Dapatkan Uang, klik link ini http://projects.id/uangberkah

Rabu, 21 November 2018

RUMAH TANGGA YANG TAAT DAN TAKUT AKAN TUHAN


RUMAH TANGGA YANG TAAT
DAN TAKUT AKAN TUHAN


PERMASALAHAN RUMAH TANGGA DIMASA PERTUNANGAN.

Kejadian 1:26 Berfirmanlah Allah: "Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita, supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi." 1:27 Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya, menurut gambar Allah diciptakan-Nya dia; laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka. 1:28 Allah memberkati mereka, lalu Allah berfirman kepada mereka:  "Beranak-cuculah dan bertambah banyak; penuhilah bumi dan taklukkanlah itu, berkuasalah atas  ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas segala binatang yang merayap di bumi. "

Manusia pertama Adam dan hawa diciptakan Allah menurut gambar dan rupa-Nya, dan Allah menempatkan manusia itu di taman Eden di sebelah timur.

Kejadian 2:8 Selanjutnya TUHAN Allah membuat taman di Eden, di sebelah timur ; disitulah ditempatkan-Nya manusia yang dibentuk-Nya itu.  2:15 TUHAN Allah mengambil manusia itu dan menempatkannya dalam taman Eden untuk mengusahakan dan memelihara taman itu.

Keluarga adalah tempat di mana Tuhan dan gaya hidup Kerajaan Allah diperkenalkan. Dalam keluarga dasar karakter seseorang akan diletakkan dan keluarga merupakan batu penjuru dari masyarakat, gereja, bangsa, dan negara, jika keluarga kuat maka gereja, bangsa dan negara akan menjadi kuat. Setiap rumah tangga kristen yang merupakan bagian dari keluarga sudah seharusnya menempatkan Yesus Kristus sebagai kepala rumah tangganya.
Ukuran keberhasilan dari keluarga Kristen adalah bukan bahagia karena harta benda, kedudukan dan kekayaan yang dimiliki, tetapi kemampuan kita menggenapi rencana dan kehendak Tuhan akan jadi, sudah menjadi prioritas kita untuk membangun keluarga yang Ilahi. Kita harus fokus dan benar-benar serius dalam membangun sebuah keluarga yang kuat, oleh karena iblis dengan berbagai cara akan mencoba untuk menghancurkan sebuah keluarga, Iblis bisa menghancurkan keluarga melalui komunikasi, struktur keluarga yang tidak jelas dan keuangan. Iblis telah berhasil menggoda rumah tangga pertama di bumi yaitu rumah tangga Adam-Hawa melalui  nafsu kedagingan, sehingga mereka jatuh dalam dosa, perjanjian Allah telah mereka ingkari. Perjanjian Allah dengan manusia pertama itu awalnya adalah sangat sederhana dan mudah untuk dilakukan, yaitu:
 Kejadian 2:16 Lalu TUHAN Allah memberi perintah ini kepada manusia: "Semua pohon dalam taman  ini boleh kaumakan buahnya dengan bebas, 2:17 tetapi pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat  itu, janganlah kaumakan buahnya, sebab pada hari engkau memakannya, pastilah engkau mati. 
Tetapi manusia pertama itu telah melanggar perintah dan tidak menepati perjanjiannya dengan Allah, karena niat hatinya yang jahat menuruti hawa nafsu keinginan dagingnya, manusia pertama itu lebih suka mematuhi perkataan Roh setan daripada Roh Allah yang membuat manusia pertama itu jatuh ke dalam dosa ketika mereka memakan buah pohon pengetahuan, dan inilah dosa awal yang menjalar kesemua orang hingga sekarang ini, dan akibat pelanggaran janji ini maka manusia dan tanah bumi ada di bawah kuasa kutukan.

