mari kita lihat beberapa nats Alkitab, sebagai berikut:
Yak 1:5 Tetapi apabila di antara kamu ada yang kekurangan hikmat 1 , hendaklah ia memintakannya kepada Allah, j  --yang memberikan kepada semua orang dengan murah hati dan dengan tidak membangkit-bangkit--,maka hal itu akan diberikan kepadanya.
Ayb 11:5-6
Ayb 11:5 Tetapi, mudah-mudahan Allah sendiri berfirman, p  dan membuka mulut-Nya terhadap engkau, 11:6 dan memberitakan kepadamu rahasia hikmat, q  karena itu ajaib bagi pengertian. Maka engkau akan mengetahui, bahwa Allah tidak memperhitungkan bagimu sebagian dari pada kesalahanmu.


Operasi Perkalian angka diatas dengan menggunakan Jari sebagai metode berhitung dengan 10 jari tangan disebut JARIMATIKA, jari tangan sebagai alat dalam proses perhitungan menunjukkan tingkat keakuratan yang tinggi.Kalau dalam operasi penjumlahan dan pengurangan, penyebutan bilangan dengan jari dimulai jari telunjuk kanan sebagai bilangan awal (satuan) dan jari kanan sebagai bilangan puluhan, maka dalam perkalian dan pembagian ini, penyebutan bilangan dimulai dari jari kelinggking sebagai bilangan terkecil (angka 6) dan ibu jari sebagai bilangan terbesar (angka 10). Ini untuk membedakan antara operasi penjumlahan dan pengurangan dengan operasi perkalian dan pembagian.
Bilangan-bilangan pada operasi perkalian dan pembagian ini terbagi dalam kelas-kelas atau kelompok besar, yaitu: Kelas 6 s/d 10, 11 s/d 15, 16 s/d 20, dan seterusnya. Sedangkan, penyebutan bilangan pada masing-masing jari tidak selalu sama, tetapi disesuaikan dengan kelas-kelas misalnya pada kelas 6 s/d 10 jari kelingking mempunyai nilai 6, jari manis mempunyai nilai 7, jari tengah punya nilai 8, jari telunjuk punya nilai 9 dan ibu jari punya nilai 10. Demikan pula dengan metode perhitungandan rumus penerapan bergantung pada kelas di mana operasi itu berlangsung.

0. Metode Awal: Perkalian angka 1 – 5
Rumus Formula AwaI :         0( B1 + B2 ) + ( B1 x B2)      
Keterangan:
Jari-jari Atas (A1 dan A2) tidak dipakai dalam hitungan.
B1  = Puluhan (jari tangan kiri yang dibuka)
      → B  = bawah.
B2  = Puluhan (jari tangan kanan yang dibuka).
B1  = Satuan (jari tangan kiri yang dibuka, tapi bernilai satuan)
           → B  = bawah.
B2  = Satuan (jari tangan kanan yang dibuka, tapi bernilai satuan).

Formasi dasar perkalian:
1.        Jari kelilingking              nilai  = 1
2.        Jari manis                     nilai  = 2
3.        Jari tengah                    nilai  = 3
4.        Jari telunjuk                  nilai  = 4
5.        Jari jempol ( ibu jari)     nilai  = 5

Contoh1: Hitung 1x2= ...
Jawab:


Dalam contoh ilustrasi tersebut, nilai perkalian 1 dan 2, maka format perhitungannya berdasarkan rumus sebagai berikut:
Formula AwaI :  0(B1 + B2) + (B1 x B2)
             = 0(1 + 2) + (1 x 2)
            = 0 + 2
            =  2

Contoh 2:  Hitung 1 x 3 = ....
Jawab : Formula AwaI:  0(B1 + B2) + (B1 x B2)
                                 = 0(1 + 3) + (1 x 3)
                                 = 0 + 3
                       = 3.
Lihat hasil peragaan berikut ini:

Contoh 3: Hitung 2 x 4 = ....
 Rumus Formula AwaI : 0(B1 + B2) + (B1 x B2)
                            = 0(2 + 4) + (2 x 4)
                  = 0 + 8
                  = 8
Model peragaan jarimatikanya:


Contoh 4: Hitung 5 x 5 = ...
Rumus Formula AwaI  = 0(B1 + B2) + (B1 x B2)
                        = 0(5 + 5) + (5 x 5)
                             = 0 + 25
                             = 25
Model peragaan jarimatikanya:

1. Metode I: Perkalian angka 6 – 10
Rumus Formula I :         10( B1 + B2 ) + ( A1 x A2)      

Keterangan:
B1  = Puluhan (jari tangan kiri yang dibuka)
      → B  = bawah.
B2  = Puluhan (jari tangan kanan yang dibuka).
A1  = Satuan (jari tangan kiri yang ditutup)
           → A  = atas.
A2  = Satuan (jari tangan kanan yang ditutup).

Formasi dasar perkalian:
1.        Jari kelilingking              nilai  = 6
2.        Jari manis                     nilai  = 7
3.        Jari tengah                    nilai  = 8
4.        Jari telunjuk                  nilai  = 9
5.        Jari jempol ( ibu jari)     nilai  = 10

Contoh1: Hitung 6x7= ...
Jawab:


Dalam contoh ilustrasi tersebut, nilai perkalian 6 dan 7, maka format perhitungannya berdasarkan rumus sebagai berikut:
Formula I : 10(B1 + B2) + (A1 x A2)
      =10(1 + 2) + (4 x 3)
      = 30 + 12
      =  42

Contoh 2:  Hitung 6 x 8 = ....
Jawab : Formula I:  10(B1 + B2) + (A1 x A2)
                           = 10(1 + 3) + (4 x 2)
                           = 40 + 8
                 = 48.
Lihat hasil peragaan berikut ini:


Contoh 3: Hitung 7 x 9 = ....
 Rumus Formula I : 10(B1 + B2) + (A1 x A2)
                           = 10(2 + 4) + (3 x 1)
                 = 60 + 3
                 = 63
Model peragaan jarimatikanya:


Contoh 4: Hitung 10 x 10 = ...
Rumus Formula I  = 10(B1 + B2) + (A1 x A2)
                  = 10(5 + 5) + (0 x 0)
                       = 100 + 0
                       = 100.
Model peragaan jarimatikanya:


2. Metode II: Perkalian angka 11 – 15
Rumus Formula II :         100 + 10( B1 + B2 ) + ( B1 x B2)      

Keterangan:
Jari-jari Atas (A1 dan A2) tidak dipakai dalam hitungan.
B1  = Puluhan (jari tangan kiri yang dibuka)
      → B  = bawah.
B2  = Puluhan (jari tangan kanan yang dibuka).
B1  = Satuan (jari tangan kiri yang dibuka, tapi bernilai satuan)
           → B  = bawah.
B2  = Satuan (jari tangan kanan yang dibuka, tapi bernilai satuan).

Formasi dasar perkalian:
1.        Jari kelilingking              nilai  = 11
2.        Jari manis                     nilai  = 12
3.        Jari tengah                    nilai  = 13
4.        Jari telunjuk                  nilai  = 14
5.        Jari jempol ( ibu jari)     nilai  = 15

Contoh1: Hitung 11x12= ...
Jawab:


Dalam contoh ilustrasi tersebut, nilai perkalian 11 dan 12, maka format perhitungannya berdasarkan rumus sebagai berikut:
Formula II : 100 + 10(B1 + B2) + (B1 x B2)
       = 100+10(1 + 2) + (1 x 2)
       = 100 + 30 + 2
      =  132

Contoh 2:  Hitung 11 x 13 = ....
Jawab : Formula II:  100 + 10(B1 + B2) + (B1 x B2)
                            = 100 + 10(1 + 3) + (1 x 3)
                            = 100 + 10(4) + 3
                  = 143.
Lihat hasil peragaan berikut ini:


Contoh 3: Hitung 12 x 14 = ....
 Rumus Formula II : 100 + 10(B1 + B2) + (B1 x B2)
                            = 100 + 10(2 + 4) + (2 x 4)
                  = 100 + 10(6) + 8
                  = 168
Model peragaan jarimatikanya:



Contoh 4: Hitung 15 x 15 = ...
Rumus Formula II  = 100 + 10(B1 + B2) + (B1 x B2)
                   = 100 + 10(5 + 5) + (5 x 5)
                        = 100 + 100 + 25
                        = 225
Model peragaan jarimatikanya:


3. Metode III: Perkalian angka 16 – 20
Rumus Formula III :         2{100 + 10( B1 + B2 )}+ ( A1 x A2)      
atau :                              2(100) + 2{10( B1 + B2 )}+ ( A1 x A2)      

Keterangan:
B1  = Puluhan (jari tangan kiri yang dibuka)
      → B  = bawah.
B2  = Puluhan (jari tangan kanan yang dibuka).
A1  = Satuan (jari tangan kiri yang dibuka)
           → B  = bawah.
A2  = Satuan (jari tangan kanan yang dibuka).

