Dapatkan Uang, klik link ini http://projects.id/uangberkah

Kamis, 03 Maret 2022

ANALOGI KOLONI LEBAH MADU DENGAN KOLONI ORANG-ORANG KUDUS (MEMPELAI KRISTUS) (Bagian 2)

ANALOGI KOLONI LEBAH MADU DENGAN KOLONI ORANG-ORANG KUDUS (MEMPELAI KRISTUS) (Bagian 2) 

(Oleh : SR. Pakpahan, SST) 


Benih Laki-laki dan benih perempuan. 

Ketika masih hidup di bumi dalam pelayananNya Yesus  berkeliling dari kota ke kota dan dari desa ke desa menyebarkan Injil Kerajaan Allah. Kedua belas murid-Nya bersama-sama dengan Dia (Lukas 8:1). IA menabur 'benih' di dalam hati setiap orang yang mendengarkanNya, benih yang dimaksud disini adalah Firman Allah. Ada 4 golongan manusia yang meresponi Firman Tuhan yang mereka dengar dan terima yaitu pertama ad alah orang yang mendengar firman tentang Kerajaan Sorga, tetapi tidak mengertinya, kemudian datanglah si jahat dan merampas yang ditaburkan dalam hati orang itu, benih (Firman Tuhan) itu jatuh di pinggir jalan. Kedua ad alah orang yang setelah mendengar firman itu, menerimanya dengan gembira, tetapi  ia tidak melacak dan tahan lama lagi saja. Ketika penderitaan dan penderitaan datang karena Firman itu,  orang itu segera murtad, be nih (Firman Tuhan) itu jatuh di tanah yang berbatu-batu. ketiga adalah orang yang telah mendengar firman itu, lalu oleh kekuatjran dunia ini dan tipu daya kekayaan dan kenikmatan hidup menghimpit firman itu sehingga mereka tidak menghasilkan buah yang matang, benih (Firman Tuhan) itu jatuh dalam semak duri. Sedangkan golongan yang keempat adalah orang yang setelah mendengar firman itu, menyimpannya dalam hati yang baik dan mengeluarkan buah dalam ketekunan, benih (Firman Tuhan) itu jatuh di tanah yang baik. L ebih jelas baca Perumpamaan tentang seorang penabur di kitab Matius 13:1-23, Markus 4:1-20, Lukas 8:4-15.

Didalam masa satu kekekalan Kerajaan Sorga, dari saat awal hingga saat akan mencapai akhir, semua manusia 'berbenih' laki-laki, lalu saat zaman akhir dimasa-masa akhir barulah muncul yang 'berbenih' perempuan. M anusia pertama yang berbenih perempuan ini adalah Yesus Kristus Anak Daud yang lahir dari Roh Kudus Allah melalui kandungan bunda perawan Maria. Diakhir zaman kita sebagai murid-murid/pengikut Yesus yang melakukan Firman sudah menjadi gambar dan serupa dengan Yesus Kristus yang 'berbenih' perempuan yang mendengar, menerima, dan melakukan Firman,  mendengar firman itu, menyimpannya dalam hati yang baik dan mengeluarkan buah dalam ketekunan, menjadikan hati sebagai 'tanah pinggiran' bagi setiap benih (Firman Tuhan) yang ditaburkan, dan hidup dalam Kekudusan sama seperti Dia yang Kudus yang telah memanggil kita,   1 Petrus 1: 16 sebab ada tertulis: Kuduslah kamu, sebab Aku kudus.  

1 Petrus 1:23-25 ​​: (23) Karena kamu telah dilahirkan kembali bukan dari yang fana, tetapi dari benih yang tidak fana, oleh firman Allah, yang hidup dan yang kekal. (24) S ebab semua yang hidup adalah segala sesuatu yang menakjubkan seperti rumput, dan segala kemuliaannya seperti bunga rumput, rumput kering dan bunga gugur, (25) tapi firman Tuhan tetap untuk selama-lamanya."  Inilah firman yang disampaikan Injil kamu.

Dengan demikian orang yang 'berbenih' perempuan harus   menyucikan diri dengan ketaatan kepada kebenaran, sehingga kita dapat mengamalkan kasih persaudaraan yang tulus tulus, bersungguh-sungguh dengan hati tulus. 

Yesus Kristus Anak Allah yang Maha tinggi adalah 'benih' perempuan yang tidak berdosa yang lahir dari Roh Kudus Allah, demikian juga kita anak-anak Tuhan adalah anak yang lahir dari Allah,   1 Yohanes 3:9 Setiap orang yang lahir dari Allah, tidak melakukan dosa lagi; sebab benih ilahi tetap ada di dalam dia dan ia tidak dapat berbuat dosa, karena ia lahir dari Allah.

Kita anak-anak Tuhan sebagai 'benih' perempuan memiliki penyampaian  bahwa Kristus menyatakan diri-Nya, kita akan menjadi sama seperti Dia, karena kita akan melihat Dia dalam keadaan-Nya yang sebenarnya.  1 Yohanes 3: 3-6  : (3)  Setiap orang yang menghargai itu padaNya, menyucikan diri seperti Dia yang adalah suci. setiap orang yang tetap berbuat dosa, tidak melihat dan tidak mengenal Dia. ( 4)  Setiap orang yang melakukan dosa, pelanggaran juga hukum Allah, sebab dosa ditemukan pelanggaran hukum Allah. Karena itu setiap orang yang tetap berada di dalam Dia, tidak berbuat dosa lagi;  (5) Dan kamu tahu, bahwa Ia telah menyatakan diri-Nya, agar Ia menghapus segala dosa, dan di dalam Dia tidak ada dosa.(6) Karena setiap orang yang tetap berbuat dosa, tidak melihat dan tidak mengenal Dia.itu 

Orang Kudus 'berbenih' perempuan tidak membiarkan dirinya najis, mereka adalah orang yang ditebus sebagai korban-korban sulung bagi Allah dan bagi Anak Domba itu. 

Wahyu 14:4  Mereka adalah orang-orang yang tidak mencemarkan dirinya dengan perempuan-perempuan, karena mereka murni sama seperti perawan. Mereka adalah orang-orang yang mengikuti Anak Domba itu ke mana saja Ia pergi. Mereka ditebus dari antara manusia sebagai korban-korban sulung bagi Allah dan bagi Anak Domba itu. 

Menganalogikan dari koloni lebah madu yang terdiri dari satu lebah ratu berjenis betina, beberapa lebah pekerja berjenis jantan, dan beberapa lebah pejantan berjenis jantan yang mereka hidup di sarangnya yang tidak bersih oleh kotor debu dan air hujan maupun embung, koloni mereka bersih dan terlindungi dari segala sesuatu macam hama dan musuh yang akan mengganggu, bila koloni lebah ini di sarangnya terkena debu atau kotoran lain maka mereka tetap bersih untuk memproduksi banyak madu, royal jelly,  menghasilkan banyak telur dan larva untuk menghasilkan lebah selanjutnya. tapi bila koloni lebah ini di sarangnya terkena debu atau kotoran lain setelah sebelumnya terkena embung atau air hujan maka mereka kotor dan tidak bisa berproduksi madu, royal jelly, telur dan larva, sehingga semua lebah akan hilang terbang maupun sarangnya. Seperti itu orang kudus 'benih' laki-laki dan atau 'benih' perempuan, bila 'benih' mereka terkena sesuatu yang najis maka 'benih' mereka itu tetap kudus, tapi bila 'benih' mereka terkena sesuatu yang najis setelah sebelumnya ' benih' terbasuh air, maka benih mereka itu akan najis atau tidak kudus, konsekuensinya tentu saja mereka akan dimusnahkan karena Allah tidak akan menerima lagi. Nah agar setiap orang yang mengaku 'benih' laki-laki atau bahkan 'benih' perempuan dikenan Tuhan maka harus menjaga diri tetap hidup dalam kekudusan sehingga secara Rohani koloni Kristus di alam semesta tetap terjaga lestari. 
















Tidak ada komentar:

Posting Komentar