Kejadian 3:16 Firman-Nya kepada perempuan itu: "Susah payahmu waktu mengandung akan Kubuat sangat banyak; dengan kesakitan engkau akan melahirkan anakmu;  namun engkau akan berahi kepada suamimu dan ia akan berkuasa atasmu. " 3:17 Lalu firman-Nya kepada manusia itu: "Karena engkau mendengarkan perkataan isterimu dan memakan dari buah pohon, yang telah Kuperintahkan kepadamu: Jangan makan dari padanya,  maka terkutuklah  tanah  karena engkau; dengan bersusah payah i  engkau akan mencari rezekimu dari tanah seumur hidupmu:  3:18 semak duri dan rumput duri yang akan dihasilkannya bagimu, dan tumbuh-tumbuhan di padang  akan menjadi makananmu; 3:19 dengan berpeluh engkau akan mencari makananmu, sampai engkau kembali lagi menjadi tanah, karena dari situlah engkau diambil; sebab engkau debu dan engkau akan kembali  menjadi debu." 
Allah membuat dua pokok pohon kehidupan dan pengetahuan di tengah-tengah taman Eden itu dengan maksud untuk menguji kesetiaan manusia kepada Allah, kebebasan hidup bagi manusia Allah berikan dalam menentukan pilihan-pilihan yang tepat  bagi pemenuhan kebutuhan hidupnya. 
Mengambil keputusan yang salah dalam menentukan pilihan hidup akan bisa berakibat fatal bagi kesengsaraan diri,  bahkan bisa sampai mendatangkan “kutuk”.
Kutukan akibat dosa awal yang didapat perempuan adalah "Susah payah waktu mengandung akan Allah buat sangat banyak; dengan kesakitan perempuan akan melahirkan anaknya;  namun perempuan akan berahi kepada suaminya dan ia akan berkuasa atas istrinya. 

Rasa sakit disini tidak hanya sakit fisik saja saat mau bersalin, tapi yang dimaksud jauh lebih dari itu adalah perhatian dan perawatan yang tidak berkesudahan dituntut dari seorang perempuan yang ikut merasakan sakit yang dirasakan oleh anaknya. Ketika seorang anak jatuh dan terluka, ibunya akan menderita juga. Apapun yang menimbulkan rasa sakit dan kesedihan pada anaknya akan menyentuh hatinya seumur hidupnya. Bagian kedua dari kutukan bagi perempuan adalah bahwa dia akan merindukan kasih dan pemeliharaan dari suaminya, ingin diperlakukan dengan baik oleh suaminya, meski di bawah kuasa suaminya tapi suaminya akan memerintah dia karena dia begitu sangat ingin membuat suaminya bahagia  dalam pengabdian pada suaminya.
Kutukan akibat dosa awal yang didapat pria adalah tanah bumi yang tandus, dengan bersusah payah pria  akan mencari rezeki dari tanah yang diusahakan, semak duri dan rumput yang akan dihasilkan, dengan berpeluh pria akan mencari makanan bagi anggota rumah tangganya.
Hidup dengan ukuran strata sosial-kemasyarakaan pada kekayaan membuat banyak pria lebih memperhatikan pekerjaan mereka daripada keluarga atau agama mereka. Seorang ayah sangat berharap keluarganya akan mengasihi dan menghormatinya karena uang yang ia dapat bawa pulang ke rumah. Ketika kemampuan untuk mendapatkan uang itu ditantang, ini dapat mengorbankan pekerjaan dan harga diri seorang pria sebagai kepala rumah tangga. Seorang pria dalam situasi ini dituntut untuk mengandalkan Pencipta-Nya, bukan pada kemampuannya sendiri. Dengan demikian dia diarahkan masuk ke dalam hubungan yang lebih dekat dengan Allah.
Semua "kutukan-kutukan" bagi perempuan dan pria itu bertujuan untuk kebaikan kekal kita. Allah ingin membawa kita kembali ke pengembangan karakter yang Adam dan Hawa miliki sebelum mereka jatuh dalam dosa. Daripada menganggap itu sebagai badai rumah tangga, baiklah semua orang berdoa meminta peneguhan rohani untuk melihat nilai dalam mempercayai Bapa Surgawi kita untuk menyediakan semua kebutuhan kita. Kutukan akan berubah menjadi berkat karena rasa sakit tersebut merupakan sebuah kesempatan bagi keegoisan untuk dimurnikan dengan kasih kepada yang lain. Allah menyediakan kesempatan ini bagi manusia untuk memahami rasa sakit karena penyakit-dosa kita yang dirasakan Allah dan Anak-Nya yang tunggal Yesus Kristus yang turut merasakan kelemahan kita.

Ibrani 4:14 Karena kita sekarang mempunyai Imam Besar Agung ,  yang telah melintasi semua langit,  yaitu Yesus, Anak Allah, baiklah kita teguh berpegang pada pengakuan iman kita4:15 Sebab Imam Besar  yang kita punya, bukanlah imam besar yang tidak dapat turut merasakan kelemahan-kelemahan kita, sebaliknya sama dengan kita,  Ia telah dicobai, hanya tidak berbuat dosa. 4:16 Sebab itu marilah kita dengan penuh keberanian  menghampiri  takhta kasih karunia, supaya kita menerima rahmat dan menemukan kasih karunia untuk mendapat pertolongan kita pada waktunya.

Sang juru selamat yaitu Allah kita telah mengambil rupa seperti manusia yang menjelma dalam diri Yesus Kristus, Yesus yang dilahirkan oleh Bunda Maria tunangan Yusuf adalah buah kandungan dari Roh Ilahi.


Rumah Tangga Yusuf-Maria SEBAGAI gambaran Keluarga yang taat dan takut akan Tuhan.

Dalam kitab Matius 1 dikisahkan gambaran rumah tangga Yusuf-Maria yang taat dan takut akan Tuhan, bahwa mereka menghadapi persoalan/badai rumah tangga sebagai ujian hidup dimasa pertunangan mereka sebelum mereka memasuki bahtera kebahagiaan rumah tangga.

Matius 1:18 Kelahiran Yesus Kristus adalah seperti berikut: Pada waktu Maria, ibu-Nya, bertunangan dengan Yusuf, ternyata ia mengandung dari Roh Kudus, sebelum mereka hidup sebagai suami isteri. 

Dimasa pertunangan masing-masing pribadi berupaya berbuat untuk menyenangkan hati Tuhan, tapi proses kehidupan itu diluar pemikiran manusia, Maria yang tunangan Yusuf sudah hamil duluan, hati Yusuf pun tidak senang lagi berhadapan dengan permasalahan ini sebelum dia mengetahui yang sebenarnya, seolah-olah ada penyesalan dalam dirinya yang tidak mengindahkan pesan orang-orang tuanya.

 Ulangan 7:3 Janganlah juga engkau kawin-mengawin dengan mereka: anakmu perempuan janganlah kauberikan kepada anak laki-laki mereka, ataupun anak perempuan mereka jangan kauambil bagi anakmu laki-laki;
Kejadian 28:1 Kemudian Ishak memanggil Yakub, lalu memberkati dia serta memesankan kepadanya, katanya: "Janganlah mengambil isteri dari perempuan Kanaan.
 2 Korintus 6:14 Janganlah kamu merupakan pasangan  yang tidak seimbang dengan orang-orang yang tak percaya .  Sebab persamaan apakah terdapat antara kebenaran dan kedurhakaan? Atau bagaimanakah terang dapat bersatu dengan gelap?

Begitu pula dengan Maria, hatinya yang kecewa bakal ditinggalkan Yusuf calon suaminya, bagaimana ia bisa menyampaikan hal yang sebenarnya bahwa kehamilannya adalah dari Roh kudus Allah, di situasi ini banyak tuduhan yang tidak benar dari orang orang tentang kehamilannya ini, Maria mengalami kelemahan, jangan-jangan orang akan melempari dia dengan batu sampai mati.

Ulangan 22:23 Apabila ada seorang gadis yang masih perawan dan yang sudah bertunangan--jika seorang laki-laki bertemu dengan dia di kota dan tidur dengan dia, 22:24 maka haruslah mereka keduanya kamu bawa ke luar ke pintu gerbang kota dan kamu lempari dengan batu, sehingga mati: gadis itu, karena walaupun di kota, ia tidak berteriak-teriak, dan laki-laki itu, karena ia telah memperkosa isteri sesamanya manusia. Demikianlah harus kau hapuskan yang jahat itu dari tengah-tengahmu. 

Tetapi Tuhan menguatkannya dan menghibur hati Maria karena ia mengikuti kebenaran Firman Tuhan, Janji Tuhanlah baginya sebagai anugerah yang berharga dan yang terbesar.

Lukas 1:28 Ketika malaikat itu masuk ke rumah Maria, ia berkata: "Salam, hai engkau yang dikaruniai , Tuhan menyertai engkau." 1:29 Maria terkejut mendengar perkataan itu, lalu bertanya di dalam hatinya, apakah arti salam itu. 1:30 Kata malaikat itu kepadanya: "Jangan takut,  hai Maria, sebab engkau beroleh kasih karunia di hadapan Allah.  1:31Sesungguhnya engkau akan mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki dan hendaklah engkau menamai Dia Yesus.  1:32 Ia akan menjadi besar dan akan disebut Anak Allah Yang Mahatinggi.  Dan Tuhan Allah akan mengaruniakan kepada-Nya takhta Daud,  bapa leluhur-Nya, 1:33 dan Ia akan menjadi raja atas kaum keturunan Yakub sampai selama-lamanya dan Kerajaan-Nya  tidak akan berkesudahan." 1:34 Kata Maria kepada malaikat itu: "Bagaimana hal itu mungkin terjadi, karena aku belum bersuami?" 1:35 Jawab malaikat itu kepadanya: "Roh Kudus  akan turun atasmu  dan kuasa Allah Yang Mahatinggi  akan menaungi engkau; sebab itu anak yang akan kau lahirkan itu akan disebut kudus,  Anak Allah.

Dan Maria berupaya terus mencari kasih dari Yusuf calon suaminya yang tulus hati, terlebih kasih dari “Suami Ilahi”-nya yang Maha Pengasih.

Yesaya 54:5 Sebab yang menjadi suamimu  ialah Dia yang menjadikan  engkau, TUHAN semesta alam nama-Nya; yang menjadi Penebusmu  ialah Yang Mahakudus,  Allah Israel, Ia disebut Allah seluruh bumi.

 Begitu pula dengan Yusuf yang tidak sakit hati lagi, sebab Tuhan telah mengungkapkan tabir tentang kehamilan Maria kepada Yusuf melalui mimpi.

Matius 1:19 Karena Yusuf suaminya, seorang yang tulus hati dan tidak mau mencemarkan nama isterinya di muka umum, ia bermaksud menceraikannya  dengan diam-diam. 1:20 Tetapi ketika ia mempertimbangkan maksud itu, malaikat r Tuhan nampak kepadanya dalam mimpi  dan berkata: "Yusuf, anak Daud, janganlah engkau takut mengambil Maria sebagai isterimu, sebab anak yang di dalam kandungannya adalah dari Roh Kudus. 1:21 Ia akan melahirkan anak laki-laki dan engkau akan menamakan Dia Yesus,  karena Dialah yang akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa  mereka."1:22 Hal itu terjadi supaya genaplah  yang difirmankan Tuhan oleh nabi: 1:23 "Sesungguhnya, anak dara itu akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki, dan mereka akan menamakan Dia Imanuel " --yang berarti: Allah menyertai kita. 

Tidak sedikit mereka yang berpasangan dalam masa tunangan mengalami kekecewaan dan sakit hati seperti yang dialami Yusuf-Maria karena mereka tidak mengetahui perkara yang sebenarnya, tidak mau menggali banyak sumber informasi sebagai fakta yang sebenarnya, terlalu mudah memvonis dan memberi penilaian atas kemauan sendiri karena mendengarkan perkataan orang bukan perkataan Tuhan, antara yang berpasangan tidak adanya saling keterbukaan, cenderung bertindak secara diam-diam, semua hal demikian membuat emosional yang harus dihindari oleh setiap calon pasangan, maka Tuhan akan meluluskan apa pandangan pemikiran kita yang selaras dengan pemikiran Tuhan.

Amsal 3:5 Percayalah kepada TUHAN  dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri.

Lewat keluarga, rumah tangga kristen, rencana dan kehendak Tuhan bisa tercapai, setiap rumah tangga kristen dipakai Tuhan untuk kemuliaan nama-Nya, untuk melayani Tuhan, dan menyatakan perbuatan-perbuatanNya yang sangat besar dan ajaib.
Yusuf berbuat seperti apa yang difirmankan Tuhan dan ia mengambil Maria sebagai istrinya, dan menantikan hingga kelahiran Sang bayi Kudus: Yesus Immanuel. Akhirnya Yusuf dan Maria mendapatkan kebahagiaan di dalam ketaatan dan takut akan Tuhan, sementara menunggu janji Tuhan akan tergenapi lahirnya Sang Juru Selamat.

Matius 1:24 Sesudah bangun dari tidurnya, Yusuf berbuat seperti yang diperintahkan malaikat  Tuhan itu kepadanya. Ia mengambil Maria sebagai isterinya1:25 tetapi tidak bersetubuh dengan dia sampai  ia melahirkan anaknya laki-laki dan Yusuf menamakan Dia Yesus.



Bersama keluarga, rumah tangga yang melayani Tuhan tetap selamanya akan mengasihi Tuhan. Tiada yang dapat melebihi KasihNya Tuhan dibandingkan dengan apapun, bagi kita: Tuhan adalah segala-galanya.

WAKTUNYA TUHAN BERTINDAK MENYELESAIKAN BADAI/PERSOALAN RUMAH TANGGA.

Inilah waktunya Tuhan datang dalam badai untuk menyelesaikan setiap permasalahan/badai hidup berumah-tangga manusia, (lihat gambar 19c: Frekwensi dan tahun siklus hari BKPS (Badai Keluarga Pasti Sirna) Akibat perbatasan range waktu minggu ke-4 ke minggu ke-1 bulan berikutnya Menurut kalender Masehi WCO).

Bukti adanya hubungan antara hari ke-4  Penciptaan (Benda-benda penerang) dengan fenomena krisis/permasahan keluarga, seperti beberapa ayat yang tertulis di kitab suci:

Ams 15:7 Siapa loba akan keuntungan gelap, mengacaukan rumah tangganya, tetapi siapa membenci suap akan hidup.

Kej 39:5 Sejak ia memberikan kuasa dalam rumahnya dan atas segala miliknya kepada Yusuf, TUHAN memberkati rumah orang Mesir itu karena Yusuf, sehingga berkat TUHAN ada atas segala miliknya, baik yang di rumah maupun yang di ladang.

Ayb 16:7 Tetapi sekarang, Ia telah membuat aku lelah  dan mencerai-beraikan segenap rumah tanggaku,

Titus 2:3 Demikian juga perempuan-perempuan yang tua, hendaklah mereka hidup sebagai orang-orang beribadah, jangan memfitnah, jangan menjadi hamba anggur , tetapi cakap mengajarkan hal-hal yang baik 2:4 dan dengan demikian mendidik perempuan-perempuan muda mengasihi suami dan anak-anaknya , 2:5 hidup bijaksana dan suci, rajin mengatur rumah tangganya,  baik hati dan taat kepada suaminya,  agar Firman Allah  jangan dihujat orang.

1 Sam 2:31 Sesungguhnya akan datang waktunya, bahwa Aku akan mematahkan tangan kekuatanmu dan tangan kekuatan kaummu, sehingga tidak ada seorang kakek dalam keluargamu.

Yes 22:23 Aku akan memberikan dia kedudukan yang teguh seperti gantungan yang dipasang kuat-kuat pada tembok yang kokoh; maka ia akan menjadi kursi kemuliaan bagi kaum keluarganya.

Ef 2:19 Demikianlah kamu bukan lagi orang asing dan pendatang,  melainkan kawan sewarga dari orang-orang kudus dan anggota-anggota keluarga  Allah,

Mrk 6:4 Maka Yesus berkata kepada mereka: "Seorang nabi dihormati  di mana-mana kecuali di tempat asalnya sendiri, di antara kaum keluarganya dan di rumahnya."

2 Sam 23:5 Bukankah seperti itu keluargaku di hadapan Allah? Sebab Ia menegakkan bagiku suatu perjanjian kekal, teratur dalam segala-galanya dan terjamin. Sebab segala keselamatanku dan segala kesukaanku bukankah Dia yang menumbuhkannya?.

Mrk 16:19 Sesudah Tuhan Yesus berbicara demikian kepada mereka, terangkatlah Ia ke sorga, lalu duduk di sebelah kanan Allah. (Yesus Kristus terangkat ke Sorga di hari ke-empat).

Membangun keluarga yang kuat membutuhkan waktu, kesabaran dan kerja keras. Kita tidak dapat memilih dikeluarga seperti apa kita dilahirkan tetapi kita dapat memilih keluarga seperti apa yang akan kita bangun. Seperti Yusuf-Maria yang membangun rumah tangganya yang taat dan takut akan Tuhan , memiliki prioritas yang benar yaitu melayani Tuhan, melayani keluarga, melayani pekerjaan Tuhan dan gereja-Nya untuk pembinaan rohani Yesus yang dari kecil hingga Ia dewasa. Pada keluarga yang taat dan takut akan Tuhan di dalamnya akan bertumbuh iman para anggota rumah tangganya yang senantiasa bertumbuh di dalam pengenalan akan Tuhan lebih dalam lagi, keluarga yang demikian memberi keuntungan dalam hal:
1.       Mampu tetap hidup dan menikmati lezatnya makanan dari “pohon kehidupan”.
2.      Mampu mengatasi setiap permasalahan/badai hidup dalam setiap situasi kondisi apapun.
3.      Mampu menerima dan memenuhi janji-janji Allah (baik janji yang tertulis di Alkitab, maupun yang tidak tertulis).
4.      Mampu menemukan dan memberi bagi orang lain tentang hal-hal Kerajaan Sorga, baik yang sudah pernah ada sebelumnya maupun yang akan ada nanti.
5.      Mampu merubah nasib yang terkutuk menjadi hidup yang berkelimpahan berkat.
SELAMAT NATAL 25 DESEMBER 2018,
PADA TUHAN ADA JAWABAN BAGI SETIAP PERMASALAHAN/BADAI RUMAH TANGGA SIAPA YANG PERCAYA PADA-NYA.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar