Dapatkan Uang, klik link ini http://projects.id/uangberkah

Jumat, 01 Oktober 2021

KITA TAKLUK DI BAWAH HUKUM KASIH KARUNIA

KITA BUKAN LAGI DIBAWAH HUKUM TAURAT, TAPI KITA TAKLUK DI BAWAH HUKUM KASIH KARUNIA.
 
 (Oleh: SR.Pakpahan SST) 



Hukum Taurat atau 10 perintah Allah diberikan Allah kepada Bangsa Israel melalui Nabi Musa di Gunung Sinai. Sedangkan Yesus Kristus datang membawa kebenaran Firman Tuhan yang hidup tentang Kasih. 
Yohanes 1 : 17 sebab hukum Taurat diberikan oleh Musa, tetapi kasih karunia dan kebenaran datang oleh Yesus Kristus. 

Dalam memahami hukum, ada hukum yang telah ada dimasa lalu, ada hukum yang berlaku sekarang, dan akan ada hukum yang digunakan dimasa depan. Hukum Taurat adalah hukum yang ditulis ribuan tahun yang lalu oleh Musa, itu sudah berlalu, Hukum Kasih Karunia adalah hukum yang baru didapat sekarang ini oleh Yesus Kristus, dan hukum penggenapan hukum kasih karunia akan diberlakukan dimasa depan di kerajaan 1000 tahun damai oleh Roh Kudus. sekarang ini kita tidak lagi takluk di bawah hukum Taurat, tapi kita takluk di bawah hukum kasih karunia: 
Roma 6 : 14 Sebab kamu tidak akan dikuasai lagi oleh dosa, karena kamu tidak berada di bawah hukum Taurat, tetapi di bawah kasih karunia. 