Formasi dasar perkalian:
1.        Jari kelilingking              nilai  = 16
2.        Jari manis                     nilai  = 17
3.        Jari tengah                    nilai  = 18
4.        Jari telunjuk                  nilai  = 19
5.        Jari jempol ( ibu jari)     nilai  = 20

Contoh1: Hitung 16x17= ...
Jawab:


Dalam contoh ilustrasi tersebut, nilai perkalian 16 dan 17, maka format perhitungannya berdasarkan rumus sebagai berikut:
Formula III : 2{100 + 10(B1 + B2)} + (A1 x A2)
       = 2(100)+2{10(1 + 2)} + (4 x 3)
       = 200 + 20{1 + 2} + 12
       = 200 + 60 + 12
       = 272

Contoh 2:  Hitung 16 x 18 = ....
Jawab : Formula III:  2{100 + 10(B1 + B2)} + (A1 x A2)
                             = 2(100) + 2{10(B1 + B2)} + (A1 x A2)
                             = 200 + 20(1 + 3) + (4 x 2)
                             = 200 + 20(4) + 8
                   = 288
Lihat hasil peragaan berikut ini:


Contoh 3: Hitung 17 x 19 = ....
 Rumus Formula III : 2{100 + 10(B1 + B2)} + (A1 x A2)
                             = 2(100) + 2{10(B1 + B2)} + (A1 x A2)
                             = 200 + 20(2 + 4) + (3 x 1)
                   = 200 + 20(6) + 3
                   = 323
Model peragaan jarimatikanya:



Contoh 4: Hitung 20 x 20 = ...
Rumus Formula III  = 2{100 + 10(B1 + B2)} + (A1 x A2)
                              = 2(100) + 2{10(B1 + B2)} + (A1 x A2)
                    = 200 + 20(5 + 5) + (0 x 0)
                         = 200 + 200 + 0
                         = 400
Model peragaan jarimatikanya:


4. Metode IV: Perkalian angka 21 – 25
Rumus Formula IV :         4(100) + 2{10( B1 + B2 )}+ ( B1 x B2)      

Keterangan:
Jari-jari Atas (A1 dan A2) tidak dipakai dalam hitungan
B1  = Puluhan (jari tangan kiri yang dibuka)
      → B  = bawah.
B2  = Puluhan (jari tangan kanan yang dibuka).
B1  = Satuan (jari tangan kiri yang dibuka, tapi bernilai satuan)
           → B  = bawah.
B2  = Satuan (jari tangan kanan yang dibuka, tapi bernilai satuan).

Formasi dasar perkalian:
1.        Jari kelilingking              nilai  = 21
2.        Jari manis                     nilai  = 22
3.        Jari tengah                    nilai  = 23
4.        Jari telunjuk                  nilai  = 24
5.        Jari jempol ( ibu jari)     nilai  = 25

Contoh1: Hitung 21x22 = ...
Jawab:


Dalam contoh ilustrasi tersebut, nilai perkalian 21 dan 22, maka format perhitungannya berdasarkan rumus sebagai berikut:
Formula IV : 4(100) + 2{10(B1 + B2)} + (B1 x B2)
       = 400 + 2{10(1 + 2)} + (1 x 2)
       = 400 + 20(1 + 2} + 2
       = 400 + 20(3) + 2
       = 460 + 60 + 2
       = 462

Contoh 2:  Hitung 21 x 23 = ....
Jawab : Formula IV:  4(100) + 2{10(B1 + B2)} + (B1 x B2)
                             = 400 + 20(B1 + B2) + (B1 x B2)
                             = 400 + 20(1 + 3) + (1 x 3)
                             = 400 + 20(4) + 3
                             = 400 + 80 + 3
                   = 483
Lihat hasil peragaan berikut ini:



