Dapatkan Uang, klik link ini http://projects.id/uangberkah

Rabu, 13 September 2017

GONDANG (MUSIK TRADISIONIL BATAK TOBA)

GONDANG
(MUSIK TRADISIONIL BATAK TOBA)
Oleh : SR.Pakpahan, SST

Dalam perkembangan musik saat ini, jenis musik yang paling pesat berkembang adalah jenis musik populer. Menurut Sitompul (1996:1) musik populer dapat berkembang dengan pesat karena diminati dan dimengerti oleh masyarakat dari berbagai tingkatan sosial misalnya dari kalangan bawah sampai kalangan atas khususnya generasi muda. Selain diminati dan dimengerti, segala sesuatu yang berhubungan dengan musik populer dapat dengan cepat menyebar luas di tengah-tengah masyarakat di mana penyebarluasannya melalui media seperti radio, televisi, surat kabar, majalah, dan lain-lainnya.  
Terbentuk dan berkembangnya sebuah unsur kebudayaan, dapat dilihat dari hasil karya yang didasari oleh ide-ide kreatif oleh tokoh-tokoh dari bidang itu, termasuk musik populer. Pada awalnya musik populer tercipta karena adanya kontak kebudayaan (culture contact). Blues merupakan budaya Afroamerika yang mempunyai ciri sinkopasi dan blue note. Kemudian unsur klasik Barat digabungkan dengan budaya Afroamerika sehingga terbentuk musik ragtime, yang kemudian berkembang menjadi jazz. Sama halnya dengan terbentuknya rock n’roll tokoh yang paling penting pada jenis musik ini adalah Elvis Presley yang mempertemukan unsur blues dan country. Demikian kontak kebudayaan itu terjadi yang didasari oleh ide-ide kreatif oleh tokoh musik sehingga terciptanya banyak jenis musik populer dewasa ini. Musik populer juga selalu memiliki hubungan dengan eksistensi bangsa atau dalam tataran yang lebih kecil adalah etnik. 

MUSIK TRADISIONIL BATAK TOBA KINI
Bagaimana dengan musik tradisionil di Indonesia khususnya musik tradisionil Batak Toba? Musik Tradisonil batak toba tidak secepat berkembangnya musik populer dewasa ini karena kurang diminati oleh masyarakat dan penyebaran musik tradisonal ini melalui mass media dan multi media lainnya sulit dilakukan. Masyarakat batak adalah masyarakat yang bangga dan bersemangat terhadap  nilai kebudayaan dan identitas sukunya. Alangkah ironisnya dan membingungkan sekali warisan batak luar biasa ini bisa ditinggalkan. Kenapa musik tradisi Bali dan Jawa masih hidup, walaupun gondang batak sekarang diambang kepunahan. Apakah kebudayaan Bali atau Jawa lebih unggul daripada kebudayaan batak? Saya rasa tidak.
Dibutuhkan langkah mengorganisasikan program untuk mempelajari kebudayaan tradisi batak, tujuan dokumentasinya, pelestarian, pendidikan, dan promosi kebudayaan tradisi batak. Bergabung dalam penelitian dan dokumentasi yang sudah dilakukan untuk mengusahakan melawan erosi kebudayaan tradisi yang menonjol sekali, khusus dalam bidang seni. PMD Sawi-AK menganjurkan memperhatikan seni musik gondang batak, tapi lebih keprhatinan kepada  semua aspek-aspek kebudayaan. Karena tekanan modernisasi, globalisasi, media massa, dan daya tarik dunia barat kebudayaan tradisi dan khusus musik gondang terancam hilang. Kehilangan musik gondang yang disebut banyak orang sudah terjadi, tentu saja ini tragis sekali.
Upacara dan pesta yang dulu berperan sebagai tempat penampilan musik tradisi nenek moyang semakin kurang karena orang lebih suka grup keyboard atau trio vokal yang lebih mencerminkan modernitas dan kejauhan dari semua hal yang disebut kampungan. Musik pop batak yang tentu juga adalah identitas etnis suku batak toba, biasanya ada musik country dan balada pop tua Amerika yang memakai bahasa batak. Musiknya tidak ada hubungan kuat dengan masyarakat batak, kecuali sekali-sekali sebagai contoh kebudayaan dalam proses perubahan, tapi betapa tragis kalau musik pop batak ini menggantikan musik gondang yang merupakan warisan berharga tapi kurang dihargai.
Semakin lama semakin banyak pemain gondang meninggal dunia dan pemain yang lebih muda didorong oleh hal-hal estetis dan ekonomis untuk main musik yang lebih laris. Kemungkinan muncul bahwa musik gondang akan hilang sebahagian besar atau semuanya. Ini tidak boleh diabaikan. Ada kemungkinan besar bahwa gondang hanya akan bertahan hidup dalam konteks agama Parmalim yang masih mempergunakan musik ini dalam konteks aslinya. Mereka mempergunakan musik nenek moyangnya untuk menghormati nenek moyang tsb dan untuk menyampaikan doa ke Debata Mulajadi Nabolon.
Betapa tragis kalau dalam hidup warisan batak berbentuk musik indah ini, yang punya sejarah sangat lama, berharga dan sangat unik di dunia, akan punah. Musik gondang batak adalah musik sakral dan luar biasa di Sumatera Utara, tetapi musik ini mungkin akan punah karena masyarakat yang melahirkannya tidak lagi cukup perduli.
Bila musik pop Batak dipersembahkan di video biasanya di kaset karaoke, rasanya hampir selalu ada tentang kerinduan desa, Danau toba, dan gaya hidup yang sering dianggap sudah hilang. Dalam video sejenis ini, sering penyanyi dan penari pakai pakaian tradisi menari tortor di depan rumah tradisi, atau dipinggir danau toba. Dalam video ini, kadang kita melihat sekilas ansambel musik tradisi Batak Toba; Gondang Sabangunan dan Gondang Hasapi. Penglihatan sekilas ini, bagaimanpun biasanya sangat singkat sekali dan hampir tidak pernah dibolehkan mendengar suara alat-alat ini dalam gambaran kebudayaan Batak Toba yang ditengahi dan diatur oleh media. Kelompok musik tradisi Batak Toba sudah menjadi lambang kebudayaan yang dilucuti oleh konteks dan makna asli. Gara-gara kekuatan media massa dalam hidup modern ini, masyarakat Batak Toba, khususnya pemuda yang tinggal di kota menganggap musik tradisi mereka sebagai simbol kebudayaan Batak tradisi, tetapi simbol tersebut melambangkan baik pemandangan hidup maupum astetis musik yang biasanya mereka diasingkan dalam kehidupannya sehari-hari.
Karena alasan itu, PMD Sawi-Ak disini peduli berbagi pengetahuan bagi para musisi muda batak toba untuk menggeluti dan mengembangkan musik tadisonal batak toba. Musik tradisionil batak toba disebut juga musik Gondang.
GONDANG
Musik tradisi masyarakat Batak Toba disebut sebagai gondang. Ada tiga arti untuk kata “gondang” :
1. Satu jenis musik tradisi Batak toba.
2. Komposisi yang ditemukan dalam jenis musik tsb. (misalnya komposisi berjudul Gondang Mula-mula, Gondang Haroharo dsb
3.  Alat musik “gendang”.
Ada 2 ensembel musik gondang (musik tradisionil batak), yaitu Gondang Sabangunan yang biasanya dimainkan diluar rumah atau dihalaman rumah; dan gondang Hasapi yang biasanya dimainkan dalam rumah.
1.    Ensembel musik Gondang Sabangunan

Gondang Sabangunan terdiri dari :
-          Satu Sarune bolon (sejenis alat tiup obo/aerophone double reed, atau Shawm). Pemain sarune mempergunakan teknik yang disebut marsiulak hosa (kembalikan nafas terus menerus) dan biarkan pemain untuk memainkan frase-frase yang panjang sekali tanpa henti untuk tarik nafas.
-          Taganing (perlengkapan terdiri dari lima gendang yang dikunci, lima gendang ini satu sisi berbentuk konis punya peran pembawa melodis dengan sarune tsb) (sejenis alat drum chime)
-          Satu Gordang (sebuah gendang besar satu sisi berbentuk konis yang berperan pembawa irama ritme),
-          Empat Ogung yang disebut empat gong (ogung oloan, ihutan, panggora, dan ogung doal), tetapi irama siklus doal (irama gondang) lebih singkat. Ogung (gong) dari besi atau tembaga seperti yang ada pada saaat ini yang berfungsi sebagai Bass atau Rhytm terdiri dari 4 buah yaitu: Oloan, Ihutan, Panggora dan Doal. Oloan dan Ihutan sebagai Bass yang bernada Do untuk Oloan dan Re atau Ri untuk Ihutan. Sedangkan Doal dan Panggora sebagai Rhytm. Doal bernada Mi dan Panggora bernada Sol.
-          Satu hesek sebuah alat perkusi (biasanya sebuah botol yang dipukul dengan batang kayu atau logam) yang membantu irama (sejenis alat Cymbal, Wood block, Singing bowl, Steel tongue drum,  Triangle, Marimba, Maracas, Flexatone).

Sarune bolon:
Alat musik ini terbuat dari logam. Sarune Bolon memiliki enam lubang nada dan berperan sebagai pembawa melodi. Alat ini termasuk bagian dari perangkat gondang sabangunan dari Batak Toba yang digabungkan dengan instrumen Taganing (perangkat gendang), gondang (gendang berukuran besar), ogung (gong), hesek (simbal), dan adap (gendang kecil). Sedangkan pada masyarakat Simalungun, sarune bolon merupakan bagian dari perangkat gindrang saparangguan. Sarune bolon dimainkan bersama gondrang sipitu-pitu, gondrang sidua-dua, ogung, mongmongan,dan sitalasayak saat upacara adat. 
Taganing:
Taganing adalah salah satu alat musik Batak Toba, yang terdiri lima buah gendang yang berfungsi sebagai pembawa melodi dan juga sebagai ritem variable dalam beberapa lagu. Klasifikasi instrumen ini termasuk ke dalam kelompok membranophone, dimainkan dengan cara dipukul membrannya dengan menggunakan palupalu (stik).
Taganing adalah drum set melodis (drum-chime), yaitu terdiri dari lima buahgendang yang gantungkan dalam sebuah rak. Bentuknya sama dengan gordang, hanyaukurannya bermacam-macam. Yang paling besar adalah gendang paling kanan, dan semakin ke kiri ukurannya semakin kecil. Nadanya juga demikian, semakin ke kiri semakin tinggi nadanya. Taganing ini dimainkan oleh satu atau 2 orang dengan menggunakan dua buah stik. Dibanding dengan gordang yang relatif konstan, maka taganing adalah melodis.
Masuk dalam jenis alat musik membranphone yang berebentuk tabung, yang merupakan alat pukul atau tabuh. Seperangkat (set) Taganing terdiri 5 buah. Di dalam sebuah permainan, posisi Taganing sangat penting. Selain tabuhan Taganing yang berpadu dengan melodi Serune, juga berfungsi sebagai dirigen yang memberikan aba-aba, dan memberikan pengaruh semangat pada semua musisi yang terlibat.
Gordang:
Gordang (single headed drum) adalah salah satu alat musik Batak Toba, yaitu satu buah gendang yang lebih besar dari taganing yang berperan sebagai pembawa ritem konstan mau pun ritem variable.
Instrumen ni sering disebut sebagai bass dari ensambel gordang sabagunan.
Ogung:
Ogung merupakan alat musik sekaligus alat komunikasi yang digunakan oleh masyarakat batak. Ogung itu sendiri berbentuk gong dengan ukuran yang bervariasi. Ogung adalah salah satu bagian daripada Gondang Sabangunan (terdiri dari Taganing, Ogung, Sarune dan Hesek), yang dipakai untuk upacara adat seperti upacara meninggal orang tua yang sudah punya cicit, menggali tulang belulang orang tua untuk dipindahkan ke bangunan yang telah disediakan, bahkan pada upacara adat perkawinan.
Berikut adalah macam-macam ogung dari etnis batak toba:
1.    Ogung Panggora: Panggora memiliki arti “yang berseru, memberi efek kejut”. Disebut demikian karena bunyinya yang menggelegar dank eras dibandingkan ogung-ogung lainnya.
2.    Ogung Ihutan :Dinamai Ogung Ihutan karena tugasnya mengikuti bunyi ogung oloan. Ikutan berarti “yang mengikuti”. Nama lain ogung ini adalah pangalusi berarti “jawaban”. Ogung ini memiliki nada yang lebih tinggi dibandingkan Ogung Oloan.
3.    Ogung Doal: Ogung ini berfungsi menambah variasi bunyi ogung saja, dengan menambah ritme tambahan, terdiri atas beberapa jenis, antara lain:
1.  Ogung Doal Oloan: Ogung yang memiliki nada rendah. Ogung ini menghasilkan bunyi yang beritme konstan supaya diikuti bunyi ogung lainnya. Hal ini yang menyebabkan ogung ini dinamai oloan yang berarti “diikuti” Disebut-sebut sebagai kepala pemimpin semua ogung.
4.    Ogung Jeret
Hesek:
Hesek adalah salah satu alat musik Batak Toba, yang instrumen pembawa tempo (ketukan dasar) yang terbuat dari pecahan logam atau besi dan kadang kala dipukul dengan botol kosong. Instrumen ini dimainkan dengan cara mengadu pecahan logam tersebut sesuai dengan irama dari suatu lagu. Klasifikasi ini termasuk kedalam kelompok idiophone.
Pada ensembel gondang sabangunan, alat musik taganing (drum chime) dan sarune bolon (obo atau shawm) berfungsi sebagai pembawa melodi; alat musik ogung (gong) dan hesek (cymbal) berfungsi sebagai pembawa ritme konstan, dan alat musik gordang (gendang besar) berfungsi sebagai pembawa ritme variatif. Alat perkusi hesek (cymbal) ini hanya berfungsi untuk membantu memperkuat irama saja. Alat musik ogung khususnya ogung doal  berfungsi untuk membentuk pola irama (doal)  dengan siklus yang singkat.
Tangga nada yang dipakai dalam ensembel Gondang Sabangunan adalah tangga nada yang dikunci membentuk 5 not: 1-2-3-4-5 sebagai tangga nada pentatonis yang tadinya berasal dari tangga nada diatonik (tangga nada 1 oktaf: 1-2-3-4-5-6-7). Tangga nada gondang sabangunan disusun dalam cara yang sangat unik, tangga nadanya dikunci dalam cara yang hampir sama (tapi tidak persis) dengan tangga nada yang dimulai dari urutan pertama sampai kelima tangga nada diatonis mayor yang ditemukan dimusik Barat: do, re, mi, fa, sol. Ini membentuk tangga nada pentatonis yang sangat unik. Oleh tangga nada yang dikunci (pentatonis) ini memberi variasi antara alat musik Sarune bolon dan Taganing, sistem tangga nada yang dipakai dalam musik gondang punya variasi diantara setiap ansambel, variasi ini bergantung pada estetis pemain sarune dan pemain taganing.
Sesuai perkembangan zaman dan teknologi, alat musik Brass band bisa ditambahkan sebagai pengiring pada ensembel gondang sabangunan agar terbentuk tekstur polifoni/homofoni.
2.    Ensembel musik Gondang Hasapi atau Uning-uningan

Sebahagian besar ensembel gondang sabangunan juga dimainkan dalam konteks ensembel gondang hasapi. Ensembel ini terdiri dari :
-          Hasapi ende (sejenis gitar kecil yang punya dua tali) (Short Neck Lute Melody atau pluked lute dua senar) yang berfungsi pembawa melodi.
-          Hasapi doal (sejenis gitar kecil yang punya dua tali) (Short Neck Lute Appregiation). Hasapi doal atau pluked flute dua senar  yang berfungsi pembawa pola irama gondang.
-          Garantung (sejenis gambang kecil) (Wooden Xylophone) yang berfungsi pembawa melody ambil peran taganing dalam ansambel gondang hasapi, garantung terdiri dari 5 atau 7 wilahan nada.
-          Sulim (sejenis seruling terbuat dari bambu yang punya selaput kertas yang bergetar, seperti sulim dze dari Cina) (Side Blown Flute),
-          Sarune etek (sejenis klarinet) yang ambil peran sarune bolon dalam ensembel ini. Sarune etek (shawn) adalah instrumen pembawa melodi yang memiliki reed tunggal (single reed).
-          Hesek (sejenis alat perkusi yang menguatkan irama, biasanya alat ini ada botol yang dipukul dengan sebuah sendok atau pisau) (Cymbals).
Hasapi ende:
Hasapi ende (pluked lute dua senar) adalah instrumen pembawa melodi dan merupakan instrumen yang dianggap paling utama dalam ensambel gondang hasapi.
Klasifikasi instrumen ini termasuk ke dalam kelompok chordophone. Tune atau sistem dari kedua senarnya adalah dengan interval mayor yang dimainkan dengan cara mamiltik (memetik).

Hasapi doal:
Hasapi doal (pluked flude dua senar), instrumen ini sama dengan hasapi ende namun dalam permainannya hasapi doal berperan sebagai pembawa ritem konstan. Ukuran instrumen hasapi doal lebih besar sedikit dari hasapi ende.
Klasifikasi instrumen ini termasuk ke dalam kelompok chordophone. Tune atau sistem dari kedua senarnya adalah dengan interval mayor yang dimainkan dengan cara mamiltik (memetik).
Garantung:
Garantung (dibaca garattung) adalah salah satu alat musik Batak Toba, Sumatera Utara yang merupakan pembawa melodi yang terbuat dari kayu dan memiliki lima bilah nada. Klasifikasi instrument ini termasuk ke dalam kelompok xylophone. Selain berperan sebagai pembawa melodi, juga berperan sebagai pembawa ritem variable pada lagu-lagu tertentu, dimainkan dengan cara mamalu (memukul 5 bilah nada).
Garantung terdiri dari 7 wilahan yang digantungkan di atas sebuah kotak yang sekaligus sebagai resonatornya. Alat musik ini dimainkan dengan menggunakan dua buah stik untuk tangan kiri dan tangan kanan. Sementara tangan kiri berfungsi juga sebagai pembawa melodi dan pembawa ritme, yaitu tangan kiri memukul bagian tangkai garantung dan wilahan sekaligus dalam memainkan sebuah lagu. Seiring perkembangan zaman mengikuti tangga nada internasional (diatonis 1 oktaf), maka garantung terdiri dari 11 wilahan, dimulai dari paling kanan adalah nada paling rendah nada 5, (sol rendah) dan paling kiri adalah nada paling tinggi nada 1’ (do tinggi).
Sulim:
Sulim (transverse flute) adalah salah satu alat musik Batak Toba, yaitu alat musik yang terbuat dari bambu, memiliki enam lobang nada dan satu lubang tiupan. Dimainkan dengan cara meniup dari samping (slide blow flute) yang dilakukan dengan meletakkan bibir secara horizontal pada pinggir lobang tiup. Instrument ini biasanya memainkan lagu-lagu yang bersifat melankolis ataupun lagu-lagu sedih. Klasifikasi instrument ini termasuk dalam kelompok aerophone.
Sarune etek:
Sarune etek (shawn) adalah instrumen pembawa melodi yang memiliki reed tunggal (single reed). Klasifikasi ini termasuk dalam kelompok aerophone yang memiliki lima lobang nada (empat di bagian atas, satu di bagian bawah), yang dimainkan dengan cara mangombus marsiulak hosa (circular breathing).
Hesek: (lihat hesek pada gondang sabangunan)
Pada ensembel gondang hasapi, alat musik garantung (gambang kecil atau wooden xylophone), sarune etek (clarinet), sulim (sulim dze atau side blown flute) dan hasapi ende (gitar kecil punya dua tali atau short neck lute melody) berfungsi sebagai pembawa melodi; alat musik hasapi doal (gitar kecil punya dua tali atau short neck lute appregiation) berfungsi sebagai pembawa ritme variatif, dan alat perkusi hesek (cymbals) berfungsi sebagai pembawa ritme konstan. Alat perkusi hesek (cymbal) ini hanya berfungsi untuk membantu memperkuat irama saja.
Tangga nada yang dipakai dalam musik gondang hasapi hampir sama dengan yang dipakai dalam gondang sabangunan, tetapi lebih seperti tangga nada diatonis mayor yang dipakai di Barat. Ini karena pengaruh musik gereja Kristen.
Pada keduanya ensembel gondang sabangunan dan gondang hasapi, dapat diberikan kontribusi alat musik tiup Saxophone dan teknik bermain yang bagus. Teknik permainan sarune bolon (ensembel gondang sabangunan) dan teknik permainan sarune etek (ensembel gondang hasapi) secara eksplisit diteruskan oleh alat musik tiup saxophone yang tetap berlatar belakang budaya musik batak toba.


MASA DEPAN MUSIK TRADISIONIL BATAK TOBA
Sesuai perkembangan zaman dan teknologi, ensembel gondang sabangunan dan gondang hasapi/uning-uningan mengalami pembaharuan juga, gaya permainan brass band sebagai cikal bakalnya musik populer Batak Toba.
Bila ensembel gondang sabangunan dialihkan kepada ensembel musik Brass band maka ada instrumen yang akan diganti alihkan oleh instrumen lain, seperti:
1.    Taganing diganti alih oleh trombon, pembawa melodi
2.    Gordang diganti alih oleh drumset, pembawa ritme variatif
3.    Ogung oloan diganti alih oleh sausafon, pembawa ritme konstan
4.    Ogung ihutan diambil alih oleh saxofon alto, pembawa ritme konstan
5.    Ogung doal diambil alih oleh trombon, pembawa ritme konstan
6.    Ogung panggora diambil alih oleh saxofon tenor, pembawa ritme konstan
7.    Sarune diambil alih oleh trumpet atau clarinet, pembawa melodi
8.    Hesek diambil alih oleh cymbal, pembawa ritme konstan
Awalnya musik populer Batak Toba dipengaruhi oleh musik gereja, yang dapat ditelusuri melalui penggunaan tangga nada diatonis (diatonic scale) nampak di dalam melodi-melodi yang diciptakan dan digunakan dalam berbagai peristiwa budaya. Dalam pertunjukannya, mereka melakukan akulturasi antara budaya Barat dan Batak Toba, yang diadu sedemikian rupa menjadi budaya populer. Musik populer Batak Toba itu berkembang dengan masuknya pengaruh budaya asing dan berinteraksi dengan budaya Batak Toba.
Seiring perkembangan zaman dan teknologi, masyarakat dan para pemusik Batak Toba banyak mendengar berbagai jenis irama, dengan media utamanya adalah radio, tape recorder, video compact disk, dan televisi. Karena seringnya mendengar musik dalam berbagai irama, para pemusik mendapatkan wawasan secara musikal, alhasil timbul keinginan para pemusik membuat sesuatu yang baru di dalam musik populer Batak Toba yang membawa musik Batak Toba itu kepada perkembangan-perkembangan.
Pada masa konstelasi musik, masa sebuah hasil interaksi antara corak gaya sebelumnya dengan gaya baru (corak yang sedang ada pada masa ini dalam musik populer secara umum), muncul sejumlah pemusik baru yang mencoba memunculkan dan membuat lebih baru dari masa sebelumnya. Masa ini dapat dikatakan suatu trend baru dalam blantika musik populer Batak Toba, dikarenakan pada masa sebelumnya ada lagu-lagu yang diciptakan komponis Batak Toba saat ini, penggarapannya digabung secara tradisi dan teknologi modern. Misalnya lagu Sinanggar Tullo digarap oleh Andolin Sibuea ke dalam irama remix akan tetapi menggunakan alat musik tradisional seperti sulim Batak dan taganing (drum chime) dipadukan dengan alat instrumen modern (berasal dari kebudayaan Barat) seperti seperangkat alat band dan program keyboard synthesizer. O Tano Batak lagu ini digarap oleh Vicky Sianipar dengan bentuk rock dan dimasukkan unsur-unsur orkestra Barat.
Selain lagu-lagu lama digarap dengan bentuk komposisi baru muncul juga lagu-lagu baru di mana sistem penggarapannya mengadopsi beberapa elemen, estetika, harmoni dan juga instrumen sehingga munculnya suatu rasa baru yang lebih dinamis salah satunya instrumen saksofon, hal seperti ini dinamakan perpaduan antara beberapa kebudayaan atau cultural contact. Pengambilan elemen-elemen budaya asing dan mencoba menggabungkan dengan budaya sendiri sehingga terjadi suatu interaksi yang menghasilkan model baru dan rasa yang lebih dinamis. Dalam musik populer Batak Toba, instrumen saksofon fungsi utamanya adalah membawa melodi antara frase-frase vokal yang kosong.
Munculnya budaya populer yang boleh dikatakan sebagai sebuah revolusi dalam perkembangan budaya telah dapat merapatkan jurang pemisah antara golongan elit dan rakyat biasa (Donald 1968:15). Munculnya budaya populer kadang-kadang menimbulkan kekeliruan. Rosenberg menerangkan beberapa kekeliruan atau anggapan orang ramai yangkurang tepat tentang budaya populer. Orang selalu mengaitkan kemunculan budaya populer dengan kapitalisme, yang berawal di Amerika Serikat, dan berasal dari sistem politik demokrasi (Rosenberg 1960:11). Anggapan seperti itu tidak disetujui Rosenberg karena ia percaya bahwa pengaruh perkembangan teknologi pertumbuhan budaya populer adalah besar sekali.
Fungsi utama musik populer Batak Toba adalah sebagai kontinuitas kebudayaan dan mempertahankan jati diri masyarakat Toba secara keseluruhan. Fungsi-fungsi lainnya adalah untuk kepentingan ekonomi dalam konteks kapitalisasi global, integrasi antar warga Batak, sebagai bagian dari stabilitas dan kesinambungan kebudayaan, hiburan, mata pencaharian, dan lain-lainnya. Penggunaannya umumnya adalah memeriahkan acara pesta perkawinan, kematian, adat, dan lainnya, terutama yang berkaitan dengan budaya Batak Toba.
Struktur melodi musik populer Batak Toba menggunakan sistem tangga nada diatonik terutama mayor Barat, yang disesuaikan juga dengan struktur modal dalam musik Batak Toba lama. Nada dasar mengikuti alur tangga nada Barat, mayor atau minor mengutamakan nada dasarnya. Wilayah nada menggunakan satu oktaf lebih sedikit. Formula melodi yang digunakan umumnya binari atau ternari. Konturnya yang paling umum adalah pendulum.
Kami selanjutnya mengambil kesimpulan umum, bahwa musik populer Batak adalah hasil yang kompleks dari proses penempatan diri masyarakat Batak dalam kondisi Sumatera Utara, Indonesia, dan Dunia yang serba berkembang secara pesat. Di dalamnya dilakukan akulturasi, inkulturasi, dan enkulturasi budaya, dalam konteks globalisasi, dengan tetap memelihara nilai-nilai tradisional yang diwariskan dari nenek moyang masyarakat Batak Toba.
Ini barulah dalam tahap awal, tentu masih perlu terus disempurnakan terutama oleh para ilmuwan yang berkaitan bidang ilmunya. Selain itu, alangka idealnya apabila penelitian ini melibatkan berbagai pakar, terutama yang terkait, seperti budayawan, ekonom, antropolog, ahli hukum, dan lainnya mengkaji bersama keadaan musik populer Batak Toba ini, dalam kajian multi disiplin ilmu. Sehingga dihasilkan suatu kajian yang mendalam dan kompriensif, yang selanjutnya dapat dipergunakan untuk perkembangan musik populer Batak Toba di masa depan. Selain itu, kami memohon kepada semua intelektual musik (budaya) Batak Toba agar terus meneliti, menggali, dan mengembangkan kebudayaan masyarakat Toba, buatlah inovasi-inovasi, terobosan-terobosan baru dan pembaharuan demi kemajuan peradaban masyarakatnya, seperti lagu Danau Toba ciptaan SR.Pakpahan,SST lagu digarap dalam musik PMD (Pedang Mata Dua) sehingga lagu ini dinobatkan sebagai Juara ke-2 memenangkan perlombaan cipta lagu/hymne Danau Toba oleh penyelenggara Yayasan Pencinta Danau Toba (YPDT) sehingga penciptanya memperoleh hadiah uang Rp.500.000 saja, seandainya lagu ini digarap dalam ensembel musik tradisional batak toba, maka akan memperoleh hadiah Rp.10 juta. Untuk mendengar lagu Danau Toba, pengunjung dapat melihatnya di website http://www.SMPPress.Com dan jangan lupa membeli lagu tersebut untuk memperbanyak dokumentasi /arsip lagu-lagu anda.

KESIMPULAN
Gondang merupakan sebutan untuk orkes tradisional dari 3 Batak Toba. Ada 2 jenis orkes gondang, yaitu Gondang Sabangunan (dimainkan di luar rumah/di bawah langit) dan Gondang Hasapi atau Uning-uningan (di dalam rumah). Keduanya terdiri dari beberapa alat musik yang hampir sama, meskipun ada juga perbedaan pada tipe permainannya yaitu; gondang Sabangunan memainkan pola ritmis, sedangkan gondang Hasapi cenderung memainkan pola melodis. Gondang hasapi adalah sebuah sajian musik masyarakat Batak Toba yang berbentuk Ansambel dengan instrumen antara lain: Hasapi (chordophone), Sarune Etek (aerophone), Sulim (aerophone), Taganing (membranophone), Garantung (idiophone melodis), Hesek (concussion idiophone) dan Ogung (idiophone).

(1)    bentuk penyajian gondang hasapi merupakan bentuk penyajian musik ansambel, yang terdiri dari hasapi, garantung, sarune etek, sulim, taganing, ogung, hesek. (2) Teknik permainan instrumen pada ansambel gondang hasapi yang mencakup instrumen (a) hasapi yang teknik memainkannya dengan menggunakan teknik mamiltik atau tukkel. (b) garantung teknik memainkannya dengan menggunakan teknik mangarapat, manganak-anaki, didang-didang, dan polyphonic, (c) sarune etek yang cara memainkannya dengan cara ditiup dengan menggunakan teknik marsiulak hosa, mandila-dila, manghapit, piltik dila, piltik jari, menutup dan membuka lubang angar-angar, (d) Sulim yang cara memainkannya dengan cara ditiup dengan menggunakan teknik manggarutu, mangarapol, mandila-dila, mambunga-bungai, manggotapi, dan mangandung-andung, (e) taganing teknik memainkannya dengan cara memukul dengan pola permainan mangodap-odapi, manganak-anaki, dan mangarapat, (f) untuk ogung oloan dan ogung ihutan teknik memainkannya dipukul dengan teknik lepas, ogung panggora dipukul dengan satu tangan, sementara tangan lainnya memegang alat musik yang bertujuan untuk menghentikan gema dari gong, (g) hesek teknik memainkannya dengan cara memukul. (3) fungsi sosial yang terkandung dalam musik gondang hasapi bagi masyarakat Batak Toba di Yogyakarta yaitu: (a) musik sebagai pengikat solidaritas sosial, (b) musik sebagai respon fisik, (c) musik sebagai kesinambungan budaya, (d) musik sebagai pengintegrasian masyarakat, (e) musik sebagai pengungkapan emosional, (f) musik sebagai pendidikan, (g) musik sebagai hiburan, (h) musik sebagai pelengkap ritus religi, (i) musik sebagai identitas masyarakat.

Teknik masing-masing instrumen musik gondang hasapi yaitu teknik memainkan alat musik hasapi ialah dengan cara mamiltik atau dahulu disebut tukkel (dipetik). Teknik memainkan instrumen musik garantung menggunakan mangarapat, maganak-anaki dan teknik Polyphonic. Teknik memainkan instrumen sarune etek yang cara memainnkannya dengan cara ditiup dengan menggunakan teknik marsiulak hosa, mandila-dila, manghapit, piltik dila, piltik jari, dan teknik menutup dan membuka lubang angar-angar. Teknik memainkan instrumen sulim Batak Toba yang cara memainkannya dengan cara ditiup menggunakan teknik manggarutu, mangarapol, mandila-dila, mambunga-bungai, manggotapi, dan mangandung-andung. Adapun teknik memainkan taganing dengan cara dipukul dengan pola permainan mangodap-odapi, manganak-anaki, dan mangarapat. Teknik memainkan instrumen Ogung oloan dan ogung ihutan teknik memainkannya dengan cara dipukul dengan teknik lepas, di mana gema dari bunyi gong yang dipukul dibiarkan terus berbunyi hingga hilang dengan sendirinya. Ogung panggora dipukul dengan satu tangan, sementara tangan lainnya memegang badan alat musik yang bertujuan untuk menghentikan gema dari gong. Hesek Teknik memainkannya ialah dengan cara memukulkan stik ke botol, agar menghasilkan suara yang nyaring.






Tidak ada komentar:

Posting Komentar