Hukum Taurat ada dalam konteks tubuh/daging (daging harus dibinasakan atau dikurangi), hukum kasih karunia ada dalam konteks Roh (Roh harus dihidupkan atau diperbanyak), dan Hukum penggenapan kasih karunia ada dalam konteks kekekalan (Kekal yang hidup selama lamanya). 
Dengan demikian ada perbandingan antara hukum Taurat dengan Hukum Kasih karunia, sebagai berikut: 
1. Hukum Taurat lahir oleh Musa, sedangkan Hukum Kasih Karunia dan Kebenarannya lahir oleh Yesus Kristus. 
2. Hukum Taurat memperbincangkan apa yang harus dilakukan manusia, sedangkan hukum kasih karunia memperbincangkan siapa sebenarnya Tuhan. 
3. Mujizat Musa yang pertama adalah Air menjadi darah yang menghasilkan kematian, sedangkan Mujizat Yesus Kristus yang pertama adalah air menjadi anggur yang menghasilkan kehidupan dan perayaan. 
4. Pada hukum taurat, Allah menuntut kebenaran dari manusia yang berdosa, sedangkan pada hukum kasih karunia, Tuhan menyediakan kebenaran sebagai suatu pemberian (anugrah). 
5. Pada hukum taurat, Allah tidak akan membebaskan pelanggaran manusia, tetapi akan membalaskan dosa/kesalahan kepada keturunan ketiga dan keempat. 
Keluaran 34 : 7 ... tetapi tidaklah sekali-kali membebaskan orang yang bersalah dari hukuman, yang membalaskan kesalahan bapa kepada anak-anaknya dan cucunya, kepada keturunan yang ketiga dan keempat." 
Sedangkan pada hukum kasih karunia, Tuhan menaruh belas kasihan terhadap kesalahan manusia dan tidak mengingat lagi dosa-dosa dan kesalahan mereka. 
6. Kekuatan dosa adalah hukum Taurat itu sendiri, 1 Korintus 15 : 56 Sengat maut ialah dosa dan kuasa dosa ialah hukum Taurat. Sedangkan pada hukum kasih karunia, dosa tidak lagi punya kuasa atas diri manusia, karena manusia telah ada di bawah hukum kasih karunia. 
7. Hukum Taurat ditulis pada loh-loh batu, sedangkan hukum kasih karunia ditulis pada loh-loh daging yaitu di dalam hati manusia. 
8. Pada hukum taurat, ada Pelayanan yang memimpin kepada penghukuman, sedangkan pada hukum kasih karunia, ada Pelayanan yang memimpin kepada kebenaran. 
2 Korintus 3 : 9 Sebab, jika pelayanan yang memimpin kepada penghukuman itu mulia, betapa lebih mulianya lagi pelayanan yang memimpin kepada pembenaran. 
9. Pada hukum taurat, ada Pelayanan yang memimpin kepada kematian, sedangkan pada hukum kasih karunia, ada Pelayanan Perjanjian Baru yang dari Roh yang menghidupkan. 
2 Korintus 3 : 6-7 (6) Ialah membuat kami juga sanggup menjadi pelayan-pelayan dari suatu perjanjian baru, yang tidak terdiri dari hukum yang tertulis, tetapi dari Roh, sebab hukum yang tertulis mematikan, tetapi Roh menghidupkan. (7) Pelayanan yang memimpin kepada kematian terukir dengan huruf pada loh-loh batu. Namun demikian kemuliaan Allah menyertainya waktu ia diberikan. Sebab sekalipun pudar juga, cahaya muka Musa begitu cemerlang, sehingga mata orang-orang Israel tidak tahan menatapnya. Jika pelayanan itu datang dengan kemuliaan yang demikian. 
10. Di gunung Sinai hukum Taurat diberikan Allah, dan 50 hari setelah Paskah Allah, ada 3000 orang bangsa Israel mati di Gunung Sinai. Sedangkan di gunung Sion setelah hari Pentakosta ada 3000 orang diselamatkan. 
11. Hukum Taurat itu kudus, benar, dan tidak bisa berubah, tapi tidak bisa membuat orang jadi benar dan tidak bisa membersihkan dosa manusia, sedangkan hukum kasih karunia adalah kebenaran menurut perbuatan. 
12. Dakwaan menurut hukum taurat tidak bisa membawa orang kepada pertobatan. Tetapi menurut hukum kasih karunia, kebaikan Tuhan yang memimpin setiap manusia kepada pertobatan. 
13. Di gunung Sinai, Allah 2 kali memberikan loh-loh batu kepada Musa. Sedangkan Yesus Kristus 2 kali menulis di tanah saat maria magdalena tertangkap basah berbuat zinah. 
14. Dari sudut pandang hukum taurat, bahwa siapa orang yang tidak berdosa ingin menghukum orang yang melakukan dosa, tetapi orang yang ingin menghakimi itu tidak bisa melakukan penghukuman karena ia sendiri juga orang berdosa. Sedangkan menurut pandangan kasih karunia, orang benar yang bisa saja menghukum orang yang melakukan dosa, tapi orang benar itu tidak mau melakukannya. 
15. Masih banyak doktrin gereja yang menganut hukum taurat, bila seseorang sudah diampuni, maka yang gereja lakukan adalah "pergilah dan jangan berbuat dosda lagi dulu, maka kami tidak akan menghukummu" (masih akan diberi hukuman}. Sedangkan menurut hukum kasih karunia, bila seseorang yang telah diampuni, maka selanjutnya "pergilah dan jangan berbuat dosa lagi (tidak ada lagi penghukuman dan diberi kekuatan untuk pergi dan tidak berbuat dosa lagi 
16. Hukum Taurat ada dalam 10 butir, sebagai berikut: 
Keluaran 20: 1-17 (1) Lalu Allah mengucapkan segala firman ini: (2) "Akulah TUHAN, Allahmu, yang membawa engkau keluar dari tanah Mesir, dari tempat perbudakan. (3) Jangan ada padamu allah lain di hadapan-Ku. (4) Jangan membuat bagimu patung yang menyerupai apapun yang ada di langit di atas, atau yang ada di bumi di bawah, atau yang ada di dalam air di bawah bumi. (5) Jangan sujud menyembah kepadanya atau beribadah kepadanya, sebab Aku, TUHAN, Allahmu, adalah Allah yang cemburu, yang membalaskan kesalahan bapa kepada anak-anaknya, kepada keturunan yang ketiga dan keempat dari orang-orang yang membenci Aku, (6) tetapi Aku menunjukkan kasih setia kepada beribu-ribu orang, yaitu mereka yang mengasihi Aku dan yang berpegang pada perintah-perintah-Ku. (7) Jangan menyebut nama TUHAN, Allahmu, dengan sembarangan, sebab TUHAN akan memandang bersalah orang yang menyebut nama-Nya dengan sembarangan. (8) Ingatlah dan kuduskanlah hari Sabat: (9) enam hari lamanya engkau akan bekerja dan melakukan segala pekerjaanmu, (10) tetapi hari ketujuh adalah hari Sabat TUHAN, Allahmu; maka jangan melakukan sesuatu pekerjaan, engkau atau anakmu laki-laki, atau anakmu perempuan, atau hambamu laki-laki, atau hambamu perempuan, atau hewanmu atau orang asing yang di tempat kediamanmu. (11) Sebab enam hari lamanya TUHAN menjadikan langit dan bumi, laut dan segala isinya, dan Ia berhenti pada hari ketujuh; itulah sebabnya TUHAN memberkati hari Sabat dan menguduskannya. (12) Hormatilah ayahmu dan ibumu, supaya lanjut umurmu di tanah yang diberikan TUHAN, Allahmu, kepadamu. (13) Jangan membunuh. (14) Jangan berzinah. (15) Jangan mencuri. (16) Jangan mengucapkan saksi dusta tentang sesamamu. (17) Jangan mengingini rumah sesamamu; jangan mengingini isterinya, atau hambanya laki-laki, atau hambanya perempuan, atau lembunya atau keledainya, atau apapun yang dipunyai sesamamu." 
Sedangkan hukum Kasih hanya ada dalam 2 butir saja oleh Yesus Kristus, yaitu: 
Markus 12 : 29-31 (29) Jawab Yesus: "Hukum yang terutama ialah: Dengarlah, hai orang Israel, Tuhan Allah kita, Tuhan itu esa. (30) Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu dan dengan segenap kekuatanmu. (31) Dan hukum yang kedua ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Tidak ada hukum lain yang lebih utama dari pada kedua hukum ini." 

 Kata-kata mutiara: Seseorang tidak bisa berada di dalam air dan ia tidak basah, sama seperti itulah bila seseorang tidak berada di bawah kasih karunia, tapi ia tidak kudus.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar