Dapatkan Uang, klik link ini http://projects.id/uangberkah

Jumat, 02 November 2018

BADAI KESEHATAN PASTI SIRNA (BSPS)

BADAI KESEHATAN PASTI SIRNA (BSPS)
Oleh : SR.Pakpahan,SST


Diri seorang manusia terdiri dari tubuh, roh, dan jiwa yang ada dalam satu-kesatuan membentuk mahluk yang sempurna dan agung. Tubuh manusia diciptakan Allah dari tanah debu, Sebagai mahluk yang paling agung Allah menghembuskan nafas hidup ke dalam lubang hidung manusia itu sehingga tubuh manusia itu hidup, nafas hidup manusia itu tidak lain adalah Roh yang berasal dari Allah. Dan dengan bersatunya tubuh dan roh, roh mendiami tubuh manusia itu sehingga manusia itu mempunyai jiwa. Dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang sehat pula. Bila tubuh sakit dan dibiarkan berlarut-larut, maka akan berimbas kepada roh yang sakit (tidak tentram) dan giliran akhirnya jiwa pun akan sakit (merana), orang yang gila tidak sepantasnya kita sebut orang itu gila, tetapi adalah sakit jiwa.
Agar tetap sehat perlakukan/rawatlah tubuh dengan baik, mengetahui sedikit tentang medis cara-cara hidup sehat di dalam rumah tangga/keluarga. Tubuh adalah bait suci Allah, tempat berdiamnya Roh Allah.
Atau tidak tahukah kamu, bahwa tubuhmu adalah bait Roh Kudus yang diam di dalam kamu, Roh Kudus yang kamu peroleh dari Allah, --dan bahwa kamu bukan milik kamu sendiri?
Jadi bertobatlah dari kejahatanmu ini dan berdoalah kepada Tuhan, supaya Ia mengampuni niat hatimu ini;
Sebab Aku ini, TUHAN, Allahmu, memegang tangan kananmu dan berkata kepadamu: "Janganlah takut, Akulah yang menolong engkau."
Dia yang mengampuni segala kesalahanmu, yang menyembuhkan segala penyakitmu,

 Penyebab terbesar mengapa kita bisa sakit adalah oleh karena ketidak tahuan kita bagaimana merawat tubuh agar tidak diserang penyakit, penyebab berikutnya adalah pelanggaran atas hukum-hukum kesehatan, dan pelanggaran atas hukum alam dan hukum Sorga Allah. Penyakit adalah gejala ketidak normalan dalam tubuh yang mengganggu keseimbangan urat-urat syaraf dan fungsi organ-organ/hormon dalam tubuh. Sebelum tubuh kena sakit maka ada gejala penyakit yang memberi tanda awal “early warning sick”, gejala penyakit ini bisa seperti nyeri, bersin-bersin (flu), batuk ringan, suhu badan terlalu panas atau terlalu dingin, dan pening (sakit kepala), hal ini adalah lumrah atau upaya alami sistem organ tubuh  agar tubuh tetap terjaga untuk mencapai kondisi lebih baik. Agar tetap sehat maka gejala penyakit ini harus disembuhkan, sebelum berlanjut ke stadium berikutnya.
Menurut medis bangsa china, dalam tubuh manusia ada unsur-unsur “Yin” (baik/terang) dan “Yang” (buruk/gelap) yang dalam satu kesatuan keseimbangan. Sebagai mikrokosmosnya alam semesta tubuh manusia ada dalam keseimbangan terang dan gelap yang diharmoniskan dalam setiap aspek kehidupan menuju kesempurnaan yang bermakna agar tubuh tetap sehat. Kuasa Yin (terang) organ tubuh sebelah kanan memberi efek meng-“inverting”, dan kuasa Yang (gelap) organ tubuh sebelah kiri memberi efek “tidal locking”. Bila Yin dan Yang tidak seimbang lagi, maka tubuh akan sakit yang diawali dengan gejala penyakit yang menyatakan sesuatu yang salah/tidak beres sedang terjadi dalam tubuh.  Gejala penyakit yang dibiarkan akan dapat mengakibatkan sakit parah, dan jika sakit ini dilawan/ditekan dari waktu ke waktu terus menerus akan fatal menyebabkan penyakit kronis.
Ilmu medis menyatakan bahwa kita adalah korban penyakit sehingga organ tubuh kita sakit, penyakit datang karena akibat atas pilihan kita, tapi bukan oleh faktor-faktor yang tidak dapat dikendalikan. Cenderung gejala penyakit datang  oleh karena efek tidal locking di organ tubuh sebelah kiri yang mudah diserang kuman-kuman penyakit seperti: bakteri, virus, parasit, dan racun lainnya. Louis Pasteur sang penemu penicilin mengatakan bahwa “kuman-kuman penyakit bukanlah apa-apa, tetapi kondisi tubuh kitalah segala-galanya penyebab penyakit”, berarti bahwa ketika tubuh tetap bersih dan mengasup gizi yang baik maka kecenderungan tubuh diserang oleh kuman-kuman penyakit akan semakin kecil.
Semua kegembiraan dan penderitaan manusia dapat di telaah pada kepatuhan atau pelanggaran kita pada hukum-hukum alam dan hukum-hukum moral Sorga Allah. Hukum-hukum Tuhan telah dituliskan dan ditambatkan-Nya di hati manusia untuk dipatuhi, dalam kebijaksanaan-Nya hukum-hukum alam dan moral dibuat dalam kesempurnaan agar kita diatur dalam hal berpakaian, menyantap menu makanan, beristirahat, beraktivitas/olah raga dan dalam segala aspek kehidupan yang teratur untuk dipatuhi agar kondisi tubuh tetap sehat. Setiap hukum alam atau hukum moral yang ditetapkan Tuhan menurut Firman-Nya adalah tidak bersyarat, tetapi hukum-hukum-Nya itu mengandung suatu janji yang bersyarat, jika hukum-Nya itu kita taati maka janji Tuhan akan nyata: berkat akan menggantikan kutuk, tetapi jika hukum-Nya kita langgar maka Tuhan tidak pernah berjanji akan memberi berkat, berkat yang kita telaah disini adalah kesehatan.

6:7 Jangan sesat!  Allah tidak membiarkan diri-Nya dipermainkan . Karena apa yang ditabur  orang, itu juga yang akan dituainya. 
6:8 Sebab barangsiapa menabur dalam dagingnya,  ia akan menuai kebinasaan  dari dagingnya, tetapi barangsiapa menabur dalam Roh, ia akan menuai hidup yang kekal  dari Roh itu.

Penyesuaian diri yang taat kepada hukum-hukum yang ditetapkan Allah akan membuat tubuh tetap sehat, Allah telah berjanji untuk menjaga sistem organ tubuh kita tetap bekerja normal sehingga tubuh kita tetap sehat, jika kita mematuhi perintah-Nya dan mau bekerja sama dengan Allah dalam merealisasikan rencana-Nya.

Keluaran 15:26 Firman-Nya: "Jika kamu sungguh-sungguh mendengarkan suara TUHAN, Allahmu, dan melakukan apa yang benar di mata-Nya, dan memasang telingamu kepada perintah-perintah-Nya dan tetap mengikuti  segala ketetapan-Nya,  maka Aku tidak akan menimpakan kepadamu penyakit  manapun, yang telah Kutimpakan kepada orang Mesir; sebab Aku Tuhanlah yang menyembuhkan  engkau ."

Ketika kita menyadari badai kesehatan alias penyakit datang melanda hidup oleh karena pelanggaran kita terhadap hukum-hukum alam dan atau hukum hukum moral, kita segera mencari sumber penyebab penyakit itu, bukan pada penyakit tersebut (Menyelesaikan permasalahan bukan pada masalah tersebut, tetapi pada sumber penyebab  munculnya masalah tersebut), dengan menghilangkan sumber penyebabnya, maka kita sudah dijalur yang tepat untuk memulihkan kesehatan.
Saat kita sakit seharusnya penyebab sakit harus diketahui dengan pasti, kondisi-kondisi yang tidak menyehatkan harus dirubah/buang, kebiasaan-kebiasaan yang salah/buruk harus diperbaiki, selaraskan diri dengan alam agar alam mudah mengeluarkan racun-racun dari dalam tubuh dan alam dapat membangun kembali sistem kekebalan tubuh  yang prima.