Contoh 3: Hitung 22 x 24 = ....
 Rumus Formula IV : 4(100) + 2{10(B1 + B2)} + (B1 x B2)
                             = 400 + 20(B1 + B2) + (B1 x B2)
                             = 400 + 20(2 + 4) + (2 x 4)
                   = 400 + 20(6) + 8
                   = 400 + 120 + 8
                   = 528
Model peragaan jarimatikanya:



Contoh 4: Hitung 25 x 25 = ...
Rumus Formula IV  = 4(100) + 2{10(B1 + B2)} + (B1 x B2)
                              = 400 + 20(B1 + B2) + (B1 x B2)
                    = 400 + 20(5 + 5) + (5 x 5)
                    = 400 + 20(10) + 25
                         = 400 + 200 + 25
                         = 625
Model peragaan jarimatikanya:


5. Metode V: Perkalian angka 26 – 30
Rumus Formula V :         6(100) + 3{10( B1 + B2 )}+ ( A1 x A2)      

Keterangan:
B1  = Puluhan (jari tangan kiri yang dibuka)
      → B  = bawah.
B2  = Puluhan (jari tangan kanan yang dibuka).
A1  = Satuan (jari tangan kiri yang dibuka)
           → A  = atas.
A2  = Satuan (jari tangan kanan yang dibuka).

Formasi dasar perkalian:
1.        Jari kelilingking              nilai  = 26
2.        Jari manis                     nilai  = 27
3.        Jari tengah                    nilai  = 28
4.        Jari telunjuk                  nilai  = 29
5.        Jari jempol ( ibu jari)     nilai  = 30

Contoh1: Hitung 26x27 = ...
Jawab:


Dalam contoh ilustrasi tersebut, nilai perkalian 26 dan 27, maka format perhitungannya berdasarkan rumus sebagai berikut:
Formula V : 6(100) + 3{10(B1 + B2)} + (A1 x A2)
       = 6(100) + 30(1 + 2)} + (4 x 3)
       = 600 + 30(1+2) + 12
       = 600 + 90 +12
       = 690 + 12
       = 702

Contoh 2:  Hitung 26 x 28 = ....
Jawab : Formula V:   6(100) + 3{10(B1 + B2)} + (A1 x A2)
                             = 600 + 30(B1 + B2) + (A1 x A2)
                             = 600 + 30(1 + 3) + (4 x 2)
                             = 600 + 30(4) + 8
                             = 600 + 120 + 8
                   = 728
Lihat hasil peragaan berikut ini:



Contoh 3: Hitung 27 x 29 = ....
 Rumus Formula V : 6(100) + 3(10(B1 + B2)} + (A1 x A2)
                             = 600 + 30(B1 + B2) + (A1 x A2)
                             = 600 + 30(2 + 4) + (3 x 1)
                   = 600 + 30(6) + 3
                   = 600 + 180 + 3
                   = 783
Model peragaan jarimatikanya:



Contoh 4: Hitung 30 x 30 = ...
Rumus Formula V   = 6(100) + 3{10(B1 + B2)} + (A1 x A2)
                              = 600 + 30(B1 + B2) + (A1 x A2)
                    = 600 + 30(5 + 5) + (0 x 0)
                    = 600 + 30(10) + 0
                         = 600 + 300 + 0
                         = 900
Model peragaan jarimatikanya:


6. Metode VI: Perkalian angka 31 – 35
Rumus Formula VI :         9(100) + 3{10( B1 + B2 )}+ ( B1 x B2)      

Keterangan:
Jari-jari Atas (A1 dan A2) tidak dipakai dalam hitungan
B1  = Puluhan (jari tangan kiri yang dibuka)
      → B  = bawah.
B2  = Puluhan (jari tangan kanan yang dibuka).
B1  = Satuan (jari tangan kiri yang dibuka, tapi bernilai satuan)
           → B  = bawah.
B2  = Satuan (jari tangan kanan yang dibuka, tapi bernilai satuan).

Formasi dasar perkalian:
1.        Jari kelilingking              nilai  = 31
2.        Jari manis                     nilai  = 32
3.        Jari tengah                    nilai  = 33
4.        Jari telunjuk                  nilai  = 34
5.        Jari jempol ( ibu jari)     nilai  = 35

Contoh1: Hitung 31x32 = ...
Jawab:


Dalam contoh ilustrasi tersebut, nilai perkalian 31 dan 32, maka format perhitungannya berdasarkan rumus sebagai berikut:
Formula VI : 9(100) + 3{10(B1 + B2)} + (B1 x B2)
       = 900 + 3{10(1 + 2)} + (1 x 2)
       = 900 + 30(1 + 2} + 2
       = 900 + 30(3) + 2
       = 900 + 90 + 2
       = 992

Contoh 2:  Hitung 31 x 33 = ....
Jawab : Formula VI:  9(100) + 3{10(B1 + B2)} + (B1 x B2)
                             = 900 + 30(B1 + B2) + (B1 x B2)
                             = 900 + 30(1 + 3) + (1 x 3)
                             = 900 + 30(4) + 3
                             = 900 + 120 + 3
                   = 1023
Lihat hasil peragaan berikut ini:



Contoh 3: Hitung 32 x 34 = ....
 Rumus Formula VI : 9(100) + 3{10(B1 + B2)} + (B1 x B2)
                             = 900 + 30(B1 + B2) + (B1 x B2)
                             = 900 + 30(2 + 4) + (2 x 4)
                   = 900 + 30(6) + 8
                   = 900 + 180 + 8
                   = 1088
Model peragaan jarimatikanya:



Contoh 4: Hitung 35 x 35 = ...
Rumus Formula VI  = 9(100) + 3{10(B1 + B2)} + (B1 x B2)
                              = 900 + 30(B1 + B2) + (B1 x B2)
                    = 900 + 30(5 + 5) + (5 x 5)
                    = 900 + 30(10) + 25
                         = 900 + 300 + 25
                         = 1225
Model peragaan jarimatikanya:


7. Metode VII: Perkalian angka 36 – 40
Rumus Formula VII :         12(100) + 4{10( B1 + B2 )}+ ( A1 x A2)      

Keterangan:
B1  = Puluhan (jari tangan kiri yang dibuka)
      → B  = bawah.
B2  = Puluhan (jari tangan kanan yang dibuka).
A1  = Satuan (jari tangan kiri yang dibuka)
           → A  = atas.
A2  = Satuan (jari tangan kanan yang dibuka).

Formasi dasar perkalian:
1.        Jari kelilingking              nilai  = 36
2.        Jari manis                     nilai  = 37
3.        Jari tengah                    nilai  = 38
4.        Jari telunjuk                  nilai  = 39
5.        Jari jempol ( ibu jari)     nilai  = 40

Contoh1: Hitung 36x37 = ...
Jawab:


Dalam contoh ilustrasi tersebut, nilai perkalian 36 dan 37, maka format perhitungannya berdasarkan rumus sebagai berikut:
Formula VII : 12(100) + 4{10(B1 + B2)} + (A1 x A2)
       = 12(100) + 40(1 + 2)} + (4 x 3)
       = 1200 + 40(1+2) + 12
       = 1200 + 120 +12
       = 1320 + 12
       = 1332

Contoh 2:  Hitung 36 x 38 = ....
Jawab : Formula VII:   12(100) + 4{10(B1 + B2)} + (A1 x A2)
                             = 1200 + 40(B1 + B2) + (A1 x A2)
                             = 1200 + 40(1 + 3) + (4 x 2)
                             = 1200 + 40(4) + 8
                             = 1200 + 160 + 8
                   = 1368
Lihat hasil peragaan berikut ini:



Contoh 3: Hitung 37 x 39 = ....
 Rumus Formula VII : 12(100) + 4(10(B1 + B2)} + (A1 x A2)
                             = 1200 + 40(B1 + B2) + (A1 x A2)
                             = 1200 + 40(2 + 4) + (3 x 1)
                   = 1200 + 40(6) + 3
                   = 1200 + 240 + 3
                   = 1443
Model peragaan jarimatikanya:


Contoh 4: Hitung 40 x 40 = ...
Rumus Formula VII   = 12(100) + 4{10(B1 + B2)} + (A1 x A2)
                              = 1200 + 40(B1 + B2) + (A1 x A2)
                    = 1200 + 40(5 + 5) + (0 x 0)
                    = 1200 + 40(10) + 0
                         = 1200 + 400 + 0
                         = 1600
Model peragaan jarimatikanya:


8. Metode VIII: Perkalian angka 41 – 45
Rumus Formula VIII :         16(100) + 4{10( B1 + B2 )}+ ( B1 x B2)      

Keterangan:
Jari-jari Atas (A1 dan A2) tidak dipakai dalam hitungan
B1  = Puluhan (jari tangan kiri yang dibuka)
      → B  = bawah.
B2  = Puluhan (jari tangan kanan yang dibuka).
B1  = Satuan (jari tangan kiri yang dibuka, tapi bernilai satuan)
           → B  = bawah.
B2  = Satuan (jari tangan kanan yang dibuka, tapi bernilai satuan).

Formasi dasar perkalian:
1.        Jari kelilingking              nilai  = 41
2.        Jari manis                     nilai  = 42
3.        Jari tengah                    nilai  = 43
4.        Jari telunjuk                  nilai  = 44
5.        Jari jempol ( ibu jari)     nilai  = 45

Contoh1: Hitung 41x42 = ...
Jawab:

Dalam contoh ilustrasi tersebut, nilai perkalian 41 dan 42, maka format perhitungannya berdasarkan rumus sebagai berikut:
Formula VIII : 16(100) + 4{10(B1 + B2)} + (B1 x B2)
       = 1600 + 4{10(1 + 2)} + (1 x 2)
       = 1600 + 40(1 + 2} + 2
       = 1600 + 40(3) + 2
       = 1600 + 120 + 2
       = 1722

Contoh 2:  Hitung 41 x 43 = ....
Jawab : Formula VIII:  16(100) + 4{10(B1 + B2)} + (B1 x B2)
                             = 1600 + 40(B1 + B2) + (B1 x B2)
                             = 1600 + 40(1 + 3) + (1 x 3)
                             = 1600 + 40(4) + 3
                             = 1600 + 160 + 3
                   = 1763
Lihat hasil peragaan berikut ini:


Contoh 3: Hitung 42 x 44 = ....
 Rumus Formula VIII : 16(100) + 4{10(B1 + B2)} + (B1 x B2)
                             = 1600 + 40(B1 + B2) + (B1 x B2)
                             = 1600 + 40(2 + 4) + (2 x 4)
                   = 1600 + 40(6) + 8
                   = 1600 + 240 + 8
                   = 1848
Model peragaan jarimatikanya:


Contoh 4: Hitung 45 x 45 = ...
Rumus Formula VIII  = 16(100) + 4{10(B1 + B2)} + (B1 x B2)
                              = 1600 + 40(B1 + B2) + (B1 x B2)
                    = 1600 + 40(5 + 5) + (5 x 5)
                    = 1600 + 40(10) + 25
                         = 1600 + 400 + 25
                         = 2025
Model peragaan jarimatikanya:


9. Metode IX: Perkalian angka 46 – 50
Rumus Formula IX :         20(100) + 5{10( B1 + B2 )}+ ( A1 x A2)      

Keterangan:
B1  = Puluhan (jari tangan kiri yang dibuka)
      → B  = bawah.
B2  = Puluhan (jari tangan kanan yang dibuka).
A1  = Satuan (jari tangan kiri yang dibuka)
           → A  = atas.
A2  = Satuan (jari tangan kanan yang dibuka).

Formasi dasar perkalian:
1.        Jari kelilingking              nilai  = 46
2.        Jari manis                     nilai  = 47
3.        Jari tengah                    nilai  = 48
4.        Jari telunjuk                  nilai  = 49
5.        Jari jempol ( ibu jari)     nilai  = 50

Contoh1: Hitung 46x47 = ...
Jawab:

Dalam contoh ilustrasi tersebut, nilai perkalian 46 dan 47, maka format perhitungannya berdasarkan rumus sebagai berikut:
Formula IX : 20(100) + 5{10(B1 + B2)} + (A1 x A2)
       = 20(100) + 50(1 + 2)} + (4 x 3)
       = 2000 + 50(1+2) + 12
       = 2000 + 150 +12
       = 2150 + 12
       = 2162

Contoh 2:  Hitung 46 x 48 = ....
Jawab : Formula IX:   20(100) + 5{10(B1 + B2)} + (A1 x A2)
                             = 2000 + 50(B1 + B2) + (A1 x A2)
                             = 2000 + 50(1 + 3) + (4 x 2)
                             = 2000 + 50(4) + 8
                             = 2000 + 200 + 8
                   = 2208
Lihat hasil peragaan berikut ini:

Contoh 3: Hitung 47 x 49 = ....
 Rumus Formula VII : 20(100) + 5(10(B1 + B2)} + (A1 x A2)
                             = 2000 + 50(B1 + B2) + (A1 x A2)
                             = 2000 + 50(2 + 4) + (3 x 1)
                   = 2000 + 50(6) + 3
                   = 2000 + 300 + 3
                   = 2303
Model peragaan jarimatikanya:

Contoh 4: Hitung 50 x 50 = ...
Rumus Formula IX   = 20(100) + 5{10(B1 + B2)} + (A1 x A2)
                              = 2000 + 50(B1 + B2) + (A1 x A2)
                    = 2000 + 50(5 + 5) + (0 x 0)
                    = 2000 + 50(10) + 0
                         = 2000 + 500 + 0
                         = 2500
Model peragaan jarimatikanya:

10. Metode X: Perkalian angka 51 – 55
Rumus Formula X :         25(100) + 5{10( B1 + B2 )}+ ( B1 x B2)      

Keterangan:
Jari-jari Atas (A1 dan A2) tidak dipakai dalam hitungan
B1  = Puluhan (jari tangan kiri yang dibuka)
      → B  = bawah.
B2  = Puluhan (jari tangan kanan yang dibuka).
B1  = Satuan (jari tangan kiri yang dibuka, tapi bernilai satuan)
           → B  = bawah.
B2  = Satuan (jari tangan kanan yang dibuka, tapi bernilai satuan).

Formasi dasar perkalian:
1.        Jari kelilingking              nilai  = 51
2.        Jari manis                     nilai  = 52
3.        Jari tengah                    nilai  = 53
4.        Jari telunjuk                  nilai  = 54
5.        Jari jempol ( ibu jari)     nilai  = 55

Contoh1: Hitung 51x52 = ...
Jawab:

Dalam contoh ilustrasi tersebut, nilai perkalian 51 dan 52, maka format perhitungannya berdasarkan rumus sebagai berikut:
Formula X : 25(100) + 5{10(B1 + B2)} + (B1 x B2)
       = 2500 + 5{10(1 + 2)} + (1 x 2)
       = 2500 + 50(1 + 2} + 2
       = 2500 + 50(3) + 2
       = 2500 + 150 + 2
       = 2652

Contoh 2:  Hitung 51 x 53 = ....
Jawab : Formula X :  25(100) + 5{10(B1 + B2)} + (B1 x B2)
                             = 2500 + 50(B1 + B2) + (B1 x B2)
                             = 2500 + 50(1 + 3) + (1 x 3)
                             = 2500 + 50(4) + 3
                             = 2500 + 200 + 3
                   = 2703
Lihat hasil peragaan berikut ini:

Contoh 3: Hitung 52 x 54 = ....
 Rumus Formula X : 25(100) + 5{10(B1 + B2)} + (B1 x B2)
                             = 2500 + 50(B1 + B2) + (B1 x B2)
                             = 2500 + 50(2 + 4) + (2 x 4)
                   = 2500 + 50(6) + 8
                   = 2500 + 300 + 8
                   = 2808
Model peragaan jarimatikanya:

Contoh 4: Hitung 55 x 55 = ...
Rumus Formula X  = 25(100) + 5{10(B1 + B2)} + (B1 x B2)
                              = 2500 + 50(B1 + B2) + (B1 x B2)
                    = 2500 + 50(5 + 5) + (5 x 5)
                    = 2500 + 50(10) + 25
                         = 2500 + 500 + 25
                         = 3025
Model peragaan jarimatikanya:


Dari pembelajaran Jarimatika tingkat dasar diatas, dapat dibuat rangkuman teknik metode penghitungan yang tepat, sebagai berikut:
1. Bila angka yang dihitung ≤ 5, maka angka yang dibawah jari-jari tangan yang mendapat penghitungan, sedangkan yang diatas jari tidak diikutkan.
Operasi hitungannya adalah operasi lemah (hanya ada operasi penjumlahan pada puluhan).
2. Bila angka yang dihitung ≥ 6 maka angka yang dibawah maupun diatas jari-jari tangan, kedua-duanya mendapat penghitungan, Operasi hitungannya adalah:
- Operasi lemah hanya pada angka di bagian bawah jari (hanya ada operasi penjumlahan pada puluhan)
- Operasi kuat pada angka di bagian atas dan bawah jari (hanya ada operasi perkalian pada satuan)
3. Perolehan Angka hasil dari perkalian harus memenuhi urutan besaran angka yang diperoleh bahwa satuan didahului oleh puluhan, puluhan didahului oleh ratusan, ratusan didahului oleh ribuan, dan seterusnya. Seperti pada contoh 7.2, perhitungan perkalian dari 36x38 diperoleh hasil 1368, bahwa:
Angka perolehan 8 sebagai satuan
                          6 sebagai puluhan
                          3 sebagai ratusan
                          1 sebagai ribuan
Perolehan masing-masing angka ini harus memenuhi rumus formula yang diberikan, cara mengingatnya:
- Hasil angka satuan atau puluhan, sebagai hasil dari operasi kuat A1xA2 (perkalian angka-angka yang ada di atas jari-jari tangan) atau B1xB2 (perkalian angka-angka yang ada di bawah jari-jari tangan)
- Selanjutnya, Hasil angka puluhan/ratusan/ribuan atau sebagai angka yang lebih besar dari hasil kali A1xA2 atau B1xB2 selalu ada dibawah jari-jari tangan dengan pemakaian operasi lemah B1+B2 (penjumlahan angka-angka yang ada di bawah jari-jari tangan)
- Perolehan Angka lemah selalu berada disusunan angka akhir sebagai angka satuan, angka yang kuat selalu berada di sebelumnya sebagai puluhan (puluhan mendahului satuan). Bila angka lemah itu berupa puluhan, maka angka kuat akan berupa ratusan, dan seterusnya mengikuti rumus formula yang diberikan, lalu dijumlahkan untuk mendapatkan hasil akhir = ... + ribuan + ratusan + puluhan + satuan.
4. Pada masing-masing metode perkalian, diberikan rumus formula yang berlaku, sebagai berikut:
Metode Awal: Perkalian angka 1 – 5
Rumus Formula AwaI :         0( B1 + B2 ) + ( B1 x B2)
Metode I: Perkalian angka 6 – 10
Rumus Formula I :         10( B1 + B2 ) + ( A1 x A2)
Metode II: Perkalian angka 11 – 15
Rumus Formula II :         100 + 10( B1 + B2 ) + ( B1 x B2)
Metode III: Perkalian angka 16 – 20
Rumus Formula III :         2(100) + 2{10( B1 + B2 )} + ( A1 x A2)
Metode IV: Perkalian angka 21 – 25
Rumus Formula IV :         4(100) + 2{10( B1 + B2 )} + ( B1 x B2)
Metode V: Perkalian angka 26 – 30
Rumus Formula V :         6(100) + 3{10( B1 + B2 )}+ ( A1 x A2)
Metode VI: Perkalian angka 31 – 35
Rumus Formula VI :         9(100) + 3{10( B1 + B2 )}+ ( B1 x B2)
Metode VII: Perkalian angka 36 – 40
Rumus Formula VII :         12(100) + 4{10( B1 + B2 )}+ ( A1 x A2)      
Metode VIII: Perkalian angka 41 – 45
Rumus Formula VIII :         16(100) + 4{10( B1 + B2 )}+ ( B1 x B2)      
Metode IX: Perkalian angka 46 – 50
Rumus Formula IX :         20(100) + 5{10( B1 + B2 )}+ ( A1 x A2)      
Metode X: Perkalian angka 51 – 55
Rumus Formula X :         25(100) + 5{10( B1 + B2 )}+ ( B1 x B2)      
Dan Seterusnya. ...

Bagaimana kalau hitungan perkalian antara ratusan dengan puluhan dengan memakai jari-jari tangan sebagai Matematka PMD (Pedang Mata Dua) ?
Nantikan tayangan berikutnya..

Bersambung .....    Next soon.