Dapatkan Uang, klik link ini http://projects.id/uangberkah

Minggu, 09 Desember 2018

HADIAH NATAL YANG INDAH dan YANG TERINDAH (1)


HADIAH NATAL YANG INDAH DAN TERINDAH :
PENGGENAPAN JANJI-JANJI TUHAN OLEH ALLAH

(Oleh: SR.Pakpahan,SST)


Panggilan dan pilihan Allah
Kita diberi nafas hidup yakni Roh-Nya Allah dan segala sesuatunya untuk kita mengerti kehendak Allah, mengenal karya Allah melalui pesona alam semesta ciptaan-Nya, dan mengenal karakter Allah melalui perwujudan diri-Nya dalam diri Anak-Nya yang tunggal Yesus Kristus, agar kita beroleh anugerah janji-janji Tuhan di dalam kerajaan Sorga-Nya. Dari semua janji-janji Tuhan yang ada, hanya janji keselamatanlah sebagai janji yang berharga dan yang sangat besar.

2 Petrus 1:3 Karena kuasa  ilahi-Nya telah menganugerahkan kepada kita segala sesuatu yang berguna untuk hidup yang saleh oleh pengenalan kita akan Dia, yang telah memanggil kita  oleh kuasa-Nya yang mulia dan ajaib. 1:4 Dengan jalan itu Ia telah menganugerahkan kepada kita janji-janji j  yang berharga dan yang sangat besar, supaya olehnya kamu boleh mengambil bagian dalam kodrat ilahi, dan luput dari hawa nafsu  duniawi yang membinasakan dunia. 

Kita dipanggil Allah untuk hidup saleh, hidup benar dan kudus, dan memuliakan nama Tuhan agar setiap pergumulan hidup dapat kita atasi. Pergumulan hidup yang cenderung membuat sengsara, tidak bisa kita terima ini serasa kita jauh dari berkat-berkat Tuhan, hidup rasanya di dalam kegelapan yang jauh dari jalan terang Sorga, serasa diri terasing dalam komunitas sesama, dan jauh dari keselamatan, namun setiap pergumulan atau badai hidup itu selalu ada jawabannya pada Tuhan. Bangkitlah bersama Tuhan, datanglah pada Yesus Kristus dan IA akan memberikan kelegaan pada orang-orang yang berbeban berat, sehingga setiap pergumulan atau badai hidup berganti menjadi badai sudah berlalu dan suka cita diri ada dalam Tuhan, hal ini yang Tuhan inginkan dari kita yang saleh, benar dan kudus sehingga kita dapat layak masuk dalam hadirat Tuhan melakukan ibadah penyembahan memuji dan memuliakan nama Tuhan dalam Roh dan kebenaran. Roh yang benar yang berasal dari Allah, dan manfaat ibadah memampukan kita menjadi hidup seperti malak-malak Sorgawi, bersatu dalam tubuh Kristus Yesus mengambil bagian dalam pelayanan, masing-masing anggota punya panggilan khusus tersendiri untuk menjadi pelayan Tuhan sesuai dengan talenta dan karunia yang diberi oleh Tuhan kepada pribadi lepas pribadi. Dari lembah pergumulan hidup, dari ujung badai penderitaan, dari kekurangan dan kelemahan kita dipanggil Tuhan untuk bersatu ambil bagian dalam pelayanan-Nya. Bila Roh Allah dan penyertaan Roh kudus yang menyatukan kita dalam tubuh Kristus ada dalam diri kita akan memampukan kita melayani orang lain, mengasihi sesama seperti mengasihi diri sendiri, dan apa yang kita inginkan orang lain berbuat pada diri kita itulah yang kita perbuat pada mereka, melayani orang lain dengan tulus hati dan tanpa pamrih.

Yesaya 61:1 Roh Tuhan ALLAH  ada padaku, oleh karena TUHAN telah mengurapi  aku; Ia telah mengutus aku untuk menyampaikan kabar baik  kepada orang-orang sengsara,  dan merawat  orang-orang yang remuk hati, untuk memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan,  dan kepada orang-orang yang terkurung kelepasan dari penjara, 61:2 untuk memberitakan tahun rahmat  TUHAN dan hari pembalasan  Allah kita, untuk menghibur  semua orang berkabung,  61:3 untuk mengaruniakan kepada mereka perhiasan  kepala ganti abu,  minyak  untuk pesta ganti kain kabung,  nyanyian puji-pujian ganti semangat yang pudar, supaya orang menyebutkan mereka "pohon tarbantin kebenaran", "tanaman  TUHAN" untuk memperlihatkan keagungan-Nya.

Karakter melayani Tuhan dan melayani sesama yang diteladani Yesus Kristus inilah patut kita tiru yang membuat banyak orang berbalik dari pendosa menjadi orang saleh, banyak orang mau bertobat dari hidupnya yang jahat menjadi hidup baik, mau dibaptis dan percaya kepada Roh kudus penolong Ilahi, Yesus Kristus Anak Allah yang tunggal, dan kepada Allah Bapa. Karakter mengasihi (berbelas kasih) ada pada pengikut kristus yang tetap bermegah dalam nama Tuhan selaras dengan janji-janji-Nya yang menyelamatkan, dan menolak tawaran gemerlapnya dunia dari keinginan nafsu duniawi yang membinasakan. Dengan janji-janji Tuhan itu kita dibolehkan hidup lebih saleh, benar, kudus dan mengambil bagian dalam kodrat ilahi dengan tidak bersandar pada pengertian diri sendiri, tetapi bersandar pada pengertian Tuhan. Jalan Tuhan tidaklah sama dengan jalan manusia, pemikiran Tuhan tidaklah sama dengan pemikiran manusia, kepicikan manusia sangatlah kontras dengan hikmat-Nya Tuhan, kebodohan yang dari Allah adalah lebih berhikmat dari kepintaran manusia, dan yang lemah  dari Allah lebih kuat dari pada manusia, bisa saja tertuduh sebagai musuh Allah tapi sebenarnya adalah ulu balang (panglima) Allah, mau menjadi rendah untuk membesarkan orang lain, menjadi kecil untuk meninggikan orang lain, mau menjadi miskin untuk memperkaya orang lain, inilah semua yang diteladani kesalehan pelayanan Rasul Paulus, mau menanggung aib/cela orang lain seperti yang diperbuat Tuhan:
Mau menjadi kutuk untuk berkat bagi orang lain, mau mati untuk menghidupi orang lain, mau menanggung borok/nanah orang lain untuk kesempurnaan hidup mereka memasuki bumi baru  langit baru, mau menanggung penyakit orang lain, memikul kesengsaraan orang lain meskipun tertuduh kena tulah, dipukul dan ditindas Allah.

Yesaya 53:4 Tetapi sesungguhnya, penyakit kitalah yang ditanggungnya, dan kesengsaraan  kita yang dipikulnya, padahal kita mengira dia kena tulah, dipukul dan ditindas Allah.

Fenomena kehidupan di atas memang tidak bisa diterima oleh manusia lahiriah, tetapi itulah kehendak Allah bagi manusia-manusia Rohani yang memandang kodrat Ilahi itu sebagai suatu kasih karunia pada Allah agar kita lebih dalam lagi mengasihi sesama oleh karena Yesus Kristus telah lebih dulu mengasihi kita, dan agar karakter kita menyerupai karakter Allah.


 1 Petrus 2:19 Sebab adalah kasih karunia, jika seorang karena sadar akan kehendak Allah,  menanggung penderitaan yang tidak harus ia tanggung. 2:20 Sebab dapatkah disebut pujian, jika kamu menderita pukulan karena kamu berbuat dosa? Tetapi jika kamu berbuat baik dan karena itu kamu harus menderita, maka itu adalah kasih karunia pada Allah.

Pengenalan kita akan Allah membuat kita memiliki segala sesuatu yang berguna untuk menjalani kehidupan yang saleh, dan hal itu hanya dapat terjadi karena ada anugerah Allah yang besar dan juga tanggapan kita akan panggilan Allah kepada kita.
Hanya dengan kehidupan yang seperti itu kita mendapatkan identitas kita sebagai orang Kristen, yaitu bahwa kita memiliki kodrat ilahi (divine nature) yang memampukan kita untuk menerima janji-janji Allah yang sangat berharga dan sangat besar..kodrat illahi itulah yang akan meluputkan kita dari hawa nafsu duniawi yang membinasakan dunia.
Jadi kesimpulannya adalah: Hanya kita yang memiliki kodrat illahi saja, yang membuat kita mengenal dan menerima janji-janji Allah dan diluputkan dari hawa nafsu duniawi yang membinasakan (3 hal yang didambakan oleh setiap orang adalah: mengenal  Allah yang benar, hidup di dalam janji-janjiNya, dan diluputkan dari kebinasaan dunia).
Hidup di dalam divine nature/kodrat illahi adalah jika Allah adalah kasih, maka kita hidup di dalam kasih (1 Yohanes 4:7,16), dan jika Allah adalah kebenaran (Yohanes 14:6), maka kita akan hidup di dalam kebenaran.. karena kodrat (nature) kita adalah sama dengan kodratnya (nature-nya) Allah  sehingga jika kita memang benar hidup di dalam kasih dan kebenaran, maka kita akan memiliki hati yang suci/kudus/pure heart (Matius 5:8), sehingga kita tahu mempercayai dan melakukan kehendak Allah, dan kita bisa melihat Allah.
Kita sekarang sedang hidup di zaman akhir yang paling akhir, dan ciri yang (sangat) menonjol dan sering dilupakan orang adalah kedurhakaan (inquity=ketidakadilan) yang menghasilkan ketidakbenaran di dalam hidup semakin bertambah (abound=berlimpah-limpah) dan kasih kebanyakan orang (Kristen) akan semakin dingin/pudar (wax cold= menjadi dingin) artinya bahwa yang tidak benar dipandang sebagai suatu kebenaran, dan hal itu yang menekan kebanyakan orang, sehingga banyak orang berpikir untuk apa hidup di dalam kodrat illahi (di dalam kasih, karakter Allah), karena sekeliling kita adalah ketidakadilan/ketidakbenaran, sehingga kasih kita menjadi pudar dan akhirnya hilang.
Matius 24:12 Dan karena makin bertambahnya kedurhakaan, maka kasih kebanyakan orang akan menjadi dingin. 24:13 Tetapi orang yang bertahan sampai pada kesudahannya akan selamat.  24:14 Dan Injil Kerajaan ini  akan diberitakan di seluruh dunia  menjadi kesaksian bagi semua bangsa, sesudah itu barulah tiba kesudahannya.
Tuhan Yesus mengatakan bahwa jika orang yang bertahan (tetap hidup di dalam divine nature/kodrat Ilahi) sampai pada akhirnya, maka akan selamat (diselamatkan-2 Petrus 1:4) dari kengerian akan kebinasaan dunia, dan Injil Kerajaan (the Kingdom's Gospel-berita sukacita dari Allah melalui orang-orang yang hidup di dalam divine nature) akan menjadi kesaksian hidup bagi dunia yang penuh dengan kedurhakaan/ketidakadilan/ketidakbenaran, yaitu dengan tetap hidup di dalam kasih dan  kebenaran Allah (1 Yohanes 4:7) akan menjadi berita sukacita bagi orang-orang yang hidup di dalam kedurhakaan/ketidakbenaran (mirip seperti kehidupan manusia pada zaman Nuh, Abraham sampai kepada kehidupan Tuhan Yesus sendiri), jadi pemberitaan  Injil harus disertai dengan orang-orang yang hidup di dalam divine nature, dan sekarang Allah sedang melakukan banyak pemulihan gerejaNya secara holistik (pribadi dan organisasi) di seluruh dunia dengan membangkitkan kehidupan kerohanian orang2 Kristen di seluruh dunia, yaitu dengan cara menghakimi gerejaNya (1 Petrus 4:17-19), artinya kita sebagai orang-orang Kristen yang mempunyai divine nature/kodrat Ilahi harus tetap hidup di dalam kasih yang membuat kita saleh, dan di dalam kebenaran yang membuat kita dikenan Allah, tidak peduli bagaimana keadaan kita saat ini (spt domba, nature-nya makan rumput, jika domba makan daging itu menyalahi nature-nya), ini menunjukkan bahwa dalam keadaan apapun dan bagaimanapun kita harus tetap hidup saleh, mengasihi dan tetap hidup di kenan Allah di dalam kebenaran. Kita yang saat ini hidup di dalam divine nature atau tidak, Tuhan Yesus tetap akan datang juga ...segera!! (Wahyu 22:20).
Di zaman akan berakhirnya Sebelum Masehi (BC=Before Century) di tahun sisa 28 sebelum masehi akan berakhir atau di tahun 1 BC sebelum memasuki tahun 1 Masehi (1 M), Allah menilik bumi itu adakah manusia yang berakal budi, manusia yang hidupnya saleh, berbelas kasih, hidup benar dan kudus di mata Tuhan? Tidak ada satu orangpun yang mengerti kehendak Allah, tidak ada satu orangpun yang mau mengambil bagian dalam kodrat Ilahi padahal waktu sudah hampir habis (zaman sebelum masehi akan berakhir) sehingga akhirnya Allah bertindak menunjukkan kasih karunia-Nya bagi manusia agar di bumi itu ada generasi Allah atau manusia Allah yang mampu hidup dalam kodrat Ilahi, dibagian akhir yang ada selalu dua, Allah memunculkan Nabi Yohanes Pembaptis sebagai penyambung lidah Allah untuk menobatkan dan membaptis banyak orang (termasuk Yesus Kristus) agar dapat masuk dalam Kerajaan Sorga Allah.


Lukas 3:16 Yohanes menjawab dan berkata kepada semua orang itu: "Aku membaptis kamu dengan air,  tetapi Ia yang lebih berkuasa dari padaku akan datang dan membuka tali kasut-Nyapun aku tidak layak. Ia akan membaptis kamu dengan Roh Kudus dan dengan api.
Dan bersamaan dengan Yohanes Pembaptis, juga Allah memunculkan Yesus Kristus sebagai Nabi akhir zaman untuk menyelamatkan dunia dan umat manusia. Rencana keselamatan kehidupan yang dari Allah, dari dahulu kala sudah difirmankan dan dinubuatkan oleh para Nabi zaman dahulu,
Yesaya 7:14 Sebab itu Tuhan sendirilah yang akan memberikan kepadamu suatu pertanda:  Sesungguhnya, seorang perempuan muda mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki, dan ia akan menamakan Dia Imanuel. 
Yesaya 9:6  Sebab seorang anak telah lahir  untuk kita, seorang putera telah diberikan untuk kita; lambang pemerintahan  ada di atas bahunya,  dan namanya disebutkan orang: Penasihat Ajaib,  Allah yang Perkasa,  Bapa  yang Kekal, Raja Damai.
Mikha 5:2  Tetapi engkau, hai Betlehem  Efrata, hai yang terkecil di antara kaum-kaum Yehuda, dari padamu akan bangkit bagi-Ku seorang yang akan memerintah Israel, yang permulaannya sudah sejak purbakala, sejak dahulu kala.
Nubuat tentang kelahiran Juru Selamat ini telah digenapi oleh Allah melalui keluarga Yusuf-Maria, tidak ada tempat di bumi itu yang layak menerima kelahiran Bayi Kudus Yesus Kristus-Immanuel, di malam hari yang dingin sunyi senyap di malam kudus di akhir zaman sebelum masehi akan berakhir (di hari sabath Tuhan yang terakhir zaman sebelum masehi) di kandang domba di Betlehem Efrata lahirlah Yesus Kristus. Juru selamat dunia dan umat manusia telah lahir dimalam yang terindah, sehingga terbit cahaya yang cerah, oleh karena seorang Putera telah datang dan menyoroti malam yang kelam, sehingga seluruh bumi terang benderang dan hati setiap manusia pun cemerlang. Yesus Kristus adalah terang yang maha indah memancarkan Sinar Natal-Nya, sehingga semua manusia bahagia dibimbing oleh Sinar-Nya dalam perjalanan hidup menuju Sorga baru dan bumi baru, Sorga baru rumah abadi kita dan bumi baru tempat berkarya abadi kita.
Kelahiran Yesus Kristus-Immanuel inilah sebagai hadiah anugerah yang terindah dari Sorga Allah untuk manusia di bumi. Terimalah Yesus Kristus lahir di dalam hati kita. Jadikan hati kita sebagai palungan tempat yang terindah untuk kelahiran Yesus di malam Natal yang Kudus.
Meskipun dunia cepat menolak dan tidak menerima kita, tetapi Sorga selalu menerima kita. Manusia daging mengadakan penolakan, sedangkan manusia rohani berkarakter Allah dalam kodrat Ilahi masih bersedia menerima hal-hal yang diperbuat Allah yang diluar pemikiran manusia. Kehendak Allah akan nyata dan jadi pada orang-orang yang melakukan kodrat Ilahi yang dari semula rencana dan rahasia kehendak-Nya itu dinyatakan kepada kita di dalam Kristus Yesus.
Ef 1:9 Sebab Ia telah menyatakan rahasia kehendak-Nya kepada kita, sesuai dengan rencana kerelaan-Nya, yaitu rencana kerelaan yang dari semula telah ditetapkan-Nya di dalam Kristus.
Kita dipilih dan dipanggil Allah untuk mengikuti jejak teladan Yesus Kristus, hidup saleh, kasih, dan dikenan Allah, berbuat benar serta turut mengambil bagian dalam kodrat Ilahi, untuk itu kita harus berkarakter seperti karakter Yesus Kristus Tuhan, dan berkarya di dunia bagi terbentuknya Sorga baru seperti Karya-karya Yesus Kristus yang Maha besar dan terhebat. Kita harus bekerja sama dengan Allah untuk menyatakan maksud dan kehendak Allah di dalam Perjanjian Kasih-Nya untuk demi keselamatan hidup mencapai kekekalan, demi hari depan kelangsungan hidup yang penuh harapan kebahagiaan dalam kesempurnaan.
2 Tim 1:9 Dialah yang menyelamatkan kita dan memanggil kita dengan panggilan kudus, bukan berdasarkan perbuatan  kita, melainkan berdasarkan maksud dan kasih karunia-Nya sendiri, yang telah dikaruniakan kepada kita dalam Kristus Yesus sebelum permulaan zaman.
Roma 8:28 Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana  Allah.
Yer 29:11 Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan  apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera  dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan  yang penuh harapan.
Tetaplah beriman teguh, hari demi hari, jam demi jam kita berusaha agar Allah mau menambahkan iman kita. Sendengkan telinga pada Sabda Tuhan dari Sorga, kita sebagai “domba-domba”-Nya harus mengenali dengan jelas suara Gembala Agung yang terbaik sebab iman muncul dari pendengaran akan Firman Tuhan, dan iman bertumbuh oleh kesalehan, dan oleh perbuatan benar yang dikenan Allah yang kita perbuat, dan yang lebih terutama . oleh karena kasih kita kepada Allah dan kepada sesama manusia. Bergantunglah pada kekuatan Allah.
1 Kor 2:5 supaya iman kamu jangan bergantung pada hikmat manusia, tetapi pada kekuatan Allah.
2 Petrus 1:5  Justru karena itu kamu harus dengan sungguh-sungguh berusaha untuk menambahkan kepada imanmu  kebajikan, dan kepada kebajikan pengetahuan,  1:6 dan kepada pengetahuan penguasaan diri,  kepada penguasaan diri ketekunan, dan kepada ketekunan kesalehan, 1:7 dan kepada kesalehan kasih akan saudara-saudara, dan kepada kasih akan saudara-saudara kasih  akan semua orang. 1:8 Sebab apabila semuanya itu ada padamu dengan berlimpah-limpah, kamu akan dibuatnya menjadi giat dan berhasil r  dalam pengenalanmu akan Yesus Kristus,  Tuhan kita. 1:9 Tetapi barangsiapa tidak memiliki semuanya itu, ia menjadi buta t  dan picik, karena ia lupa, bahwa dosa-dosanya  yang dahulu telah dihapuskan. 1:10 Karena itu, saudara-saudaraku, berusahalah sungguh-sungguh, supaya panggilan dan pilihanmu makin teguh. Sebab jikalau kamu melakukannya, kamu tidak akan pernah tersandung.  1:11 Dengan demikian kepada kamu akan dikaruniakan hak penuh untuk memasuki Kerajaan  kekal , yaitu Kerajaan Tuhan dan Juruselamat kita, Yesus Kristus.
Sekali lagi, terimalah Yesus Kristus telah lahir di hati kita sebagai hadiah anugerah yang terindah dari Allah. Yesus-lah segala sesuatu yang berguna untuk hidup saleh kita yang dari semula telah ditetapkan Allah karena Kuasa Ilahi-Nya. Tetaplah bertahan berjuang dalam hidup, tetap hidup di dalam divine nature/kodrat Ilahi dengan memperlengkapi diri dengan senjata rohani yang dari Allah sampai kesudahan zaman.
Mat 24:13 Tetapi orang yang bertahan sampai pada kesudahannya akan selamat.
Yesus Kristus-Immanuel hadiah natal yang terindah bagi kita, lalu apakah hadiah natal yang indah bagi kita ?, nantikan tulisan berikutnya dari penulis.


SELAMAT NATAL 25 DESEMBER 2018
 TUHAN MEMBERKATI KITA


Tidak ada komentar:

Posting Komentar