Ayub 29:16 aku menjadi bapa bagi orang miskin,  dan perkara orang yang tidak kukenal, kuselidiki.

Upaya selanjutnya adalah:
·         Pertama, cari tahu apa yang menyebabkan penyakit kita, karena pada dasarnya penyakit tidak pernah timbul tanpa penyebab. Tanyalah pada diri Anda “Apa yang telah saya lakukan sampai saya jatuh sakit?” Pada mulanya mungkin akan terasa sulit untuk mengetahui apa yang menyebabkan kita jatuh sakit, namun dengan banyak latihan dan meningkatnya tingkat kesadaran, hal itu akan menjadi mudah. Dan akhirnya anda akan dapat berkata seperti Raja Daud, “Aku lebih mengerti dari pada orang-orang tua sebab aku memegang semua perintah-Mu.” (Amsal 119 : 100)
·         Hilangkan penyebab itu; berhentilah melakukan hal-hal yang membuat Anda sakit.
·         Bantulah usaha yang dilakukan tubuh anda dalam mengeluarkan semua racun dengan cara mengimani kuasa Allah melalui pengobatan-pengobatan sederhana yang telah Dia sediakan di alam.
·         Terakhir, jangan mencoba untuk meredakan gejala-gejala dengan menggunakan obat-obatan kimia yang sebenarnya membebani tubuh.

Tanamkan dalam diri tentang prinsip hidup sehat yang baik: "kesehatan mungkin bukan segalanya, tapi tanpa kesehatan diri, segalanya menjadi tidak berarti." -Royden Brown
Kadang-kadang  Allah memungkinkan diri  kita untuk dibawa ke titik kesakitan atau ke zona di mana kita dapat menyadari bahwa kita ini lemah dan tidak sempurna, sehingga kita akan kembali kepada-Nya mendapatkan kekuatan dan kebijaksanaan-Nya.
Usahakan lebih dari semua itu untuk bisa mendapatkan kesembuhan surgawi.
Mazmur 107:20 disampaikan-Nya firman-Nya  dan disembuhkan-Nya mereka, diluputkan-Nya  mereka dari liang kubur.

Dalam pelayanan yang diteladani oleh Yesus Kristus menginginkan agar manusia bekerja sama dengan Sorga Allah, seperti halnya iman bekerja bersama perbuatan.  Apa yang sanggup dilakukan oleh manusia tidak perlu memanggil kuasa Ilahi untuk melakukannya. Allah begitu peduli akan  peran manusia dan Dia menguatkan kita untuk bekerja sama dengan-Nya.
Yakobus 2:17 Demikian juga halnya dengan iman: Jika iman itu tidak disertai perbuatan, maka iman itu pada hakekatnya adalah mati. "

Ketika kita melakukan bagian kita untuk sehat, yakinlah bahwa Allah juga bertindak melakukan bagian-Nya untuk kita sehat. Ini adalah usaha yang aman bahwa setelah kita melakukan semuanya dengan kekuatan kita untuk menyingkirkan penyebab penyakit, dan pada akhirnya menemukan bahwa masih ada penyebab lain yang tidak mungkin dihilangkan oleh usaha manusia,  maka kita meminta pertolongan Tuhan. Jika satu-satunya tujuan dari kesembuhan kita adalah untuk kemuliaan Allah dan mematuhi perintah-perintah-Nya, maka kita dengan keyakinan yang sempurna dan jaminan penuh di dalam iman dapat meminta Allah untuk menyembuhkan penyakit tersebut.  Dan nantikanlah Tuhan datang dalam badai, di waktu Tuhan yang tepat, IA akan datang membawa berkat: kesembuhan atas penyakit yang kita derita.


Sebab Aku ini, TUHAN, Allahmu, memegang tangan kananmu dan berkata kepadamu: "Janganlah takut, Akulah yang menolong engkau."
Dia yang mengampuni segala kesalahanmu, yang menyembuhkan segala penyakitmu,

Pandanglah Ular tembaga yang dinaikkan Musa di atas tiang di padang gurun, dan pandanglah Yesus Kristus yang dinaikkan ke atas kayu salib, Dengan Iman, maka penyakit bisa sembuh.

 Bil 21:9 Lalu Musa membuat ular tembaga dan menaruhnya pada sebuah tiang; maka jika seseorang dipagut ular, dan ia memandang kepada ular tembaga itu, tetaplah ia hidup.




Yoh 3:14 Dan sama seperti Musa meninggikan ular di padang gurun, demikian juga Anak Manusia harus ditinggikan, 


Inilah waktunya Tuhan datang dalam badai (lihat gambar 19a: Frekwensi dan tahun siklus hari BSPS (Badai Kesehatan Pasti Sirna) Akibat perbatasan range waktu minggu ke-4 ke minggu ke-1 bulan berikutnya Menurut kalender Masehi WC0).

Bukti adanya hubungan antara hari ke-2  Penciptaan (Cakrawala/langit) dengan fenomena krisis/permasahan kesehatan, seperti yang tertulis di kitab suci:
 Ulangan 28
 28:2 Segala berkat ini akan datang kepadamu  dan menjadi bagianmu, jika engkau mendengarkan suara TUHAN, Allahmu:  
28:6 Diberkatilah engkau pada waktu masuk dan diberkatilah engkau pada waktu keluar.
28:15 "Tetapi jika engkau tidak mendengarkan  suara TUHAN, Allahmu, dan tidak melakukan dengan setia segala perintah dan ketetapan-Nya, yang kusampaikan kepadamu pada hari ini,  maka segala kutuk ini akan datang kepadamu  dan mencapai engkau:  
28:21 TUHAN akan melekatkan penyakit sampar kepadamu, sampai dihabiskannya engkau dari tanah, ke mana engkau pergi untuk mendudukinya. 
28:22 TUHAN akan menghajar engkau dengan batuk kering,  demam, demam kepialu, sakit radang, kekeringan, hama dan penyakit gandum;  semuanya itu akan memburu  engkau sampai engkau binasa. 
28:23 Juga langit yang di atas kepalamu akan menjadi tembaga dan tanah yang di bawahpun menjadi besi. 
28:24 TUHAN akan menurunkan hujan abu  dan debu ke atas negerimu; dari langit akan turun semuanya itu ke atasmu, sampai engkau punah.

Imamat 26: 18-20
26:18 Dan jikalau kamu dalam keadaan yang demikianpun tidak mendengarkan Daku,  maka Aku akan lebih keras menghajar  kamu sampai tujuh kali lipat  karena dosamu, 
26:19  dan Aku akan mematahkan kekuasaanmu yang kau banggakan  dan akan membuat langit di atasmu sebagai besi dan tanahmu sebagai tembaga. 
26:20 Maka tenagamu akan habis dengan sia-sia,  tanahmu tidak akan memberi hasilnya dan pohon-pohonan di tanah itu tidak akan memberi buahnya.

Namun, sementara memanjatkan doa permohonan dengan kesungguhan, kita harus berdoa, "Tetapi bukanlah kehendakku, melainkan kehendak-Mulah yang terjadi" (Lukas 22:42). Karena kita tidak mengetahui dengan pasti apakah berkat yang kita inginkan akan menjadi yang terbaik atau tidak. Doa kita harus seperti ini: "Bapa, jika kesehatanku yang pulih adalah untuk kemuliaan-Mu maka aku meminta kesembuhanku dalam nama Yesus Kristus. Tapi jika ini bukan kehendak-Mu, berikanlah anugerah-Mu untuk menenangkan aku dan biarlah hadirat-Mu menguatkan aku".
Dengan demikian akhirnya di bawah kolong langit, di semua tempat semua penduduk bumi tidak ada yang sakit.
Tidak seorangpun yang tinggal di situ akan berkata: "Aku sakit, " dan semua penduduknya akan diampuni  kesalahannya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar